Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2015

Devotion 92 : SANG MEMPELAI

Gambar
Devotion 92 - Dr. Heintje Kobstan SANG MEMPELAI Bacaan : Wahyu 19 Pasal ini merupakan lanjutan dari pasal sebelumnya yaitu kisah penghukuman Babel. Penghukuman ini menimbulkan sukacita besar disorga. Sukacita itu pun beralih menjadi sukacita pesta pernikahan Anak Domba. Berkuasanya Allah sebagai Raja ditandai oleh tibanya hari perkawinan Anak Domba. Semua umat bergembira karena persatuan Kristus dengan umatNya. Jubah putih yang dikenakan menunjukkan mereka adalah umat yang bertahan, setia dan bersaksi seperti nabi yang memberitakan kebenaran Allah. Mereka yang diundang ke perjamuan kawin anak domba menunjuk secara khusus kepada barangsiapa menang yaitu mereka yang sudah percaya Kristus, dan setia sampai akhir. Hal berikutnya adalah Yohanes melihat sorga terbuka. Ada seekor kuda putih, Sang Penunggang bernama Yang Setia dan Benar, Ia menghakimi dengan Adil. Ia memakai jubah yang telah dicelup le darah dan namaNya Firman Allah. Raja segala raja dan Tuan segala tuan. Ia adalah Yesus K

PELATIH DAN PEMAIN

Gambar
Sebuah Perenungan - Dr. Heintje Kobstan PELATIH DAN PEMAIN Saya suka melihat pertandingan sepak bola piala dunia. Banyak pemain hebat yang dipanggil kembali bermain untuk tim negaranya namun seringkali tim mereka ternyata tidak dapat meraih piala. Pemain hebat dalam satu tim tidak akan selalu membawa tim tersebut menang. Banyak faktor yang mempengaruhi suatu tim, individu, kekompakan tim, strategi, pelatih, manajemen, keuangan, supporter, dll. Namun jika dalam 1 tim, yang memegang peranan adalah pelatih. Sejago apapun para pemain, jika tidak mengikuti strategi pelatih maka yang jadi adalah pertunjukkan skill individu. Seringkali pemain hanya menginginkan suatu posisi namun pelatih yang lebih tahu diposisi mana pemain itu harus bermain. Namun seringkali pemain tidak suka dan protes dengan posisi atau tugas yang diberikan pelatih. Dan jika pemain mengikuti instruksi pelatih maka tidak jarang permainan akan solid dan bisa berujung kemenangan. Dalam hidup ini, seringkali kita hanya mau

Devotion 91 : ALLAH TETAP PEGANG KENDALI

Gambar
Devotion 91 - Dr. Heintje Kobstan ALLAH TETAP PEGANG KENDALI Bacaan: Wahyu 17-18 Identitas Babel merupakan hal yang agak sukar ditafsirkan dalam ps.17 dan 18. Apakah Babel itu adalah seorang perempuan, kota, kerajaan atau sistem budaya? Babel dalam ps. 17 dan 18 adalah satu, baik dipandang sebagai pelacur atau kota. Salah satu prinsip tafsir yang akurat adalah "tafsirkan dengan arti biasa, arti harafiah, kecuali arti itu tidak masuk akal." Dalam Yes. 47:7-10, Babel sebenarnya digambarkan sebagai wanita yang sombong, maka menggambarkan sebuah kota sebagai seorang wanita tidaklah aneh di dalam Alkitab. Kemungkinan Babel merupakan kota yang memiliki pengaruh dan perdagangan yang luas. Ada juga yang menafsirkan Babel itu adalah sebuah kerajaan yang luas atau suatu sistem perdagangan. Di era globalisasi ini, Babel itu kemungkinan adalah kota-kota atau salah satu kota didunia yang telah mengalami globalisasi, yang semakin mewah dan amoral. Pelacur itu sebenarnya umpan iblis un

Devotion 90 : SUDAH TERLAKSANA

Gambar
Devotion 90 - Dr. Heintje Kobstan SUDAH TERLAKSANA Bacaan: Wahyu 16 Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru selalu mengutarakan bahwa Allah itu penuh kasih. Walaupun dalam murka, Allah tetap mengasihi umatNya dan tidak akan menghukum mereka yang telah menjadi milikNya dan senantiasa berjaga-jaga. Wahyu Allah kepada Yohanes bukanlah hanya sekedar wacana, tapi Allah sungguh-sungguh mewujudkannya untuk menghukum mereka yang berdosa. Dalam pasal ini, gambaran 7 cawan murka Allah ini ada kemiripan dengan 7 sangkakala (8:2-11:19). Empat cawan pertama berhubungan dengan alam (16:1-19 bnd. 8:6-13). Namun perbedaannya adalah dari dampak murka Allah yang dituangkan dari cawan-cawan tersebut. Murka Allah dalam pasal ini bukan lagi berbicara tentang penghukuman atas sepertiga bumi tapi menyeluruh kepada mereka yang telah berdosa dan sebagai pembalasan atas darah martir yang telah tercurah. Walaupun mereka telah bersembunyi dan menjauhkan diri tapi penghukuman itu tetap menjangkau mereka. Penghuku

MENGALAH

Gambar
Sebuah Perenungan - Dr. Heintje Kobstan "MENGALAH" Dalam hidup ini seringkali kita diajar untuk selalu memenangkan sebuah kompetisi, jika gagal harus dicoba lagi, diusahakan lagi bahkan sampai berulang-ulang. Dalam berbisnis begitu juga, kita harus memenangkan kompetisi bahkan kalau perlu jangan sisakan buat lawan kita. Semua harus dikuasai, dimiliki tidak peduli dengan sekeliling. Anak-anak pun sifatnya seperti itu, mau memiliki apa yang dimiliki oleh temannya bahkan tidak jarang terjadi perkelahian diantara mereka karena memperebutkan mainan. Anak-anak itu suka berebutan mainan, memperdebatkan hal-hal sepele bahkan yang belum terjadi dan suka menang sendiri. Tidak ada kata mau mengalah dalam kamus mereka. Bahkan jika sang kakak disuruh mengalah terhadap adiknya, maka yang terjadi adalah sang kakak akan protes dan akhirnya ngambek begitu juga sebaliknya. Sikap mau menang sendiri dan tidak mau mengalah ternyata tidak hanya terjadi pada anak-abnak, orang dewasa pun demikian

Devotion 89 : YANG MENANG YANG BERNYANYI

Gambar
Devotion 89 - Dr. Heintje Kobstan "YANG MENANG YANG BERNYANYI" Bacaan: Wahyu 15 Di pasal ini, Yohanes mendapat penglihatan suatu tanda lain dilangit yang besar dan ajaib: yaitu ke-7 malaikat dengan 7 malapetaka, malapetaka terakhir. Itu merupakan malapetaka terdahsyat dan akhir dari murka Allah. Angka 7 melambangkan kesempurnaan atau kepenuhan. Penglihatan berikutnya adalah mereka yang telah mengalahkan binatang itu, patungnya dan bilangan namanya menyanyikan nyanyian Musa dan nyanyian Anak Domba. Dalam PL tercatat 2 nyanyian Musa yaitu dalam Keluaran 15 dimana Musa merayakan kemenangan atas Firaun dan dalam Ulangan 32 dimana Musa merayakan kemurahan dan hukuman Allah, sebelum Musa meninggal. Nyanyian di dalam Keluaran 15 menjadi dasar dari nyanyian di Kitab Wahyu 15:3-4. Nyanyian Musa ini cocok sekali dengan konteks kitab Wahyu. Dalam pasal 15 ini, kemenangan disini lebih dari apa yang dialami oleh Musa. Musa merupakan tipologi dari Kristus. Dalam Kitab Wahyu kemenangan

Devotion 87 : IKUT YANG ASLI ATAU PALSU

Gambar
Devotion 87 - Dr. Heintje Kobstan IKUT YANG ASLI ATAU PALSU Bacaan: Wahyu 13 Kitab Wahyu berusaha untuk menelanjangi usaha si Iblis agar manusia terus berontak kepada Tuhan. 1). Melalui binatang buas lambang kekuasaan yang mengendalikan kehidupan puncak (takhta) dan memakai pengaruh-pengaruh religi (hujat dan tidak mati ayat  1-7). 2). Melalui binatang buas yang bertanduk seolah nabi bagi binatang pertama (ay.11-18). Binatang pertama berusaha untuk menjatuhkan iman lewat tekanan yang berbahaya (ay.7). Iblis berhasil menipu banyak manusia untuk mengikuti dia dan menolak menyembah Allah. Jadi dalam hal ini, iblis bekerja dalam wilayah politik dan rohani. Pada waktu itu merujuk kepada kekaisaran Romawi. Iblis berada dibalik itu semua sehingga kekaisaran Romawi berani menentang Allah. Misalnya: Domitianus minta diakui sebagai Tuhan dan disembah sebagai Allah. Bahkan juga dalam dunia rohani, binatang ganjil dengan 2 tanduk seperti anak domba dan berbicara laksana naga. Ia berusaha mempe

Devotion 88 : 3 BERITA PENTING BUAT PENDUDUK BUMI

Gambar
Devotion 88 - Dr. Heintje Kobstan 3 BERITA PENTING BUAT PENDUDUK BUMI Bacaan: Wahyu 14 Dalam pembacaan kita hari ini, ada 3 malaikat yang ditugaskan untuk menyampaikan 3 berita penting untuk penduduk bumi. Malaikat pertama, memberitakan Injil yang kekal kepada penduduk bumi. Hanya sekali ini Wahyu menuliskan tentang Injil. Injil ini adalah berita tentang seluruh umat dibumi harus takut akan Allah, menyembah kepadaNya saja karena akan ada penghukuman. Jelas ini ditujukan kepada mereka yang belum percaya Yesus. Malaikat kedua membawa berita keruntuhan Babel, kota yang penuh dengan kebejatan yang telah meracuni bangsa-bangsa dengan segala perbuatan amoralnya. Malaikat ketiga memberikan pengumuman akan penghukuman dari mereka yang menyembah patung dan pengikutnya dalam siksa neraka. Penyembahan kepada Allah hanya bisa dilakukan jika kita ada di dalam Kristus. Mereka yang tidak menyembah Allah tapi mengikuti kejahatan dan melawan Kristus yaitu dengan menerima tanda nama si jahat akan di

PESIMIS

Gambar
Sebuah Perenungan - Dr. Heintje Kobstan "PESIMIS" Anak-anak itu tidak pernah dipusingi dengan aktifitas kehidupan. Mereka hanya tahu semua kebutuhan pasti akan tercukupkan. Tidak peduli orang tuanya harus bekerja demikian kerasnya. Ketika beranjak remaja, mulai memperhatikan keadaan sekeliling. Mulai mengingini apa yang dipunyai temannya, kalau dia bisa punya barang itu saya juga. Atau ada perasaan minder untuk berkawan. Sewaktu saya sekolah dulu, julukan yang saya terima adalah kutilang darat (KUrus, TInggi, LANGsing, DAda, RATa), dengan kacamata besar dan jerawatan batu. Kelas 3 SMA berat badan saya hanya 45kg. Rasa minder ini membuat saya pesimis apakah akan ada seorang gadis yang menyukaiku, bagaimana dengan masa depan saya, blablabla.. pesimis akan hari esok. Ketika kuliah, yang dihadapi adalah persoalan yang lain lagi. Bagaimana bisa menyelesaikan kuliah dengan cepat dengan dana pas-pasan. Saya tahu orang tua saya berusaha dengan sekuat tenaga untuk membiayai kuliah

Devotion 87 : IKUT YANG ASLI ATAU PALSU

Gambar
Devotion 87 - Dr. Heintje Kobstan IKUT YANG ASLI ATAU PALSU Bacaan: Wahyu 13 Kitab Wahyu berusaha untuk menelanjangi usaha si Iblis agar manusia terus berontak kepada Tuhan. 1). Melalui binatang buas lambang kekuasaan yang mengendalikan kehidupan puncak (takhta) dan memakai pengaruh-pengaruh religi (hujat dan tidak mati ayat  1-7). 2). Melalui binatang buas yang bertanduk seolah nabi bagi binatang pertama (ay.11-18). Binatang pertama berusaha untuk menjatuhkan iman lewat tekanan yang berbahaya (ay.7). Iblis berhasil menipu banyak manusia untuk mengikuti dia dan menolak menyembah Allah. Jadi dalam hal ini, iblis bekerja dalam wilayah politik dan rohani. Pada waktu itu merujuk kepada kekaisaran Romawi. Iblis berada dibalik itu semua sehingga kekaisaran Romawi berani menentang Allah. Misalnya: Domitianus minta diakui sebagai Tuhan dan disembah sebagai Allah. Bahkan juga dalam dunia rohani, binatang ganjil dengan 2 tanduk seperti anak domba dan berbicara laksana naga. Ia berusaha mempe

BERADU ARGUMENTASI

Gambar
Sebuah Perenungan - Dr. Heintje Kobstan "BERADU ARGUMENTASI" Suatu ketika kedua anak saya sedang bermain bersama dan sedang asyik-asyiknya tiba-tiba mereka sudah mulai bertengkar saling beradu argumen dan kemudian berakhir dengan perkelahian sehingga saya harus melerai mereka. Ketika saya bertanya kepada mereka kenapa berkelahi, ternyata hanya persoalan kecil saja, si adik mau belok kanan si kakak tidak mau. Hanya itu saja sudah membuat mereka adu mulut, berargumen. Kita juga sering melihat dalam sidang-sidang dewan di televisi atau pun rapat-rapat yang kita hadiri tidak jarang pun berakhir dengan adu argumentasi dan perkelahian. Bukan hanya itu saja, diskusi-diskusi yang dilakukan kalangan terbatas di warung kopi pun bisa berakhir dengan debat kusir. Baik di organisasi umum maupun rohani tidak terlepas dengan saling adu argumen. Namun jika itu terjadi dengan tujuan membawa suatu organisasi kearah yang baik tidak masalah. Tapi seringkali adu argimentasi.berakhir dengan per

Devotion 86 : BERSETERU DENGAN IBLIS

Gambar
Devotion 86 - Dr. Heintje kobstan "BERSETERU DENGAN IBLIS" Bacaan: Wahyu 12 Mengawali pasal ini, ditampilkan seorang wanita yang berselubungkan matahari, bulan dibawah kakinya dan memakai mahkota 12 bintang. Perempuan ini sedang mengandung. Perempuan ini merepresentasikan umat Allah yang dalam segala penderitaannya menjadi sarana yang melaluinya Mesias, Sang Juruselamat hadir kedalam dunia. Sang naga berusaha untuk membunuh sang Anak, hal ini bisa terlihat dari upaya Herodes yang membunuh kanak-kanak dibawah usia 2 tahun. Namun Tuhan membuat bayi Yesus dan orang tuanya menyingkir ke Mesir sebelum itu terjadi. Kej.3:15 menyatakan bahwa keturunan perempuan itu akan meremukkan kepala si ular dan si ular akan meremukkan tumitnya. Dan hal itu tergenapi ketika Yesus di kayu salib. Melalui salib, Yesus telah mengalahkan maut, menegakkan kembali otoritas Kerajaan Allah, kunci maut dan kerajaan maut ada dalam tanganNya dan keselamatan bagi umat manusia yang percaya kepadaNya. Ole

APAKAH YANG ANDA KORBANKAN?

Gambar
Sebuah Perenungan - Dr. Heintje Kobstan "APAKAH YANG ANDA KORBANKAN?" Dibeberapa jalan di kota Makassar, terlihat para penjual hewan korban. Para pembeli ini mempunyai hati yang mau berkorban, mengamalkan ajaran agama. Tidak sedikit uang yang dikeluarkan untuk membeli sapi atau kambing untuk dikembalikan lagi kepada masyarakat yang tidak mampu lewat korban. Orang yang mampu akan bisa memberikan korban lewat harta benda yang dipercayakan Sang Khalik untuk dikelola. Namun yang lebih berarti lagi apabila kita bisa berkorban lewat ketidakmampuan kita. Itulah korban yang murni dan sejati. Orang yang memberi dari kemampuannya itu sudah biasa tapi yang bisa memberi dari ketidakmampuannya itu luar biasa. Dalam berkorban pun diperlukan hati yang tulus dan murni yang didasari pada ketaatan menjalankan perintah Allah. Hal ini dilakukan bukan dengan keterpaksaan atau ketakutan tapi karena rasa hormat dan mengasihi Allah. Dalam hal berkorban seringkali kita ingin dilihat orang dan ing

Devotion 85 - KEHADIRAN ALLAH DITENGAH UMATNYA

Gambar
Devotion 85 - Dr. Heintje Kobstan "KEHADIRAN ALLAH DITENGAH UMATNYA" Bacaan: Wahyu 11 Dalam penglihatan Yohanes, Bait Suci Allah yang disorga terbuka. Kata yang diterjemahkan dengan Bait Suci adalah Naos, yang artinya ruang maha suci, bagian paling dalam dari Bait Allah. Dalam penglihatannya, Yohanes melihat didalam Bait Allah yang disorga itu ada tabut perjanjian. Dalam Perjanjian Lama, tabut perjanjian itu melambangkan kehadiran Allah di tengah-tengah umatNya walaupun hanya imam besar yang melihatnya, itupun hanya sekali setahun. Dalam PL, tabut perjanjian berada di dalam bait Allah yaitu di ruang maha kudus. Dan dalam tabernakel Musa hanya imam besar yang bisa masuk keruang maha suci itupun sekali dalam setahun. Dalam pondok Daud, tabut Allah itu ada di tengah-tengah tenda dan dikelilingi para pemuji dan penyembah yang setia melayani Tuhan 24 jam. Pujian dan penyembahan hanya dinaikkan kepada Sang Raja oleh para imam. Oleh karena itu berlatihlah terus memuji Tuhan di b

BERI BUKTI BUKAN JANJI

Gambar
Sebuah Perenungan - Dr. Heintje Kobstan "BERI BUKTI BUKAN JANJI" Ada yang berkata, manusia itu bukan Tuhan makanya kalau berjanji bisa tidak ditepati. Yah memang manusia itu bukan Tuhan, hanya ciptaanNya. Tapi seringkali manusia mau menyamai seperti Tuhan. Mengandalkan kekuatannya sendiri, tidak percaya Tuhan, selalu percaya diri sendiri, menganggap ia mampu melakukan semuanya, mau berkuasa atas orang lain, mau dipuja dan disembah oleh orang lain ini merupakan beberapa bukti bahwa manusia itu mau seperti Tuhan. Tapi soal janji... maaf sering tidak ditepati.... Janji yang ditepati merupakan bagian dari sifat kebenaran yang Tuhan berikan yaitu integritas. Tidak semua pemimpin baik pemimpin rohani maupun sekuler mempunyai integritas yang baik. Apalagi dalam kepemimpinan politik. Namun jika ada yang berintegritas maka cenderung di demo, tidak disukai, dihujat dan lain sebagainya. Padahal ada diantara mereka yang telah memberi bukti bukan janji, misalnya Gubernur DKI Jakarta, W

Devotion 84 : KEPUTUSAN RAHASIA ALLAH TERGENAPI

Gambar
Devotion 84 - Dr. Heintje Kobstan "KEPUTUSAN RAHASIA ALLAH TERGENAPI" Bacaaan: Wahyu 10 Dalam pasal ini membahas suatu masa antara yang menyenangkan. Seorang malaikat lain yang kuat turun dari surga dengan membawa kitab kecil ditangannya. Ketika Yohanes ingin mencatat apa yang dikatakan oleh ke-7 guruh, ia mendengar suara dari surga, "Meteraikanlah apa yang dikatakan ke-7 guruh itu dan jangan menuliskannya." Malaikat itu juga menyatakan pernyataan terkenal, "tidak akan ada penundaan lagi." Atau bisa berarti, "tidak ada waktu lagi" atau "tidak akan ada waktu antara lagi, tidak akan ada penundaan lagi." Pernyataan ini dipadukan dengan pernyataan yang menarik, "akan genaplah keputusan rahasia murka Allah." Meyakinkan kita bahwa tujuan penghukuman ini ialah untuk mempersiapkan umat untuk dalam menghadapi hari pencurahan murka Allah yang dahsyat. Pada masa dikemukakan dalam ayat ini,  yaitu "hari-hari" bunyi sangkakal

Devotion 83 : TIUPAN DEMI TIUPAN SANGKAKALA

Gambar
Devotion 83 - Dr. Heintje Kobstan "TIUPAN DEMI TIUPAN SANGKAKALA" Bacaan: Wahyu 9 Dalam pasal sebelumnya dikisahkan tentang 4 sangkakala, dan dalam pasal ini 2 sangkakala lagi. Sangkakala lazimnya ditiup dalam konteks perang (Yosua 6:20) dan juga dalam konteks perayaan (Bilangan 10:10) tapi juga dalam konteks kiamat (Zefanya 1:14-16). Juga dalam kedatangan Mesias untuk mendirikan Kerajaan Allah di bumi ini membawa kesusahan seperti dalam perang bagi orang-orang tertentu (mis. Amos 5:16-20) dan sukacita bagi orang-orang tertentu (mis. Yes.40). Sangkakala kelima berbicara tentang kekuasaan iblis atas dunia dan roh-roh jahat yang mendatangkan malapetaka bagi umat manusia. Yang ditandai dengan bintang jatuh, yang merupakan malaikat yang berdosa, yaitu iblis sendiri. Dimana ia diberi kunci untuk membuka jurang maut pada akhir zaman tempat kurungan roh-roh (malaikat-malaikat) jahat tempat mereka menunggu hukuman yang terakhir. Binatang yang keluar dari lubang maut itu adalah an

BANYAK ALASAN

Gambar
Sebuah Perenungan - Dr. Heintje Kobstan "BANYAK ALASAN" Dari dua anak yang dikaruniakan Tuhan kepada kami, saya bisa melihat perbedaan sifat dari mereka. Anak yang pertama kalau disuruh pasti selalu bilang iya... tunggu... tapi tidak dikerjakan nanti setelah ditegur keras baru bergerak. Sedangkan yang kecil kalau disuruh ia akan mengerjakannya segera tapi sering juga setelah mengemukakan berbagai alasan dan itupun biasa sampai harus ditegur juga baru mau bergerak.  Begitu juga dengan lingkungan kerja ataupun hal lain. Misalnya sebagai pimpinan, kita bisa melihat sifat karyawan. Ada yang ketika diberi tugas langsung dikerjakan, tapi ada juga yang mengulur-ulur waktu bahkan ada juga yang suka berargumentasi dulu baru mengerjakan. Karyawan seperti ini mungkin akan segera kena PHK tanpa alasan. Jika kita suka berargumentasi dan mengemukakan banyak alasan dalam tiap mengerjakan sesuatu maka kita tidak akan bisa diberikan tugas atau tanggung jawab yang lebih besar lagi. Jika ki

Devotion 82 : SORGA PUN HENING SEJENAK

Gambar
Devotion 82 - Dr. Heintje Kobstan "SORGA PUN HENING SEJENAK" Bacaan: Wahyu 8 Sorga pun hening sejenak ketika Anak Domba membuka meterai ketujuh. 30 menit keheningan terjadi, sunyi senyap. PL menyatakan bahwa keheningan itu bukan berarti di surga tidak ada aktifitas berbicara tapi bisa jadi kebisuan dan ketegangan karena kegentaran akan kedahsyatan murka Allah yang akan terjadi. Meterai ketujuh itu ditandai dengan 7 peniupan sangkakala. Tiap kali sangkakala ditiupkan maka akan menimbulkan berbagai wujud murka Allah yang menghancurkan jagad raya yang telah cemar karena dosa. Kemungkinan ini menandakan murka Allah yang terakhir yang jika bisa dikatakan ini adalah berbagai petaka yang terjadi dimuka bumi saat ini. Sehingga pada puncak murka Allah, pembukaan meterai ke-7 maka seisi surga pun senyap karena gentar. Kemungkinan dalam 30 menit itu, Allah memakainya untuk memikirkan hal-hal  yang akan terjadi atas masa depan dunia ini. Allah memikirkan tentang sesuatu yang serius d

KETIKA MEREKA MENGGOSIPKAN KITA

Gambar
Sebuah Perenungan - Dr. Heintje Kobstan "KETIKA MEREKA MENGGOSIPKAN KITA" Mungkin kita sering mendengar ada teman yang membicarakan tentang keadaan orang lain dengan begitu bersemangat. Semua yang diceritakan adalah kekurangannya mungkin juga diselipkan kelebihannya sedikit sebagai bumbu cerita biar lebih menarik namun kebenaranya diragukan. Gosip atau desas-desus (Ing: rumors) adalah selenting berita yang tersebar luas dan sekaligus menjadi rahasia umum di publik tetapi kebenarannya diragukan atau merupakan berita negatif. Dalam hidup ini kita sudah terbiasa menggosip, gosipin artis apalagi bisa dikatakan legal karena juga ditayangkan di TV, gosipin teman, gosipin suami orang, gosipin apa saja yang bisa digosipin bahkan tidak jarang kita pun digosipin orang. Ketika mereka menggosipkan kita, seringkali kita merasa marah, kecewa, jengkel, frustasi, stress bahkan depresi. Tidak jarang kita berusaha untuk meluruskan berita itu atau bahkan memperkarakannya ke kepolisian atau s

Devotion 81 : YANG TERLUPUTKAN

Gambar
Devotion 81 - Dr. Heintje Kobstan "YANG TERLUPUTKAN" Bacaan: Wahyu 7 Orang Kristen tidak dijanjikan untuk luput dari aniaya. Aniaya ini justru akan menguji dan mendorong orang percaya terus bertekun dalam iman, pengharapan dan kasih agar beroleh kemenangan. Di pasal ini Yohanes berbicara tentang keluputan. Luput disini adalah terhindar dari hukuman Allah atas penghuni dunia yang membenci Dia dan bertindak jahat  kepada umatNya. Dalam Yehezkiel 9:3-6, dikisahkan bagaimana orang-orang yang berkeluh kesah tentang dosa Yerusalem diberi tanda huruf "tau" didahi mereka. Setelah itu 6 orang (malaikat) diberi perintah untuk membunuh setiap orang yang tidak memakai tanda itu. Menurut beberapa penafsir, perlindungan yang disediakan melalui segel ini adalah perlindungan rohani, yaitu mereka yang disegel pasti mendapatkan hidup kekal dan luput dari hukuman kekal. Tapi juga bisa berarti segel itu adalah perlindungan secara jasmani karena sesuai konteks yang kita baca yang me

SELFIE

Gambar
Sebuah Perenungan - Dr. Heintje Kobstan "SELFIE" Swafoto atau foto narsisis (bahasa Inggris: selfie) adalah jenis foto potret diri yang diambil sendiri dengan menggunakan kamera digital atau telepon kamera. Foto narsisis sering dikaitkan dengan narsisisme, terutama dalam jejaring sosial. Pose yang digunakan umumnya bersifat kasual, dan diambil dengan kamera yang diarahkan ke diri sendiri, bisa melalui cermin atau tongsis. Objek foto ini biasanya hanya si fotografer atau beberapa orang yang bisa dijangkau oleh fokus kamera. Foto narsisis yang melibatkan beberapa orang disebut dengan "foto narsisis kelompok". Saya tergelitik untuk merenungkan apa, mengapa dan kenapa seseorang bisa melakukan selfie? Beberapa hari lalu ketika saya parkir di dekat pintu loading barang sebuah mal, saya melihat 2 gadis saling berpotret ria dengan latar belakang seadanya seperti hydrant, tangga, pintu, dll. Ada juga di tengah keramaian, seorang wanita manyun unyu-unyu sendirian sambil me

Devotion 80 : SIAPAKAH YANG DAPAT BERTAHAN?

Gambar
Devotion 80 - Dr. Heintje Kobstan "SIAPAKAH YANG DAPAT BERTAHAN?" Bacaan : Wahyu 6 Dalam pasal ini, Yohanes memaparkan tentang ketika hari Tuhan, hari kemurkaan penghukumanNya. Ia menyatakan ketika hari itu tiba, siapakah yang dapat bertahan? "Siapakah yang tahan berdiri menghadapi geramNya? Dan siapakah yang tahan tegak terhadap murkaNya yang bernyala-nyala? Kehangatan amarahNya tercurah seperti api, dan gunung-gununga batu menjadi roboh dihadapanNya?" (Nahum 1:6). Namun Yohanes telah menguatkan Gereja yang sedang menderita bahwa Kristus telah menang dan memerintah diatas penguasa dunia dan Gerejapun mengalami kemenangan Kristus (ps.1-5). Di ps.6 ini, Kristus yang menang bertindak membuka meterai. Meterai 1-4 adalah dilambangkan dengan 4 ekor kuda pembawa malapetaka yang bisa terjadi secara serempak atau berurutan. Kuda keempat merupakan rangkuman malapetaka yaitu maut yang akan menimpa seluruh penduduk dunia. Kuda pertama dan terakhir menyatakan bahwa manifest

NARSISISME

Gambar
Sebuah Perenungan - Dr. Heintje Kobstan "NARSISISME" Narsisisme (dari bahasa Inggris) atau narsisme (dari bahasa Belanda) adalah perasaan cinta terhadap diri sendiri yang berlebihan. Orang yang mengalami gejala ini disebut narsisis (narcissist). Istilah ini pertama kali digunakan dalam psikologi oleh Sigmund Freud dengan mengambil dari tokoh dalam mitos Yunani, Narkissos (versi bahasa Latin: Narcissus), yang dikutuk sehingga ia mencintai bayangannya sendiri di kolam. Tanpa sengaja menjulurkan tangannya hingga tenggelam dan akhirnya tumbuh bunga yang sampai sekarang disebut bunga narsis. Salah satu bagian dari narsisisme adalah selfie. Narsisme positif, tidak berlebihan bisa membangkitkan kepercayaan diri dan tidak menjadi orang lain atau bergantung kepada kepopuleran orang lain. Hal ini yang sangat penting untuk bisa mengembangkan semua potensi dan karakter dalam hidup ini. Namun jika berlebihan, patologis maka akan terjadi penyimpangan kepribadian, baik cara berpikir, car

Devotion 79 : PENYEMBAHAN HANYA KEPADA ALLAH

Gambar
Devotion 79 - Dr. Heintje Kobstan "PENYEMBAHAN HANYA KEPADA ALLAH" Bacaan: Wahyu 4-5 Wahyu 4-5 menghubungkan surat untuk ke-7 gereja (ps.1-3) dengan pemaparan tentang tindakan-tindakan Allah terhadap dunia (ps.6, dst.). Menurut pengalaman jemaat yang dikisahkan dalam ps.2-3, kuasa kejahatan di bumi ini dengan bebas mengancam dan menyusahkan jemaat-jemaat Kristus. Tetapi dalam ps.4-5, yang berkuasa mutlak itu adalah Allah dan bukan kejahatan yang ada di bumi. Apa yang dialami Yohanes merupakan pintu untuk masuk dalam berita nubuatan apa yang akan terjadi. Dari satu sisi bagian ini terkait dengan ps.1-3, mengenai pahala-pahala yang dijanjikan karena dalam ps.4-5 ada juga takhta, pakaian putih dan mahkota. Dari sisi lain, bagian ini berkaitan dengan ps.6-22 dengan ke-7 segel dari gulungan kitab yang dibuka satu persatu. Kita harus mengikuti Tuhan sungguh-sungguh serta iman yang kokoh untuk menghadapi ancaman dan penganiayaan. Inilah yang dilakukan para martir dalam memperta

INSTAN

Gambar
Sebuah Perenungan - Dr. Heintje Kobstan "INSTAN" Di zaman sekarang ini, hal-hal yang serba instan sangat dituntut oleh manusia. Makanan instan dan cepat saji selalu digemari dimana-mana. Semua bekejaran dengan waktu. Bahkan bukan cuma soal makanan yang instan, dalam berbagai segi kehidupan pun demikian. Misalnya, percepatan pengurusan segala macam ijin di kantor pemerintahan, pengkaderan politik yang instan, penyelesaian masalah keuangan secara instan, dan lain sebagainya. Di satu sisi, semua yang serba instan sangat dibutuhkan karena sempitnya waktu tapi disisi lainnya instan itu juga tidak baik, misalnya kebanyakan makan mi instan akan berdampak tidak baik bagi kesehatan. Ada hal-hal yang memang butuh proses supaya itu bisa menghasilkan produk yang baik dan berkualitas misalnya. Instan memang memudahkan namun kurang di cita rasa jika itu berbicara soal makanan. Membangun karakter bukanlah hal yang instan. Tapi ada proses demi proses yang harus dijalani. Menang kalah, ja

Devotion 78 : AKU TAHU

Gambar
Devotion 78 - Dr. Heintje Kobstan "AKU TAHU" Bacaan: Wahyu 2 - 3 Dalam pasal 2-3 ini, berisi surat kepada malaikat-malaikat jemaat Efesus, Smirna , Pergamus, Tiatira, Sardis, Filadelfia dan Laodikia. Ketujuh surat ini disusun secara sama. Dijelaskan dahulu tentang keadaan jemaat (Aku tahu), lalu menyusul janji atau ancaman, yang melayangkan pandangan ke akhir zaman. Ajaran yang termaktub dalam surat-surat ini sangat padat, khususnya ajaran mengenai Yesus Kristus. Surat-surat ini juga memberi informasi tentang keadaan orang Kristen di kawasan Asia kecil sekitar tahun 90. Yang menarik dari surat-surat ini adalah kalimat-kalimat "Aku tahu segala pekerjaanmu", "Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu", "Aku tahu dimana engkau diam". Kalimat-kalimat ini sepintas hanyalah kalimat biasa seperti sapaan saja tapi ternyata kalimat ini bukan hanya sapaan sekedarnya tapi mengandung arti yang dalam dimana Allah mengetahui siapa kita, keadaan kita, kesusahan

KANTONG AJAIB DORAEMON

Gambar
Sebuah Perenungan - Dr. Heintje Kobstan "KANTONG AJAIB DORAEMON" Setiap pembaca "Sebuah Perenungan" ini pasti mengenal yang namanya Doraemon bahkan mungkin Anda salah satu penggemarnya. Doraemon merupakan judul sebuah manga dan anime populer yang dikarang Fujiko sejak tahun 1969 dan berkisah tentang Doraemon yang datang dari abad ke-22. Doraemon dikirim untuk menolong Nobita agar keturunan Nobita dapat menikmati kesuksesannya daripada harus menderita dari utang finansial yang akan terjadi di masa depan yang disebabkan karena kebodohan Nobita. Nobita selalu mendatangi Doraemon untuk meminta bantuannya. kemudian Doraemon biasanya akan membantu Nobita dengan menggunakan peralatan-peralatan canggih dari kantong ajaibnya. Peralatan yang sering digunakan misalnya "Baling-baling Bambu" dan "Pintu ke Mana Saja". Sering kali, Nobita keterlaluan menggunakan peralatannya dan malah terjerumus ke dalam masalah yang lebih besar. Seringkali kita pengen puny

Devotion 77 : DIA ADA DISEGALA WAKTU

Gambar
Devotion 77 - Dr. Heintje Kobstan "DIA ADA DISEGALA WAKTU" Bacaan: Wahyu 1 Sebagai sastra apokaliptik, Kitab Wahyu sarat dengan simbol dan pelambang. Simbol-simbol itu bisa kelihatan luar biasa tapi terkadang nampak ganjil. Namun simbol-simbol itu bukan berarti untuk membuat jemaat bingung tapi keadaan waktu itu memaksa Yohanes menuliskan pewahyuan tersebut dalam bentuk bahasa rahasia. Membaca dan berusaha untuk memahami kitab Wahyu haruslah dalam terang pimpinan Roh Kudus bukan analisa pemikiran pribadi yang bisa saja membawa kepada kesesatan. Penampakkan sosok Anak Manusia ini adalah Yesus Kristus sendiri. Ia memegang pedang yang adalah firmanNya untuk menghakimi. Ia hidup dan memegang kunci maut dan kerajaan maut, patutlah untuk ditakuti dan dihormarti. Namun firmanNya kepada Yohanes, "Jangan takut!" Kristus dalam keagunganNya tidak datang untuk menakuti Yohanes dan semua saudaranya namun memperingatkan, menghibur dan meneguhkan mereka dan kita semua yang sed

CUKUP

Gambar
Sebuah Perenungan - Dr. Heintje Kobstan "CUKUP" Bagi anak remaja mungkin kata cukup itu jika ia bisa menghabiskan 3 mangkok bakso. Berbeda dengan orang dewasa, kata cukup itu adalah 1 mangkok bakso. Bagi sebagian orang ukuran cukup itu akan berbeda satu dengan yang lainnya. Cukup itu relatif. Bagi masyarakat marjinal, kata cukup itu adalah rumah yang bisa berteduh walau sederhana, bisa makan tepat waktu dengan menu yang sederhana, dll... tapi akan berbeda jika kata cukup dipandang dari sudut kaum berada. Keserakahan tidak akan mengenal kata cukup. Walau sudah punya tetapi tetap mau mengambil terus. Contoh sederhana adalah ketika ke pesta, ada orang-orang yang mengambil makanan seperti memindahkan gunung ke dalam piringnya seolah-olah takut kehabisan dan juga akhirnya ada yang tak menghabiskannya karena sudah kenyang. Cukup itu mengandung batasan ukuran, walaupun makanan banyak tapi kalau sudah kenyang sudah tidak bisa makan lagi. Mengapa harus ada kata cukup? Agar kita bi

Devotion 76: PONDASI KUAT, BANGUNAN KOKOH

Gambar
Devotion 76 - Dr. Heintje Kobstan "PONDASI KUAT, BANGUNAN KOKOh" Bacaan: Yudas 1 Orang yang membangun sebuah rumah pasti akan ada rancang bangunnya. Dan pembangunan tidak dimulai dari atas kebawah tapi dari bawah keatas. Jika berbicara dari bawah keatas itu merupakan bagaimana kita membuat dasar atau pondasi sebuah rumah yang bisa menopang bangunan diatasnya. Yang intinya adalah jika pondasi kuat maka bangunan akan kuat juga. Bangunan yang kuat walaupun diterpa badai akan tetap berdiri kokoh. Yudas mengirimkan surat ini kepada jemaat agar mereka membangun diri sendiri diatas dasar iman yang paling suci dan berdoa dalam Roh Kudus. Hidup yang murni berawal dari doktrin yang benar, yaitu "iman yang telah disampaikan kepada orang-orang Kudus". Yudas mengajak umat Tuhan untuk mengingat kembali mengenai pokok-pokok kepercayaan yang sudah diajar oleh para Rasul (ay.17-19). Demi menghadapi guncangan penyesatan maka: 1) Bangunlah diri kita sendiri diatas dasar iman yang

YANG PENTING MASIH BERFUNGSI

Gambar
Sebuah Perenungan - Dr. Heintje Kobstan "YANG PENTING MASIH BERFUNGSI" Hari-hari ini mata kita disuguhkan dengan berbagai macam promosi, mulai dari pakaian dalam sampai kendaraan. Promosi atau iklannya sungguh fantastis dan bombastis, baik melalui media cetak, elektronik, dumay (dunia maya) bahkan yang konvensional, lewat SMS. Dengan berbagai tawaran, diskon 70%, cuci gudang, menghabiskan stok, terbaru, terkini, tercanggih, dengan program cicilan s/d 24x bahkan lebih. Sehingga kita tertarik dan akhirnya membeli. Syukurlah kalau barang itu memang lagi dibutuhkan kalau tidak maka kita hanya menghabiskan budget saja. Ada orang yang memang kecenderungannya mengikuti trend atau model. Setiap ada model terbaru misalnya handphone maka ia pasti akan segera preorder. Setiap kali ada trend busana atau model rambut terbaru pasti dia yang duluan. Yah tidak apa-apa jika kondisi ekonominya lebih dari cukup. Saat barang yang kita idam-idamkan ada dalam genggaman kita maka dengan banggany

Devotion 75 : TEMPORARY BLESSING

Gambar
Devotion 75 - Dr. Heintje Kobstan "TEMPORARY BLESSING" Bacaan: 3Yohanes 1 Untuk apa kita bekerja? Supaya dapat uang yang bisa dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sehingga dalam motivasi kita bekerja atau berusaha adalah bagaimana bisa mendapatkan uang sebanyak-banyaknya. Fokus dan motivasi adalah uang. Sehingga kita bisa bekerja melebihi waktu, mengorbankan keluarga, kesehatan, waktu istirahat, bahkan tidak jarang kita bisa korupsi dan kolusi. Namun ketika kita sakit, keluarga hancur, dipenjara karena korupsi, apa artinya semua pemburuan kita kepada uang? Doa Yohanes untuk jemaat adalah agar mereka baik-baik dan sehat-sehat termasuk jiwa mereka baik-baik. Kata baik dan sehat disini tidak berarti hanya menerima pengajaran atau doktrin yang baik dan sehat tapi lebih difokuskan pada keadaan jasmani seseorang. Frasa "sama seperti jiwamu baik-baik saja dan sehat-sehat" mengacu kepada berkat-berkat temporal (temporary blessing) atau berkat sementara atau seti

U TURN

Gambar
Sebuah Perenungan - Dr. Heintje Kobstan "U TURN" Jika Anda berkendara di jalan tol maka kita tidak akan pernah mendapati jalan memutar kembali kecuali jika sudah keluar pintu tol. Yang kita dapati adalah jalanan satu arah lurus dan mulus yang demikian panjang dengan kecepatan tinggi sehingga bisa menyebabkan kantuk. Bahkan tidak jarang kecelakaan terjadi karena pengemudi tertidur. Adakalanya ketika kita mengemudi, kita harus mutar balik untuk bisa sampai ke tujuan. Tidak selamanya arahnya harus lurus baru tiba ke tujuan. Begitu juga dalam hidup ini, memang kita harus terus melangkah ke depan. Tapi seringkali juga kita harus berputar balik sebab kalau tidak maka kita bisa salah jalan atau tersesat. Ketika kita terus berjalan dan ternyata hidup kita semakin terperosok kedalam kehampaan dan kubangan dosa maka langkah-langkah hidup kita harus diputar balik. Berbaliklah dari jalan kesesatanmu, carilah kembali jalan kebenaran yang akan membawamu ketujuan semula yaitu hidup keka

Devotion 74: JANGAN MELANGKAH KELUAR

Gambar
Devotion 74 - Dr. Heintje Kobstan "JANGAN MELANGKAH KELUAR" Bacaan: 2Yohanes 1 Jika kita tinggal di dalam 1 rumah menjadi 1 keluarga, kita memiliki apa yang ada di dalam rumah itu. Di dalam rumah itu ada ayah, ibu dan saudara. Kita bisa menikmati suasana dan semua yang ada. Kita bahkan setuju dengan semua peraturan yang ada. Namun ketika kita keluar memisahkan diri dari rumah dan isinya maka kita tidak lagi dalam naungan peraturan rumah lama kita. Yohanes mengingatkan kembali tentang ajaran sesat yang tidak mengakui kemanusiaan Yesus Kristus. Ajaran sesat itu adalah "docetisme" (Yun. Dokeo = seakan-akan). Ajaran ini menyatakan bahwa Kristus tidak sungguh-sungguh datang sebagai manusia dalam daging (1Yoh.4:2,3 & 2Yoh.1:7). Ia tidak memiliki tubuh fisik, jadi Ia hanya seakan-akan mati. Oleh karena itu Yesus bukan juruselamat yang mati bagi orang berdosa. Menyadari akan bahaya ajaran ini, Yohanes memberi peringatan kepada jemaat agar jangan menerima bahkan meny

SUKA MENYALAHKAN

Gambar
Sebuah Perenungan - Dr. Heintje Kobstan "SUKA MENYALAHKAN" Seringkali dalam hidup ini kita berjumpa dengan orang-orang yang suka menyalahkan orang lain atas apa yang diperbuatnya. Sedikit-sedikit orang lain yang dituding berbuat salah. Padahal kesalahan itu belum tentu diperbuat oleh orang tersebut. Pemimpin menyalahkan bawahan dan selalu menganggap bawahan salah. Seorang teman suka menyalahkan pendapat temannya yang lain. Dengan kata-kata: kamu salah, kalian salah, bodoh, sombong dan kata makian dan kutuk. Kenyataan dalam keluarga juga terjadi. Istri selalu menyalahkan suami dan menganggap suami tidak becus dalam bekerja. Suami sering menyalahkan istrinya dan menganggap istrinya malas kerja. Orang tua selalu menyalahkan anak-anak dan menanggap anak mereka itu suka memberontak. Kakak menyalahkan adik, adik menyalahkan kakak. Memang ada orang-orang yang sifatnya suka menyalahkan orang lain. Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena: 1) tidak memahami pendapat orang lain. 2) sal

Devotion 73 : BERHALA

Gambar
Devotion 73 - Dr. Heintje Kobstan "BERHALA" Bacaan: 1Yohanes 5 Ketertarikan kita pada suatu hal seperti artis, benda, atau hobi apa saja yang seakan-akan membawa seluruh fokus hidup kita hanya kepada hal itu saja. Perhatian kita tidak bisa menjauh dari hal itu. Ini bisa diumpamakan sebagai berhala. Berhala adalah wujud atau benda atau sesuatu yang diidolakan, dipuja, disembah selain Tuhan. Oleh karena itu Yohanes mengingatkan kepada kita agar waspada terhadap segala berhala. Kata waspada (phylasso) artinya berjaga-jaga seperti prajurit yang bertugas jaga, yang selalu berawas-awas. Mengapa harus waspada seperti prajurit? Seluruh dunia sudah berada dibawah kuasa si jahat. Sebagai orang percaya, kita berasal dari Allah. Kita hanya sementara di dunia ini. Yang mengalahkan dunia adalah iman kita. Oleh karena itu, si jahat menggunakan berhala agar supaya bisa menaklukkan kita. Berhala bisa membuat kita mendua hati. Akhirnya menjadi ragu dan bisa terhanyut dalam daya tarik dunia

KEBANGGAAN

Gambar
Sebuah Perenungan - Dr. Heintje Kobstan "KEBANGGAAN" Dalam hidup ini hal-hal yang bisa dibanggakan adalah yang bersifat materi. Kita bangga karena apa yang kita pakai. Handphone yang baru dan canggih, tas bermerek, mobil yang baru, rumah baru dan lain sebagainya. Kita bangga kalau bisa lebih dari orang lain. Bahkan ada istilah, lebih baik kalah nasi daripada kalah aksi. Seringkali kebanggaan kita akan berubah menjadi kesombongan. Kita menampilkan apa yang ada pada kita agar orang lain bisa melihat dan menyatakan strata hidup kita. Kita bisa menampilkan siapa kita, apa yang kita punya, menceritakan dengan lebih tentang siapa kita untuk menyatakan kepada orang lain bahwa kamu tidak sebanding dengan saya. Padahal kebanggaan terhadap yang lahiriah berupa materi itu punya waktu. Apa yang kita pakai perlahan akan usang dan ketinggalan zaman, rumah yang kita huni akan menjadi kuno pada waktunya, bahkan kalau kita bangga dengan penampilan kita itupun akan berubah seiring waktu. Ki

Devotion 72 : ROH YANG DIDALAMMU

Gambar
Devotion 72 - Dr. Heintje Kobstan "ROH YANG DIDALAMMU" Bacaan: 1Yohanes 4 Saya pernah menonton tayangan di tv tentang dunia gaib, uji nyali, dan yang berbau mistis dimana ada orang-orang yang dirasuk setan berperilaku seperti binatang. Dalam kehidupan keseharian pun banyak orang secara tidak sadar di kuasai oleh roh jahat. Perilaku mereka penuh dengan kejahatan, amarah, dengki, penipuan, seperti binatang, tidak percaya Tuhan Yesus dan firman Allah. Bahkan banyak yang mengaku Kristen tapi tetap bersekutu dengan setan, berprilaku seperti setan. Yohanes mengingatkan kembali tentang ajaran sesat agar pembaca tidak tertipu dan mudah percaya kepada setiap roh. Seringkali dalam pengalaman spiritual, kita berasumsi bahwa itu berasal dari Allah. Ketika terjadi fenomena spiritual, kita mudah terpukau dan percaya, apalagi ketika terjadi nubuatan, manifestasi roh, tanda-tanda ajaib. Padahal Alkitab berkata, ujilah setiap roh karena iblis pun menyamar sebagai malaikat terang. Pengalam