Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2017

Devotion 885 : TINGGALKAN PRILAKU KEFASIKAN

Gambar
Devotion 885 - Dr. Heintje Kobstan TINGGALKAN PRILAKU KEFASIKAN Bacaan: Mazmur 52 Ketika Daud melarikan diri dari Saul, maka sampailah ia di tempat imam Ahimelekh bin Ahitub di Nob (1Sam.21). Karena tidak ada perlindungan dan bekal, maka dengan tipu daya ia membuat imam Ahimelekh membekalinya dengan roti kudus dan pedang Goliat. Namun ternyata disitu ada juga pegawai Saul yang dikhususkan untuk melayani TUHAN, yaitu Doeg orang Edom, pengawas  atas gembala-gembala Saul. Melihat kejadian ini, Doeg melaporkan kepada Saul. Karena laporan Doeg maka Ahimelekh berserta keluarganya dan para imam di Nob pun dibunuh oleh Saul melalui tangan Doeg karena pegawai raja tidak mau membunuh para imam (1Sam.22:9-20). Ketika mendengar kabar ini, Daud pun mengecam apa yang telah dilakukan oleh Doeg melalui mazmur ini. Karena hasutan Doeg maka Saul pun bertindak sadis dan Doeg yang menjadi pelaksananya. Daud mengajukan dakwaan berat melawan Doëg di hadapan pengadilan sorga, sama seperti Doëg telah meng

Devotion 884 : PENGAMPUNAN DOSA

Gambar
Devotion 884 - Dr. Heintje Kobstan PENGAMPUNAN DOSA Bacaan: Mazmur 51 Tidak ada satu manusia di dunia ini yang kebal terhadap godaan dosa. Sifat dan kuasa dosa telah mencengkeram kehidupan manusia. Berbagai keinginannya hanya untuk memuaskan hawa nafsu keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup. Apa yang diinginkan manusia telah membuatnya terseret dan terpikat olehnya, sehingga ketika keinginan itu telah dibuahi (dilakukan) maka akan melahirkan dosa dan apabila dosa itu sudah matang maka ia akan melahirkan maut. Dosa mengakibatkan putusnya hubungan antara manusia dengan Tuhan dan manusia hidup dalam kehinaan karena telah kehilangan kemuliaan Allah. Daud seorang raja yang besar, ternama dan disegani akhirnya terpikat dan terjerat oleh keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup. Ia jatuh dalam perzinahan dengan Batsyeba dan akhirnya ia membunuh Uria, suami Batsyeba. Dosa hanya akan menimbulkan kekacauan bahkan hilangnya damai sejahtera dalam hidup seseorang. Ke

Devotion 833 : SIKAP HATI YANG BENAR

Gambar
Devotion 883 - Dr. Heintje Kobstan SIKAP HATI YANG BENAR Bacaan: Mazmur 50 Mazmur ini merupakan suatu pernyataan tentang pengadilan Allah yang dengan pedas mengecam ibadah lahiriah belaka, serupa dengan kecaman yang banyak dilontarkan para nabi. Allah menyatakan diriNya sebagai Hakim untuk mengadili umatNya. Mereka adalah orang-orang yang dikasihiNya, yang mengikat perjanjian denganNya berdasarkan korban sembelihan. Ia berurusan dengan orang-orang yang mengaku sebagai anak-anak gereja, untuk menginsafkan mereka akan dosa dan kebodohan mereka dalam memberlakukan agama sebatas upacara-upacara lahiriah, dan mengabaikan hubungan yang benar dengan Tuhan. Umat Allah pada waktu itu hanya menjalankan ibadah secara lahiriah saja. Mereka mengira dengan semua yang mereka korbankan dalam ibadah untuk Tuhan, diperkenan olehNya? Semua persembahan, semua pelayanan, tata cara ibadah, ornamen dan pernak-pernik ibadah, penataan sound system, jenis musik, kostum, lighting, dan lain sebagainya apakah

Devotion 882 : MENYUAP MAUT?

Gambar
Devotion 882 - Dr. Heintje Kobstan MENYUAP MAUT? Bacaan: Mazmur 49 Mazmur 49 adalah pelajaran moral yang dipersiapkan untuk semua bangsa. Di seluruh bagian mazmur ini terkandung maksud mendidik, sesuai dengan maksud para penulis Hikmat. Manusia ingin meraih dan menikmati kebahagiaan dalam hidupnya. Mereka berpikir bahwa dengan harta, mereka dapat meraih dan menikmati kebahagiaan itu. Mereka berusaha sekuat tenaga, mengorbankan segalanya termasuk keluarga untuk mendapatkan harta. Betapa sia-sianya mengandalkan kekayaan dan sifat sementara dari segala sesuatu yang bisa ditawarkan dunia ini. Pemazmur menyatakan bahwa orang yang hidupnya terdiri atas harta berlimpah-limpah dan kesenangan dan kemasyhuran duniawi dan bukan mencari Allah dan kerajaanNya, akan musnah. Mereka yang mengandalkan harta kekayaan tidak dapat membeli kehidupan. Mungkin mereka bisa berbahagia karena menikmati semua yang mereka punya. Tetapi ketika mereka diperhadapkan dengan kematian dan penghukuman kekal maka har

Devotion 881 : ALLAH PELINDUNG UMATNYA

Gambar
Devotion 881 - Dr. Heintje Kobstan ALLAH PELINDUNG UMATNYA Bacaan: Mazmur 48 Mazmur ini menegaskan kembali tentang keberadaan Zion sebagai kota Allah. Gunung Zion, atau juga dieja sebagai bukit Sion (dari Bahasa Ibrani: ציון, Tziyyon, Bahasa Arab: صهيون "Ṣahyūn") adalah bukit di mana kota Yerusalem berdiri. Kota Yerusalem adalah kesukaan semua orang Yahudi sejati sebagai jantung agama sebagai kota suci dan pusat bangsa mereka dan kediaman raja Israel. Yerusalem dengan Bait Allahnya adalah lambang kehadiran Allah sebagai Raja mereka. Selama Yerusalem dan Bait Allahnya ada, maka mereka meyakini bahwa Allah juga hadir menyertai dan memberkati mereka (ayat 2-4). Trilogi yang dimulai dari Mazmur 46 dengan penekanan pada keyakinan kepada Allah, di sini diakhiri dengan nada yakin yang serupa. Konsep tentang Allah sebagai Tempat Perlindungan (Benteng) dalam Mazmur 46 dan sebagai Raja dalam Mazmur 46 dan 47 disatukan dalam mazmur ini. Faktanya bahwa ada suatu latar belakang sejara

Devotion 880 - RAJA KEMULIAAN

Gambar
Devotion 880 - Dr. Heintje Kobstan RAJA KEMULIAAN Bacaan: Mazmur 47 Joy to the world! The Lord is come Let earth receive her King Let every heart Prepare Him room..... Penggalan lagu Joy to the world ini menyatakan bahwa Sang Raja kemuliaan, Yesus Kristus Tuhan telah datang ke dalam dunia. Adanya suatu kesukaan bagi seluruh umat Tuhan bahkan bagi seluruh bangsa-bangsa di dunia akan hadirnya seorang Raja yang besar atas seluruh bumi. Mazmur ini membawa umat Tuhan masuk dalam pengertian eskatologis. Pemahaman awal bahwa mazmur ini ditulis pada waktu tabut Allah dibawa naik ke bukit Zion (ay.6). Namun ternyata melebihi pemahaman itu, bahwa Allah telah hadir di dalam dunia menjadi manusia yaitu dalam diri Yesus Kristus. Dia melakukan tugas untuk menyatakan tentang Kerajaan Allah yang telah hadir di muka bumi dan melakukan misi penyelamatan umat manusia. Dia menyelesaikan misiNya dengan mati di kayu salib. Dia ditinggikan sebagai Raja diantara bangsa-bangsa. Pada hari ketiga, Dia ba

Devotion 879 : PENJAMIN DAN PELINDUNG KEHIDUPAN

Gambar
Devotion 879 - Dr. Heintje Kobstan PENJAMIN DAN PELINDUNG KEHIDUPAN Bacaan: Mazmur 46 Pada zaman dulu untuk menghindari ancaman musuh maka suatu kota perlu dibangun benteng dan menara-menara penjaga. Walau benteng itu sangat kokoh tetapi pada akhirnya bisa juga ditaklukkan. Manusia cenderung untuk mempertahankan diri dari setiap ancaman dan malapetaka. Ada banyak hal yang menakutkan yang bisa menimpa manusia, seperti peperangan, bencana alam, sakit penyakit, kemiskinan, SARA, dan berbagai kejahatan bahkan berbagai persoalan hidup. Manusia sangat rentan terhadap semua ancaman dan malapetaka tersebut diatas. Pada siapa manusia harus berlindung? Kepandaiannya, kekayaannya, kedudukannya, sesamanya, atau persenjataannya? Tidak ada yang dapat meluputkan manusia dari itu semua. Karena itu mazmur ini memberi penyataan bahwa: 1) Hanya pada Tuhan saja ada kuasa dan kekuatan untuk menghadapi ketidakpastian dan kesengsaraan hidup ini. Kepastian hanya ada pada Tuhan saja. Tuhan adalah tempat pe

Devotion 878 : MEMPELAI KRISTUS

Gambar
Devotion 878 - Dr. Heintje Kobstan MEMPELAI KRISTUS Bacaan: Mazmur 45 Mazmur ini adalah nyanyian kasih, mengenai kasih yang kudus antara pasangan mempelai yang disatukan dalam pernikahan kudus. Mazmur ini dibuat untuk pernikahan raja, barangkali aslinya diciptakan untuk pernikahan salah seorang raja Israel, misalnya Salomo, Yerobeam II atau Ahab (yang memang menikah dengan seorang puteri Tirus, 1Ra 16:31). Tetapi dalam tradisi Yahudi dan Kristen, mazmur ini bukan hanya untuk pernikahan raja tetapi dimaknai secara rohani. Arti rohaninya yaitu tentang  "pernikahan" Allah dengan umatNya dan "pernikahan" Raja-Mesias dengan jemaatNya, atau Kristus dengan gerejaNya. Sifat mesianik mazmur ini nampak melalui karakteristik raja yang digambarkan di sini: [1] Sang Raja bersifat kekal, Ia telah diberkati Allah untuk selama-lamanya (ay.3); [2] Sang Raja bersifat Ilahi, takhtanya adalah milik Allah sendiri (ay.7);  [3] Sang Raja adalah puncak keagungan manusia, ia terelok di

Devotion 877 : ORANG BENAR YANG MENDERITA

Gambar
Devotion 877 - Dr. Heintje Kobstan ORANG BENAR YANG MENDERITA Bacaan: Mazmur 44 Nyanyian pengajaran (Maaschil) ini dituliskan berdasarkan tradisi (ajaran) lisan maupun dalam pembacaan Kitab-kitab Suci yang dibacakan di hadapan orang banyak pada hari-hari raya keagamaan. Sehingga ingatan akan perbuatan-perbuatan perkasa Allah pada zaman dahulu dilestarikan. Pemahaman sejarah melalui tradisi ini sangat efektif, sebab Allah dikenal paling baik melalui apa yang telah diperbuatNya. Dalam mazmur ini, Pemazmur mengungkapkan akan kisah Allah yang melalukan perbuatan-perbuatan besar bagi Israel tetapi kemudian dilanjutkan dengan ratapan karena Tuhan membuang dan melupakan mereka. Adanya kemungkinan bahwa mazmur ini dihubungkan dengan dimusnahkannya kota Yerusalem dan bait Allah dalam th 587 SM. Kejatuhan yang membuat Israel menderita terjadi karena mereka tidak lagi mengutamakan Allah. Ketika Allah murka kepada umatNya, maka orang benar yang ada di tengah umat yang tidak setia itu akan mera

Devotion 876 : TUHAN YANG MELUPUTKAN DARI MALAPETAKA

Gambar
Devotion 876 - Dr. Heintje Kobstan TUHAN YANG MELUPUTKAN DARI MALAPETAKA Bacaan: Mazmur 43 Dalam mazmur ini, ada beberapa kesamaan dengan mazmur sebelumnya. Ketika Pemazmur menghadapi masalah yang sama maka ia kembali menggunakan metode yang sama, sebagai cara yang “probatum est – sudah terbukti.” Seperti Kristus yang mempunyai roh yang tak terbatas tetapi juga mengucapkan doa yang sama pada satu kesempatan (Mat.26:44). Dalam mazmur ini, Daud berseru kepada Allah, dengan iman dan doa, sebagai Hakimnya, kekuatannya, Penuntunnya, sukacitanya, dan pengharapannya, dengan perasaan-perasaan dan ungkapan-ungkapan yang sesuai. Dalam mazmur ini, Daud mengakui bahwa: Tuhan adalah hakimnya yang akan membela perkaranya dengan adil di hadapan para musuhnya. Daud tahu bahwa penghakiman yang adil itu hanya ada di pengadilan Allah bukan manusia. Barangsiapa yang mempunyai perkara yang jujur boleh berharap bahwa Allah akan memperjuangkan perkaranya. Daud mengakui bahwa Tuhan adalah kekuatannya. Dia

Devotion 875 : HASRAT KEPADA TUHAN

Gambar
Devotion 875 - Dr. Heintje Kobstan HASRAT KEPADA TUHAN Bacaan: Mazmur 42 Nada mazmur ini sangat mirip dengan Mazmur 63, dan oleh sebab itu kita dapat menduga bahwa mazmur ini ditorehkan oleh tangan yang sama dan pada suatu peristiwa tertentu yang sama atau serupa. Mazmur ini merupakan cerminan hati Pemazmur tentang hasratnya yang sedemikian kuat kepada Tuhan. Hasrat ini terus bertumbuh seiring dengan pertumbuhan keyakinan dan harapannya yang tidak pudar melintasi berbagai problematika kehidupan. Hasrat ini merupakan tekanan batin yang rindu akan Allah. Pemazmur merindukan Tuhan dengan hasrat yang sedemikian besar, seperti rasa rindu yang tak terbendung ketika terpisah dari orang-orang yang Anda cintai. Kalimat, "Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah", diumpamakan sebagaimana anak rusa betina (bukan anak rusa jantan - Wycliffe) tidak dapat menyembunyikan rasa hausnya, demikian juga Pemazmur tidak dapat menyembunyika

Devotion 874 : KEMURAHAN HATI

Gambar
Devotion 874 - Dr. Heintje Kobstan KEMURAHAN HATI Bacaan: Mazmur 41 Orang lemah dan tak berdaya mendapatkan perhatian khusus dari Tuhan. Bagi mereka yang menaruh belas kasihan kepada orang lemah dan tak berdaya, akan mendapatkan anugerah Tuhan. Anugerah itu berbicara tentang Tuhan akan meluputkannya dari segala kecelakaan, Tuhan akan melindungi dan memelihara jiwanya, musuh-musuhnya tidak dapat menjamah hidupnya dan ia akan hidup dalam kebahagiaan. Janji Allah bahwa Ia akan menolong dan menghibur orang-orang yang memperhatikan orang lemah dirumuskan kembali oleh Tuhan Yesus dalam ucapan bahagia, yaitu: "Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan" (Mat 5:7). Kemurahan hati seperti apa yang dituntut dari kita? Yaitu, memperhatikan orang yang lemah atau sedang menderita, baik dalam pikiran, tubuh, maupun harta benda. Kita harus memperhatikan orang yang lemah dengan berhikmat. Artinya, kita sendiri harus belajar dari kemiskinan dan penderitaa

Devotion 873 : NYANYIAN DARI TUHAN

Gambar
Devotion 873 - Dr. Heintje Kobstan NYANYIAN DARI TUHAN Bacaan: Mazmur 40 Mazmur ini berbicara tentang pengalaman Daud ketika ia menanti-nantikan pertolongan Tuhan. Pekerjaan menanti merupakan hal yang membosankan tetapi justru dalam penantian itu terkandung suatu pengharapan. Pengharapan yang dapat berubah menjadi sukacita yang diserukan dalam nyanyian pujian kepada Tuhan. Dalam penantian itu, doa dan seruan Daud yang meminta pertolongan Tuhan terjawab sudah. Dimana Tuhan mengangkatnya dari lubang kebinasaan dan menaruhnya dibukit batu keselamatan. Pertolongan Tuhan telah mengubah kematian menjadi kehidupan, kutuk menjadi berkat dan pengharapan menjadi kenyataan. Daud menyatakan pengalaman pertolongan Tuhan ini lewat lagu pujian kepada Tuhan. "Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita. Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada TUHAN." (Ay.3). Melalui pengalaman tersebut, Daud dibawa kedalam suatu dimensi baru pujian kepada

Devotion 872 : PERHATIKAN PERKATAANMU

Gambar
Devotion 872 - Dr. Heintje Kobstan PERHATIKAN PERKATAANMU Bacaan: Mazmur 39 Dalam beberapa penafsiran berkata bahwa mazmur ini ditulis saat ia berada dalam penderitaan dan merupakan lanjutan dari mazmur sebelumnya. Ada pendapat bahwa mazmur ini ditulis saat kematian salah seorang kerabat atau kawan Daud sehingga disebut mazmur pemakaman. Tetapi juga disaat yang bersamaan dia sedang menderita sakit dan penyakitnya cukup berat. Dan juga para musuhnya sedang berusaha mencari cara untuk melawan dan melihat kejatuhannya. Dalam mazmur ini, Daud berusaha untuk menjaga lidahnya agar tidak salah menggunakannya. Mungkin ia tergoda untuk mengeluh karena orang fasik, seperti Ayub yang hampir tergoda untuk menyalahkan Tuhan. Tetapi Daud punya ketetapan hati untuk tidak berdosa dengan perkataannya dalam pergumulan antara penderitaan dan kesabaran. Walau ia bisa mengekang lidahnya tetapi hatinya terus bergejolak.  Semakin sedikit dia berbicara, semakin dalam dan hangat pula pikirannya. Memendam p

Devotion 871 : ADA KEBAIKAN DI DALAM PENDERITAAN

Gambar
Devotion 871 - Dr. Heintje Kobstan ADA KEBAIKAN DI DALAM PENDERITAAN Bacaan: Mazmur 38 Ketika kita membaca mazmur ini, maka kita akan menemui kata-kata atau rangkaian kalimat mengenai sakit, dosa dan hukuman Tuhan. Kala itu Daud sedang berjuang dengan penderitaannya yang disadarinya berasal dari dosa dan kesalahannya. Penderitaan sakit yang ia alami membuat dia merendahkan diri dan mengalami hidup dalam pertobatan. Pada saat yang bersamaan, dia tengah ditinggalkan oleh kawan-kawannya dan diburu oleh musuh-musuhnya. Jadi, mazmur ini berisikan kesesakan yang mendalam dan bencana-bencana yang rumit. Melalui mazmur ini, pemazmur sedang menyatakan kepada kita tentang 2 dampak ketika kita berbuat dosa setelah kita mengenal dan mengalami kasih karuniaNya. 1. Kemarahan dan hukuman ilahi. Ajaran bahwa Allah senantiasa mengampuni dan melupakan dosa tanpa mendisiplin orang percaya yang bertobat bukan ajaran alkitabiah. Walaupun sudah ada pengampunan namun masih ada akibat yang mengikuti (2Sam

Devotion 870 : DUA HASIL SUKSES

Gambar
Devotion 870 - Dr. Heintje Kobstan DUA HASIL SUKSES Bacaan: Mazmur 37 Mungkin dalam hidup ini kita mempertanyakan mengapa mereka yang tidak percaya Yesus, mereka yang berbuat jahat, hidup dalam kegelapan tetapi mereka bisa hidup baik, berhasil, makmur dan sejahtera? Sedangkan kita orang percaya Tuhan yang telah menerima janji berkat dan anugerah hidup biasa-biasa saja, kadang lebih tetapi mungkin lebih banyak kurangnya. Sehingga dengan melihat fakta yang ada muncul keragu-raguan terhadap janji Tuhan atau malah timbul rasa marah dan iri hati kepada mereka. Dalam mazmur pengajaran (maschil) ini, kita akan melihat perbandingan hidup orang fasik dan orang benar. Memang benar bahwa setiap orang yang bekerja keras akan menikmati hasil upayanya. Mereka orang fasik mungkin telah bekerja lebih keras dengan menghalalkan segala cara untuk mencapai itu semua dibandingkan orang benar. Karena seringkali orang benar hidup terlena dengan janji-janji Tuhan dan tidak berusaha bekerja menggapai janji

Devotion 869 : TERANG MENGALAHKAN KEGELAPAN

Gambar
Devotion 869 - Dr. Heintje Kobstan TERANG MENGALAHKAN KEGELAPAN Bacaan: Mazmur 36 Dalam hidup ini hanya ada 2 pilihan, hidup dalam kegelapan atau hidup dalam terang dan tidak ada zona abu-abu. Kecenderungan manusia dengan natur dosanya adalah hidup dalam kegelapan. Dosa kefasikan menolak akan adanya terang karena terang akan membongkar segala kejahatan dalam kegelapan. Rasa takut kepada Allah tidak ada lagi dalam kehidupan mereka, dan perbuatan dosa telah dirancangkan dalam hati orang fasik. Dosa telah merasuk dan menguasai hati orang fasik sehingga setiap tindakan mereka adalah tindakan kejahatan dan pemberontakan kepada Tuhan. Untuk melawan kegelapan yang menguasai kehidupan orang fasik maka terang harus dihadirkan. Ketika terang itu hadir maka kegelapan akan sirna. (Ay.36:9) "Sebab pada-Mu ada sumber hayat, di dalam terang-Mu kami melihat terang." "Hayat" mempunyai arti yang luas sekali: hidup bahagia, sejahtera dan aman sentosa. Menurut Amsal, "sumber h

Devotion 868 : JIKA TUHAN YANG BELA

Gambar
Devotion 868 - Dr. Heintje Kobstan JIKA TUHAN YANG BELA Bacaan: Mazmur 35 Kepada siapa manusia mencari keadilan? Pengadilan didunia tidak dapat memberikan keadilan yang sejati. Daud mengalami hal yang sama yaitu ketidakadilan dari penguasa yang seharusnya memberikan keadilan dan ketentraman kepadanya. Tetapi yang terjadi adalah Daud dikejar-kejar oleh penguasa yaitu ayah mertuanya sendiri untuk dibunuh. Sehingga dalam kesesakannya, ia memohon pertolongan kepada Tuhan saja. Dalam mazmur ini, Daud berseru kepada Hakim segala hakim, Hakim atas langit dan bumi yang adil untuk melawan musuh-musuhnya yang membenci dan mengejar-ngejar dia. "Berbantahlah, TUHAN, melawan orang yang berbantah dengan aku, berperanglah melawan orang yang berperang melawan aku!" Dalam kalimat seruan ini, Daud menyatakan bahwa Tuhan adalah Pembela hidupnya dan juga Panglima perang yang akan melawan para musuh-musuhnya. Daud tidak mengandalkan kekuatannya atau orang-orang yang beserta dengannya tetapi i

Devotion 867 : KEMALANGAN ORANG BENAR

Gambar
Devotion 867 - Dr. Heintje Kobstan KEMALANGAN ORANG BENAR Bacaan: Mazmur 34 Mazmur ini ditulis oleh Daud ketika ia dalam pelarian menghindari kejaran Saul. Daud yang menjadi musuh Saul melarikan diri dari suatu tempat persembunyian ke tempat persembunyian lainnya. Dan kemudian sampailah ia kepada Akhis yang dalam pasal ini disebut Abimelekh raja kota Gat. Daud menjadi ketakutan ketika para pegawai Akhis mengenalinya dan berkata kepada tuannya: "Bukankah ini Daud raja negeri itu? Bukankah tentang dia orang-orang menyanyi berbalas-balasan sambil menari-nari, demikian: Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa?" Dalam ketakutan, Daud berpura-pura menjadi orang gila sehingga Akhis pun melepaskannya. Daud seorang yang dipuja puji, terhormat namun kemudian menjadi buronan dan demi keselamatan jiwanya ia pun menjadi seperti orang gila. Jika seandainya Anda menjadi Daud, bagaimanakah Anda meresponi semua kejadian itu? Mungkin sebagian besar akan berkata seper

Devotion 866 : KEBAHAGIAAN SEJATI

Gambar
Devotion 866 - Dr. Heintje Kobstan KEBAHAGIAAN SEJATI Bacaan: Mazmur 33 Orang yang berbahagia adalah mereka yang diampuni dosanya dan kesalahannya tidak diperhitungkan lagi. Kebahagiaan karena dibenarkan Tuhan dinyatakan lewat pujian syukur kepadaNya. Inti dan jiwa dari pujian syukur adalah sukacita kudus dan inilah yang ditekankan di sin kepada semua orang yang benar. Dan pujian syukur merupakan nafas dan bahasa dari sukacita yang kudus itu. Pujian yang dinyatakan oleh pemazmur merupakan pengagungan kepada firman Tuhan. Dalam pujian itu ada pernyataan tentang sifat dan karakter Tuhan, seperti Ketulusan, kesetiaan, kebenaran, keadilan, dan kasih setia, semua itu memberikan gambaran tentang Dia. Pujian syukur yang dinaikkan bukanlah sebagai pelengkap ibadah. Lewat pujian kita memperkatakan firman Tuhan bahwa apa yang dikatakan TUHAN melalui firmanNya adalah benar adanya. Itulah firman yang menciptakan dan mengatur dunia dan alam semesta. Firman yang menyatakan kasih setiaNya kepada

Devotion 865 : MEREKA YANG BERBAHAGIA

Gambar
Devotion 865 - Dr. Heintje Kobstan MEREKA YANG BERBAHAGIA Bacaan: Mazmur 32 Maschil atau nyanyian pengajaran ini ditulis oleh Daud untuk mengajarkan tentang kebahagiaan hidup. Dan memang benar, dalam mazmur ini tidak ada hal lain yang lebih kita perlukan selain pengajaran tentang hakikat kebahagiaan yang sejati, yaitu hal apa saja yang membawa kebahagiaan dan jalan mana yang harus ditempuh untuk mencapainya – apa yang harus kita lakukan agar kita bisa berbahagia. Melalui mazmur ini kita bisa melihat bahwa orang yang berbahagia adalah mereka yang diampuni dosanya dan kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan dan jiwanya pun tulus dan murni. Apa yang diajarkan Daud melalui mazmur ini ternyata erat kaitannya dengan Injil. Rasul Paulus memberi tahu kita bahwa Daud dalam mazmur ini menyebut “berbahagia orang yang dibenarkan Allah bukan berdasarkan perbuatannya” (Rm. 4:6). Tentunya orang yang berdosa akan bersukacita dalam kebahagiaan karena Tuhan mengampuninya. Perhatikan empat kata pengg

Devotion 864 : JAMINAN KESELAMATAN

Gambar
Devotion 864 - Dr. Heintje Kobstan JAMINAN KESELAMATAN Bacaan: Mazmur 31 Mazmur ini adalah doa yang amat pribadi yang mengungkapkan kesusahan dan ratapan karena musuh (ay.5,9), penyakit (ay.10-11), dan ditinggalkan teman-teman (ay.12-14). Diduga Daud menulis mazmur ini ketika ia sedang dikejar-kejar oleh Saul. Beberapa bagian di dalam mazmur ini secara khusus cocok dengan kejadian saat Daud dengan susah payah meloloskan diri di Kehila (1 Sam. 23:13), kemudian di padang gurun Maon, ketika Saul bergerak menuju satu sisi bukit sementara Daud berada di sisi lainnya, dan tidak lama setelah itu, di dalam gua di padang gurun En-Gedi. Mazmur ini berisi perpaduan antara doa, puji-pujian, dan pengakuan akan keyakinan di dalam Allah. Daud menyatakan keyakinannya kepada Allah dengan penuh sukacita, dan dengan keyakinan ini, ia berdoa agar ia dibebaskan dari masalah yang sedang dihadapinya. Iman dan doa harus berjalan bersama-sama. Siapa percaya, biarlah dia berdoa – Aku percaya, sebab itu aku

Devotion 863 : BERSYUKUR KEPADA TUHAN

Gambar
Devotion 863 - Dr. Heintje Kobstan BERSYUKUR KEPADA TUHAN Bacaan: Mazmur 30 Pada umumnya ketika seseorang atau satu keluarga menempati rumah baru, mereka akan mengadakan ibadah syukur kepada Tuhan. Dalam ibadah syukur itu mereka memohon agar Tuhan selalu melindungi dan menyelamatkan baik seluruh penghuni maupun rumah dan isinya. Bagi orang Yahudi, ada sebuah kebiasaan yang baik walaupun tidak ditegaskan dalam adat istiadat mereka. Kebiasaan itu diizinkan atau tidak dilarang dan diterima yaitu ketika selesai membangun rumah baru, mereka mengadakan upacara peresmiannya di hadapan Allah (Ul. 20:5, bis). Mazmur ini ditulis oleh Daud dan dinyanyikan pada waktu ibadah syukur peresmian istana barunya. Walau ada pendapat, bahwa ini ditulis pada saat Daud disembuhkan dari suatu penyakit yang mematikan, yang mungkin terjadi pada waktu yang hampir bersamaan dengan pentahbisan rumahnya tersebut. Namun ada juga yang berpendapat bahwa mazmur ini ditulis oleh Daud pada masa tuanya, ketika ia sele