Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2018

Devotion 975 : BERSEMBUNYI DALAM HADIRAT TUHAN

Gambar
Devotion 975 - Dr. Heintje Kobstan BERSEMBUNYI DALAM HADIRAT TUHAN Bacaan : Mazmur 142 Tekanan, penderitaan bahkan sampai pada persekusi bisa terjadi pada mereka yang bukan dalam kelompoknya. Pemazmur telah mengalami hal yang sama ketika dikejar Saul, dikejar-kejar musuh untuk dihancurkan (ay. 4-5). Ke mana pun ia pergi, di situ musuh memasang jerat. Pemazmur merasa lelah untuk berlari terus (ay. 4, 7), sementara ia harus tetap waspada terhadap perangkap busuk musuh. Ia merasa sendirian menghadapi para musuh (ay. 142:5). Ia merasa seperti di penjara (ay. 142:8). Sangatlah memalukan bagi prajurit yang begitu hebat, bagi pengawal istana yang begitu hebat, untuk melarikan diri seperti itu demi menyelamatkan dirinya. Juga, sangatlah mengerikan untuk dikejar-kejar dengan sedemikan ganas seperti itu, dan setiap saat berhadapan dengan maut. Dalam menghadapi hal ini, Pemazmur hanya berdoa dan bersembunyi di dalam gua. Ia tidak dapat menghadapi musuhnya secara fisik karena mereka terlalu ku

Devotion 974 : HIDUP YANG BERSERAH PADA KEHENDAK TUHAN

Gambar
Devotion 974- Dr. Heintje Kobstan HIDUP YANG BERSERAH PADA KEHENDAK TUHAN Bacaan : Mazmur 141 Pemazmur menyadari bahwa doa itu seperti persembahan ukupan yang terus menerus harus dinaikkan kepada TUHAN. Ukupan ialah getah harum atau bahan lain yang menghasilkan bau wangi-wangian bila dibakar dan digunakan khususnya dalam upacara keagamaan; wangi-wangian atau asap yang timbul daripadanya. Ukupan yang dipersembahkan itu tidak boleh sembarangan campurannya karena semua ditentukan oleh TUHAN. Begitu juga dengan doa yang dinaikkan bukan berdasarkan keinginan kita tetapi berdoa menurut kehendak TUHAN. Sedangkan jika kita berbicara tentang persembahan korban pada waktu petang dimana Pemazmur menyatakannya dengan mengangkat tangan. Korban petang berupa anak domba yang berumur setahun yang dipersembahkan setiap hari. Korban ini menyenangkan hati TUHAN , suatu korban api-apian bagi TUHAN atau an offering made by fire unto LORD. Offering made by fire (hva 'eshshah), merupakan suatu bentuk

Devotion 973 : BERLINDUNG PADA TUHAN

Gambar
Devotion 973- Dr. Heintje Kobstan BERLINDUNG PADA TUHAN Bacaan : Mazmur 140 Kejahatan terjadi karena manusia berusaha untuk memenuhi keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup. Karena fokusnya untuk mendapatkan semua kesenangan duniawi yang ditimbulkan oleh keinginan-keinginan itu maka segala cara akan dilakukan. Hati mereka telah dikuasai oleh ketamakan sehingga dari hati meluap kepada perkataan dan tindakan. Mereka tidak segan untuk menghancurkan apa yang baik demi memuaskan keinginan mereka. Pemazmur mengeluhkan hal ini dihadapan Tuhan karena ia merupakan target yang harus dihancurkan karena Saul menganggapnya sebagai ancaman bagi kedudukannya sebagai raja Israel. Pemazmur merasa sangat tertekan oleh kejaran Saul dan pengikutnya. Bukan saja tertekan tetapi merasa terancam dan terintimidasi oleh tindakah Saul. Mereka melakukan tindakan kekerasan, merancangkan kejahatan didalam hati, setiap hari mereka menghasut untuk berperang, lidah mereka tajam seperti ular berbisa,

Devotion 972 : PENCIPTA YANG AGUNG

Gambar
Devotion 972- Dr. Heintje Kobstan PENCIPTA YANG AGUNG Bacaan : Mazmur 139 Sehebat apapun manusia, tidak akan dapat menyamai TUHAN. Apakah ciptaan dapat mengalahkan Penciptanya? Sampai kapanpun tidak akan bisa. Manusia tidak akan bisa menyamai Allah. Bahwa Ia adalah TUHAN yang diam di sorga, jauh dari kediaman manusia di bumi karena itu Ia telah membiarkan manusia dan ciptaanNya berevolusi dalam tatanan yang telah Ia siapkan. Apakah Ia hanya Allah yang jauh (transenden) dan tidak berdiam ditengah umatNya (imanen)? Sehingga Ia tidak mempedulikan apa yang sedang terjadi dalam hidup umatNya? Pemazmur menyatakan bahwa Ia adalah Allah Pencipta yang begitu peduli terhadap ciptaanNya. Ia yang menyelidiki dan mengenal UmatNya secara pribadi. Ia mengetahui apa yang dilakukan oleh umatNya bahkan sampai kekedalaman hati tidak ada yang tersembunyi bagiNya. Kenapa demikian? Karena Ia yang menciptakan manusia dari yang tiada, Ia yang menenun manusia dengan tanganNya sendiri. Hal ini membuktikan b

Devotion 971 : BERSYUKUR DENGAN PENUH KEBERANIAN

Gambar
Devotion 971- Dr. Heintje Kobstan BERSYUKUR DENGAN PENUH KEBERANIAN Bacaan : Mazmur 138 Dalam kesesakan atau masalah yang dihadapi, manusia dapat menggunakan akal pikirannya untuk memecahkan masalah itu tetapi biasanya tidak mampu. Karena ketidakmampuan itu, maka mereka meminta pertolongan dari sesama yang lebih kuat ataupun lebih berkuasa darinya. Tetapi juga seringkali mereka tidak dapat menolong bahkan justru banyak yang menjerumuskan manusia ke lubang yang lebih dalam. Jika sesama tidak mampu menolong maka manusia akan mencari pertolongan kepada kuasa supranatural, pergi kedukun-dukun, pembaca mantera, peramal, atau bahkan para dewa atau allah-allah. Mazmur ini menceritakan pengalaman Pemazmur dalam menghadapi masa kesesakan. Dimana ia tidak mengandalkan kekuatannya sendiri, sesama ataupun para allah. Yang Pemazmur andalkan adalah TUHAN yang mengatasi segalanya. Sehingga karena pertolongan TUHAN kepadanya maka ia dengan berani bersyukur kepada TUHAN dihadapan para raja ataupun

Devotion 970 : SUKACITA SEJATI

Gambar
Devotion 970 - Dr. Heintje Kobstan SUKACITA SEJATI Bacaan : Mazmur 137 Manusia seringkali digerakkan oleh perasaan, jika perasaan lagi baik maka semuanya akan baik tetapi jika perasaan lagi kacau maka semua yang dilakukan akan kacau juga. Banyak hal yang dapat membuat suasana hati menjadi galau salah satunya adalah penderitaan. Orang yang menderita akan sangat sukar untuk dapat bersukacita. Dalam mazmur ini, terlihat orang Israel sedang mengingat penderitaan yang dialami oleh mereka ketika berada sebagai tawanan. Ketika mereka sedang berada dalam tawanan maka segala sukacita hilang karena tidak ada kebebasan untuk melalukan apa yang diinginkan mereka termasuk beribadah kepada TUHAN. Pemazmur ingat akan keadaan kaum buangan di Babel dahulu, bahwa tidak dapat beribadat semestinya di negeri asing. Mereka menangis di tepi sungai-sungai Babel. Tiada sukacita, tiada musik dan tari-tarian di sana. Bahkan penderitaan semakin bertambah selain karena memori mereka tentang Sion, para penyiksa

Devotion 969 : MERESPONI KASIH SETIA TUHAN

Gambar
Devotion 969 - Dr. Heintje Kobstan MERESPONI KASIH SETIA TUHAN Bacaan : Mazmur 136 Mazmur ini sangat unik karena berisi pengulangan disetiap kalimat kedua. Walaupun demikian, pengulangan itu bukannya hampa dari makna. Bagian yang diulang tersebut merupakan inti, dan pengulangannya menambah keindahan kidung ini dan membuatnya semakin hidup dan menggugah hati. Ini yang merupakan ciri khas dari mazmur ini. Mazmur ini dimulai dengan kisah penciptaan. Dari karya penciptaan, pemazmur meneruskan mensyukuri kasih setia Allah dengan menceritakan karya-Nya dalam sejarah permulaan Israel sampai pada masuknya Israel di tanah perjanjian. Berulang kali pemazmur menyatakan "bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya"; sebagai ungkapan bahwa segala sesuatu terjadi karena kasih setia-Nya yang menembus batas waktu, batas bangsa, dan batas alam. Anak kalimat yang diulang-ulangi ini mengajarkan kita bahwa kasih Allah adalah dasar dari semua tindakan-Nya demi kepentingan kita dan sumber

Kingdom Devotion 044 : JANJI YANG DIPERTANGGUNGJAWABKAN

Belajar dari Kejadian 44 https://youtu.be/ge5ive65Vwg

Kingdom Devotion 042 : MIMPI YANG TERLUPAKAN

Belajar dari Kejadian 42 https://youtu.be/iNa7sUFBavg

Kingdom Devotion 043 : DEWASA ROHANI

Belajar dari Kejadian 43 https://youtu.be/iNa7sUFBavg

Kingdom Devotion 041 : KELEGAAN SETELAH PENDERITAAN

Belajar dari Kejadian 41 https://youtu.be/18kveK1wBvE

Kingdom Devotion 040 : PROBLEM SOLVER

Belajar dari Kejadian 40 https://youtu.be/Ezj61VWOX98

Kingdom Devotion 039 : DILEMATIS SEBUAH GODAAN

Belajar dari Kejadian 39 https://youtu.be/ZVpOq4rLQKw

Kingdom Devotion 038 : HATI-HATI TERHADAP PERGAULAN

Belajar dari Kejadian 38 https://youtu.be/mzn4SOiuzac

Devotion 968 : HATI YANG MENYEMBAH

Gambar
Devotion 968 - Dr. Heintje Kobstan HATI YANG MENYEMBAH Bacaan : Mazmur 135 Banyak hal yang mempengaruhi manusia untuk tidak menyembah TUHAN, salah satunya adalah kesibukan dunia. Pengaruh dunia telah membuat manusia beralih fokus dari Tuhan kepada dunia. Keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup telah menguasai manusia saat ini. Semua itu merupakan pemenuhan atas manusia jasmaniah atau kehidupan daging belaka.  Bahkan mereka yang telah menyatakan dirinya sebagai pengikut Kristus dan telah melayaniNya pun bisa teralihkan juga. Karena itu, perlunya selalu diingatkan agar fokus hidup umat Tuhan harus kepada TUHAN dengan cara menyembahNya. Penyembahan bukan hanya sekedar bernyanyi nyanyian yang diketahui tetapi sikap hati yang murni dan mengasihiNya dengan tulus. Penyembahan itu terjadi sebagai tindakan syukur karena perbuatanNya yang ajaib atas umatNya. Dia yang telah menyelamatkan umatNya dari perbudakan di Mesir (perbudakan dosa) bahkan dari bangsa-bangsa yang ingin meng

Kingdom Devotion 037 : MENGIJINKAN PROSES PEMBERSIHAN DAN PEMBENTUKAN

Belajar dari Kejadian 37 https://youtu.be/mJmvqbas4ZQ

Devotion 967 : HIDUP YANG MENYEMBAH

Gambar
Devotion 967 - Dr. Heintje Kobstan HIDUP YANG MENYEMBAH Bacaan : Mazmur 134 Lima belas mazmur ziarah ini dalam bahasa Inggris disebut "Songs of Ascents" (yaitu "Nyanyian Pendakian" atau anak-anak tangga). Banyak orang percaya bahwa frasa "Nyanyian Pendakian" mengacu kepada mazmur-mazmur yang dinyanyikan orang Yahudi bersama-sama manakala mereka "naik" ke Yerusalem sebagai peziarah untuk merayakan hari raya kudus mereka. Pasal ini merupakan pasal terakhir dari 15 mazmur ziarah yang ada. Kedudukan nyanyian ini dalam kumpulan tersebut dan penyebutan ibadah malam hari menunjukkan bahwa mazmur ini dinyanyikan pada penutupan ibadah petang, kemungkinan dalam perayaan Pondok Daun. Nyanyian ziarah ini ditujukan untuk memberi semangat kepada para hamba-hamba Tuhan yang melayani pada malam hari di bait Allah. Mereka yang menjaga perkakas bait Allah dari kenajisan atau pencurian. Mereka juga berjaga-jaga untuk memastikan bahwa api di mezbah atau pelita d

Devotion 966 : KESATUAN HATI

Gambar
Devotion 966 - Dr. Heintje Kobstan KESATUAN HATI Bacaan : Mazmur 133 Mazmur ini hadir untuk menegaskan kembali bahwa dalam perjalanan ziarah ke Yerusalem dibutuhkan kesatuan hati. Setiap tahun mereka harus pergi ke Yerusalem untuk beribadah di bait Allah. Medan berat yang harus mereka jalani, membutuhkan tenaga dan upaya untuk bisa sampai ke Yerusalem. Sebab perjalanan ziarah sangat menguras tenaga, menyita sumber-sumber yang ada dan menuntut kesiagaan serta ketangguhan. Perjalanan yang berat jadi mudah dan menyukakan ketika terjadi saling topang dan saling hibur. Dalam kehidupan ini, kita pun sedang menjalani perjalanan ziarah untuk menuju kepada kehidupan kekal. Medan yang kita hadapi adalah keganasan dunia yang ingin menghalangi perjalanan kita. Kesatuan sebagai perwujudan kasih Tuhan ditengah-tengah umatNya akan membuat perjalanan ziarah ini terasa mudah. Namun perjalanan akan terasa sulit jika tidak ada kesatuan hati, punya agenda sendiri-sendiri, dan yang parahnya lagi tidak

Devotion 965 : MENEGAKKAN KERAJAAN ALLAH

Gambar
Devotion 965 - Dr. Heintje Kobstan MENEGAKKAN KERAJAAN ALLAH Bacaan : Mazmur 132 Pemazmur memulai dengan doa agar Allah mengingat kesesakan Daud. Penderitaan yang dimaksud di sini bukan mengacu ke masa-masa sebelum Daud menjadi raja, tetapi menunjuk ke perjuangan Daud untuk membawa tabut perjanjian ke Yerusalem dari Kiryat-Yearim. Daud telah bernazar untuk membangun tempat untuk menaruh tabut perjanjian itu di tempat kediaman Allah. Ini merupakan suatu kerinduan yang terbesar dari Daud. Kerinduan ini disertai perjuangan dan usaha untuk menghadirkan tabut perjanjian itu di Yerusalem dan mengumpulkan semua material untuk pembangunan Bait Allah. Namun dalam nyanyian ziarah ini, merupakan suatu peringatan kepada apa yang telah dilakukan oleh Daud. Ada kemungkinan mazmur ini ditulis oleh Salomo, untuk dinyanyikan pada upacara persembahan bait Allah yang dibangunnya sesuai dengan perintah Daud kepadanya. Tetapi pokok utama sajak ini ialah janji Tuhan kepada raja Daud. Janji itu dianggap

Devotion 964 : HIDUP BERINTEGRITAS

Gambar
Devotion 964 -  Dr. Heintje Kobstan HIDUP BERINTEGRITAS Bacaan : Mazmur 131 Pemazmur mengakui dihadapan Tuhan bahwa dirinya adalah pribadi yang rendah hati. Biasanya orang yang rendah hati tidak akan mengakui bahwa dirinya rendah hati atau tidak sombong. Justru orang sombong akan berkata, "Saya tidak sombong!" Apakah pemazmur sedang menyombongkan dirinya sebagai orang yang rendah hati? Mungkin bukan seperti itu, tetapi pengakuan ini adalah bentuk integritas Pemazmur dihadapan Tuhan. Hal ini juga dimaksudkan agar Tuhan dapat menguji sikap hati Pemazmur apakah benar sesuai dengan pengakuannya. Pemazmur juga menyatakan bahwa ia tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau terlalu ajaib baginya. Mungkin pada waktu itu,  Saul dan orang-orangnya memfitnah Daud bahwa ia ingin merebut takhta Saul. Dalam keadaan seperti itu, Daud melaporkan kepada Tuhan bahwa ia tidak menginginkan takhta itu. Siapakah dia yang berani menjadi raja? Kisah hidupnya yang dimulai dari penolakan oleh

Devotion 963 : BANGKIT KELUAR DARI LUBANG DOSA

Gambar
Devotion 963 -  Dr. Heintje Kobstan BANGKIT KELUAR DARI LUBANG DOSA Bacaan : Mazmur 130 Sebuah lagu yang sangat terkenal dengan syair "aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi...  aku tenggelam dalam lautan luka dalam... aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang... aku tanpamu butiran debu..." Hal yang hampir sama dialami oleh Pemazmur yaitu "dari dalam lubang aku berseru kepada-Mu,  ya TUHAN". Lubang disini bukanlah bermakna literal tetapi bahasa kiasan yang bukan berarti kemalangan dan malapetaka, tetapi kedosaan. Pemazmur terjerumus masuk dalam lubang dosa dan tidak dapat bangkit lagi dengan kekuatan dirinya sendiri. Pemazmur berseru kepada TUHAN  dan memohonkan pertolongan dari-Nya. Sebab jika TUHAN mengingat-ingat kembali akan kesalahan-kesalahan maka tidak akan ada satu orang pun yang dapat bertahan berdiri di hadapan-Nya. Tetapi TUHAN bukanlah manusia yang suka mengungkit-ungkit kesalahan masa lalu. TUHAN yang Pemazmur percayai adalah TUHAN yang suka men

Kingdom Devotion 036 : DIGENAPI WALAU TIDAK MUNGKIN

Belajar dari Kejadian 36 https://youtu.be/zLsEBKeG6Y8

Devotion 962 : DIA TAMPIL SEBAGAI PEMBELA

Gambar
Devotion 962 -  Dr. Heintje Kobstan DIA TAMPIL SEBAGAI PEMBELA Bacaan : Mazmur 129 Tidak diketahui dengan pasti kapan mazmur ini ditulis, ada yang memprediksi ini ditulis saat Israel menjadi tawanan di Babel atau mungkin saat mereka kembali. Tetapi apapun waktunya, Pemazmur menggambarkan bahwa musuh-musuh telah menyesahnya sejak dari masa muda. Adalah suatu penderitaan yang luar biasa dalam perjalanan ziarah kehidupan umat Tuhan di muka bumi ini. Tetapi walaupun penderitaan itu sangat berat tetapi Pemazmur menyatakan bahwa mereka tidak dapat mengalahkannya.... Mengapa demikian? Penderitaan apa yang dialami oleh Pemazmur terlihat dari dua metafora dipakai untuk mengilustrasikan penderitaan ini: bekas cambuk di punggung mereka disamakan dengan alur bajak; dan tali-tali para penindas mereka disamakan dengan tali untuk mengekang lembu. Tetapi, Tuhan menyatakan keadilan-Nya dengan memutuskan tali-tali itu dan membebaskan umat-Nya. Yang membuat Pemazmur dapat bertahan dan menang dari sem

Devotion 961 : BAHAGIA ITU SEDERHANA

Gambar
Devotion 961 -  Dr. Heintje Kobstan BAHAGIA ITU SEDERHANA Bacaan : Mazmur 128 Orang yang berbahagia adalah orang yang dapat menikmati hidup. Ungkapan ini bukanlah suatu kebenaran mutlak tetapi patutlah direnungkan kembali. Pemazmur menyatakan dengan sangat tegas tentang sumber bahagia yaitu berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! Hal ini berarti bahwa kita dapat menikmati kehidupan dengan penuh kebahagiaan asal kita hidup dalam takut akan Tuhan dan menuruti jalan yang ditunjukan-Nya. Ketika kita hidup dalam takut akan Tuhan maka tidak akan ada lagi tuduhan dosa yang ditujukan kepada kita. Dan dalam keadaan ini, kita menjadi manusia yang merdeka yang tidak dikekang oleh dosa dan ini merupakan suatu kebahagiaan sejati. Orang yang berbahagia adalah mereka yang dapat menikmati hasil jerih payah tangannya dengan seutuhnya. Orang yang hidup dalam ikatan dosa maka hasil jerih payah tangannya hanya akan memuaskan tubuh dosanya dan in

Devotion 960 : BERGANTUNG SEPENUHNYA PADA TUHAN

Gambar
Devotion 960 -  Dr. Heintje Kobstan BERGANTUNG SEPENUHNYA PADA TUHAN Bacaan : Mazmur 127 Mazmur ziarah ini ditulis atas nama Salomo, seorang raja yang sangat berhikmat sehingga mazmur ini penuh dengan hikmat tentang kehidupan. Tetapi apakah Salomo yang menuliskannya? Penafsir menyatakan bahwa mazmur ini dipersembahkan oleh ayahnya kepada Salomo karena ada rumah yang harus dibangun Salomo, ada kota yang harus dijaganya, dan ada benih yang harus dibangkitkannya untuk bapaknya, maka Daud mengarahkannya untuk memandang kepada Allah, dan untuk bergantung pada pemeliharaan-Nya, yang tanpa itu segala hikmat, perhatian, dan ketekunannya tidak akan berguna. Setiap orang bisa membangun sebuah rumah tetapi untuk mengisi dan menata rumah itu diperlukan hikmat. Kota dapat dibangun dengan megah tetapi jika tidak ada keamanan dan ketentraman didalamnya maka kota itu bisa hancur. Setiap orang diharuskan untuk bekerja tetapi tidak semua dapat menikmati hasilnya. Setiap keluarga pasti mendambakan ak

Devotion 959 : BUKAN HANYA MIMPI

Gambar
Devotion 959 -  Dr. Heintje Kobstan BUKAN HANYA MIMPI Bacaan : Mazmur 126 Mazmur ini berlatar belakang keadaan umat Israel yang baru kembali dari pembuangan dan mengalami banyak kesusahan. Mimpi menjadi kenyataan! Mereka keluar dari pengalaman pahit. Hati mereka diliputi sukacita dan sorak kegirangan. Bagi banyak orang, mimpi sering kali hanya sekadar ditawarkan angan-angan yang tidak kesampaian. Atau bagi orang modern, mimpi merupakan cita-cita atau visi untuk diwujudkan dengan perencanaan yang baik dan kerja keras. Pertolongan Tuhan adalah realitas sejati yang terjadi di kesulitan hidup yang mendera, sehingga seolah itu adalah mimpi. Jika kita memfokuskan seluruh perhatian kita kepada Allah yang benar, maka kita tidak akan pernah kehabisan alasan untuk bersyukur dan berharap. Mazmur ziarah ini terbagi menjadi dua: refleksi atas kepulangan bangsa Israel ke negerinya dan permohonan agar Tuhan memulihkan juga keadaan alam mereka sehingga mereka dapat kembali hidup makmur. Inilah yan

Devotion 958 : SEPERTI GUNUNG YANG KOKOH

Gambar
Devotion 958 -  Dr. Heintje Kobstan SEPERTI GUNUNG YANG KOKOH Bacaan : Mazmur 125 Mazmur ini merupakan pernyataan kepercayaan yang sungguh kepada TUHAN. Tetapi juga suatu ungkapan bagi umat TUHAN yang kokoh mempertahankan kepercayaannya kepada TUHAN walau diterpa angin badai sekalipun. Mereka diumpamakan sebagai gunung Sion yang tetap ada untuk selama-lamanya. Gunung itu takkan pernah bisa berpindah, kokoh dan tetap tegak berdiri dan umat TUHAN diumpamakan seperti itu. Pembuktiannya adalah lewat perjalanan ziarah kehidupan di dunia ini. Pemazmur menggambarkan kepercayaan itu seperti gunung Sion dan gunung-gunung yang mengelilingi Yerusalem. Kepercayaan umat TUHAN diharapkan seperti gunung Sion yang kokoh walau diterjang angin badai sekalipun. Percaya artinya menyerahkan seluruh totalitas hidup hanya kepada TUHAN dalam segala keadaan dan sama sekali tidak menggantungkan hidup kepada diri sendiri, orang lain atau allah lain. Tidak ada Allah yang lain yang dapat menjaga dan melindungi

Devotion 957 : PERJALANAN KEHIDUPAN

Gambar
Devotion 957 -  Dr. Heintje Kobstan PERJALANAN KEHIDUPAN Bacaan : Mazmur 124 Mungkin nyanyian ini bersifat umum karena sering dinyanyikan ketika dalam perjalanan. Karena orang-orang yang melakukan perjalanan selalu menghadapi bahaya, dan kata-kata dalam mazmur ini tentu memberi mereka jaminan dan memperkuat kepercayaan mereka. Hal ini sangat nyata karena nyanyian ziarah ini menyatakan bahwa Tuhan satu-satunya pelindung dan penolong umat Israel. Tuhan adalah sumber kelepasan dari berbagai bahaya dan ancaman kehidupan. Adanya suatu harapan yang pasti dengan pernyataan bahwa "Jika bukan TUHAN yang memihak pada kita". Hal ini menyatakan bahwa TUHAN memilih memihak kepada Israel karena perjanjianNya pada Abraham, Ishak dan Yakub. TUHAN terikat dengan perjanjian itu sehingga Ia dapat tampil menjadi Pembela dan Penyelamat bangsa Israel. Jika tidak maka bangsa ini hanya tinggal nama dan sejarah saja, karena begitu banyak musuh yang berusaha untuk membinasakan dan menghapus kebera