Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2015

Devotion 183 :PENGHARAPAN YANG BARU

Gambar
Devotion 183 - Dr. Heintje Kobstan PENGHARAPAN YANG BARU Bacaan: Yohanes 20 Harapan akan membuat seseorang akan tetap hidup walau ditengah penderitaan sekalipun. Harapan yang pupus akan membuat seseorang kehilangan gairah hidup bahkan tak ingin hidup lagi. Apakah Anda masih memiliki harapan? Ketika Yesus mati disalib, para murid bahkan semua pengikut Yesus kehilangan harapan. Mereka berputus asa bahkan sangat ketakutan. Harapan mereka akan hari esok yang cerah di dalam Yesus pupus seketika. Andalan mereka telah mati. Bahkan waktu dikubur pun, Maria mencari jenazahNya karena sudah tidak berada didalam kubur. Ia mencari dan bertanya kepada orang yang disitu, yang ternyata adalah malaikat, "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya." Namun ketika Maria tahu bahwa Yesus telah bangkit dan hidup, maka ia pun bergegas kembali dan memberitakan kepada para murid. Berita kebangkitan Yesus merupakan beri

Devotion 182 : PENOLAKAN YANG BERBUAH MANIS

Gambar
Devotion 182 - Dr. Heintje Kobstan PENOLAKAN YANG BERBUAH MANIS Bacaan: Yohanes 19 Pernakah dirimu mengalami penolakan? Pasti sungguh menyakitkan ketika kau ditolak, tak dianggap, tak dihargai. Penolakan akan selalu ada disepanjang kehidupan manusia. Anak yang mengalami penolakan dalam keluarga, penolakan bawahan terhadap pimpinan, cinta yang tertolak, penolakan akan kebenaran, dan lain sebagainya. Namun bagaimana seandainya jika seorang Raja yang mengalami penolakan dari rakyatNya? Ya, Yesus adalah Raja orang Yahudi, Dialah sang Mesias, Kristus yang hidup, Dia telah dinubuatkan oleh para nabi. Dialah yang disembah oleh para gembala dan orang Majus. Tapi ditolak oleh mereka dan bahkan Pilatus didesak untuk menyalibkanNya. Seharusnya dengan segala kuasa dan otoritas yang Ia miliki, Ia bisa memerintahkan api turun dari sorga membakar mereka yang menolak Dia. Tapi Ia menerima penolakan itu, karena Ia tahu bahwa mereka tidak mengerti apa yang telah mereka perbuat kepadaNya. Dan juga Y

Devotion 181 : LEPASKAN STATUS SOSIALMU DALAM PELAYANAN

Gambar
Devotion 181 - Dr. Heintje Kobstan LEPASKANLAH STATUS SOSIALMU DALAM PELAYANAN Bacaan: Yohanes 18 Pada umumnya manusia cenderung mempertahankan status sosialnya. Status kehidupan seseorang akan menentukan bentuk penerimaan di masyarakat. Seberapa kuat kita mempertahankan status sosial kita? Adakah kita tergoda untuk menurunkan atau bahkan menaikkan status? Yang terjadi adalah kita tergoda untuk menaikkan status agar supaya bisa beroleh kedudukan yang baik di masyarakat. Bahkan dengan berbagai cara dan usaha, positif maupun negatif, kita berusaha menaikkan status kehidupan. Pasal ini merupakan suatu pembelajaran bagi kita bahwa Yesus tidak pernah mempertahankan statusnya. Ia mengalami kehinaan dan direndahkan sebegitu rupa. Bahkan mengalami pengadilan yang tidak adil. Pilatus ingin mengungkapkan jati diri Yesus dengan bertanya: "Engkau inikah raja orang Yahudi?" Seharusnya Yesus bisa menjawab, "iya saya seorang raja" tapi Yesus tidak melakukannya. Justru Ia men

Devotion 180 : KEHIDUPAN KEKAL BUKAN JANJI ABAL-ABAL

Gambar
Devotion 180 - Dr. Heintje Kobstan KEHIDUPAN KEKAL BUKAN JANJI ABAL-ABAL Bacaan: Yohanes 17 Kehidupan di dalam Yesus bukanlah kehidupan yang hanya ada di dalam dunia ini. Hidup yang Ia berikan bukan hidup sementara tapi kehidupan kekal. Setiap produk yang dibuat manusia seperti produk elektronik, komunikasi, kendaraan bermotor, dan lain sebagainya mempunyai masa pakai. Tidak ada yang bertahan abadi. Begitu juga dengan kehidupan manusia. Umur manusia mengalami degradasi dari kekekalan kemudian karena dosa menjadi 120 tahun bahkan pemazmur berkata hanya 70-80 tahun saja. Tidak ada yang kekal dan tidak ada yang abadi didalam keberdosaan manusia. Jika demikian, apakah manusia tidak dapat hidup kekal? Yesus dalam doaNya berkata: "Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus." Ya, manusia bisa mengalami hidup kekal jika: Mengenal satu-satunya Allah yang benar dan mengenal Yesus

Devotion 179 : TAK DIBIARKAN KITA SENDIRIAN

Gambar
Devotion 179 - Dr. Heintje Kobstan TAK DIBIARKAN KITA SENDIRIAN Bacaan: Yohanes 16 Manusia tak bisa hidup sendiri, kesepian atau ditinggalkan. Manusia butuh sesamanya untuk saling berbagi, menopang dan membangun. Hal inilah yang disadari Yesus bahwa manusia tidak dapat berjalan sendirian. Bahkan Ia berjanji kepada para murid bahwa mereka tidak akan sendirian. Ketika Ia kembali kepada Bapa maka Ia akan mengirimkan seorang Penolong yang lain. Walaupun ada yang berkata itu adalah nabi yang akan datang, padahal Yesus tidak berkata demikian. Yang dijanjikan Yesus adalah Roh Kudus secara literal bukan kiasan. Roh Kudus adalah Roh Kebenaran, Ia yang akan memimpin kita ke dalam seluruh kebenaran. Kebenaran manusia terbatas dan relatif bukan mutlak dan hakiki. Ketika Roh Kudus ada didalam kita, maka Ia akan membantu kita memahami kebenaran-kebenaran Allah. Ia akan menuntun kita untuk menghidupi firman Tuhan. Firman Tuhan adalah kebenaran yang hakiki. Penyingkapan atau pewahyuan akan firman

Devotion 178 : MENGHASILKAN BUAH

Gambar
Devotion 178 - Dr. Heintje Kobstan MENGHASILKAN BUAH Bacaan: Yohanes 15 Batang takkan hidup tanpa akar, begitu juga daun takkan mendapatkan supply makanan jika tak ada akar. Kehidupan dalam dunia ini tidak terjadi begitu saja, tapi karena ada penyebabnya. Allahlah Sang Pencipta semua termasuk seluruh jagad raya. Dialah penyebab semua yang ada. Kehidupan manusia direncanakan tidak fana ketika di taman eden, tapi karena dosa maka manusia mengalami kefanaan hidup. Maka Allah mengutus Yesus kedalam dunia untuk memberikan kekekalan hidup bagi manusia. Yesus adalah benih anggur, benih itu harus mati, ditanam dan bertumbuh menjadi pohon anggur. Kekekalan hidup hanya ada di dalam Yesus. Dialah Sang Pokok Anggur yang benar, yang memberikan kehidupan kepada ranting sehingga bisa berbuah. Kefanaan hidup hanya akan berubah menjadi kekal jika dicangkokan ke pokok anggur yang benar. Tanpa dicangkokkan ke Pokok Anggur yang benar maka hidup akan tetap fana dan mengalami kebinasaan api kekal nerak

Devotion 177 : NATAL ADALAH KEHIDUPAN KEKAL

Gambar
Devotion 177 - Dr. Heintje Kobstan NATAL ADALAH KEHIDUPAN KEKAL Bacaan: Yohanes 14 Tak akan ada kematian tanpa kelahiran. Kelahiran, kematian dan semua proses didalamnya akan menentukan apakah nantinya kita akan hidup kekal atau tidak. Setiap tahun kita merayakan hari Natal, hari kelahiran Yesus Kristus. Tanpa kelahiran dan kematianNya bahkan kebangkitanNya dan kenaikanNya ke sorga maka tidak akan ada pengampunan dosa, keselamatan kekal dan kehidupan kekal. Natal atau Christmas (Christ = Kristus; Mass = Misa, pengurbanan), tanpa kelahiran Yesus maka tidak akan ada pengorbanan hidupNya untuk dunia ini. Dia datang untuk mati! Yesus berkata jangan gelisah hatimu, percayalah kepada Allah, percayalah kepadaKu, di rumah Bapaku banyak tempat tinggal. Aku pergi kesana untuk menyediakan tempat bagimu. Bukankah hal ini menyatakan bahwa Yesus akan meninggalkan dunia ini, menggenapkan tujuan yang semula. Bahkan Yesus berkata: "Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, te

SPECIAL DEVOTION : NATAL ADALAH PERAYAAN IMAN KITA

Gambar
SPECIAL DEVOTION Dr. Heintje Kobstan "NATAL ADALAH PERAYAAN IMAN KITA" Bacaan: Lukas 2 Sejak Tgl. 1 Desember telah terasa kemeriahan dan sukacita Natal. Semua orang menyambut gembira. Gereja, rumah, pertokoan, mal-mal pun tidak ketinggalan dihiasi dengan pernak-pernik Natal. Ibadah Natal pun tiap hari diadakan. Tapi ada juga yang mengharamkan untuk mengucapkan selamat natal. Bahkan ada yang mengaku Kristen tapi tidak mau merayakan Natal. Mengapa mereka tak merayakan? Alasannya Yesus tidak lahir dibulan Desember. Jika dilihat dari sejarah Alkitab memang Yesus tidak lahir di pada tgl. 25 Desember. Namun menurut tradisi, bulan Desember adalah bulan yang disepakati untuk merayakan kelahiran Yesus. Ada juga yang berkata bahwa tgl 25 Desember adalah perayaan penyembahan kepada dewa matahari atau Sol, menurut kepercayaan romawi. Namun karena alasan missiologis maka tgl 25 Desember, diadakan peralihan gelar dari Sol Invictus kepada Yesus Kristus. Namun terlepas dari semua itu,

Devotion 176 : JANGAN PERTAHANKAN STATUSMU

Gambar
Devotion 176 - Dr. Heintje Kobstan JANGAN PERTAHANKAN STATUSMU Bacaan: Yohanes 13 Status seseorang ditentukan dengan bagaimana ia hidup bagi orang lain. Yesus yang adalah Guru, Tabib, Mesias, Kristus, Raja, Anak Allah menjadi teladan bahwa status tak selamanya harus dipertahankan. Ia dengan rela melepaskan statusnya, merendahkan diri sebagai hamba untuk melayani para murid. Membasuh kaki merupakan pekerjaan seorang hamba. Inilah yang dikerjakan Yesus: Ia menanggalkan jubahNya, mengambil kain lenan, mengikatnya dipinggang, menuangkan air di basi lalu mulai membasuh kaki murid-murid dan menyekanya dengan kain yang masih terikat dipinggang. Ini suatu pelajaran yang luar biasa dari Yesus untuk kita. Ada saatnya kita melepaskan status kita untuk menjadi hamba, melayani mereka yang statusnya lebih rendah dari kita. Status tak harus dipertahankan, kerelaan untuk melayani orang lain tanpa memandang status mereka itulah yang harus dikembangkan. Hendaknya pelayanan kita dilakukan dengan be

Devotion 175 : SAKSIKAN MUJIZAT DAN KEBAIKAN TUHAN PADA DUNIA

Gambar
Devotion 175 - Dr. Heintje Kobstan SAKSIKAN MUJIZAT DAN KEBAIKAN TUHAN PADA DUNIA Bacaan: Yohanes 12 Kepercayaan seseorang akan semakin kuat jika disertai bukti yang nyata. Ketika Lazarus dibangkitkan maka banyak orang Yahudi yang pergi ke Betania bukan hanya melihat Yesus tapi juga untuk menyaksikan Lazarus yang telah bangkit. Seperti kata Yesus, "Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan." Dan melalui mujizat yang dialami Lazarus, banyak orang Yahudi yang kemudian percaya pada Yesus. Mujizat kebangkitan Lazarus membawa kesaksian yang dahsyat. Kesaksian itu tidak disembunyikan namun diberitakan sehingga membawa kemuliaan bagi Tuhan. Yesus dipermuliakan dan banyak orang menjadi percaya. Penundaan tak selamanya buruk, kadang penundaan itu terjadi untuk mempersiapkan kita mengalami mujizat yang dahsyat. Mujizat yang tertunda ibarat anak panah yang terus ditarik pada busurnya dan dihe

Devotion 174 : MUJIZAT YANG TERTUNDA

Gambar
Devotion 174 - Dr. Heintje Kobstan MUJIZAT YANG TERTUNDA Bacaan: Yohanes 11 Pernahkah kita mengalami penundaan? Perjalanan kita dengan menggunakan pesawat terbang seringkali mengalami penundaan. Rencana kerja kita pun bisa mengalami penundaan. Penundaan bukan berarti sebuah penghentian. Dalam pasal ini kita melihat suatu kisah yang sungguh menyedihkan. Lazarus meninggal! Siapakah Lazarus itu? Ia adalah saudara dari Maria dan Marta. Maria pernah meminyaki kaki Yesus dengan minyak mur dan menyekanya dengan rambutnya. Keluarga ini sangat dikasihi Tuhan Yesus. Seperti peristiwa hamba seorang perwira atau anak dari seorang pegawai istana yang disembuhkan oleh Yesus tanpa mendatangi mereka, seharusnya Lazarus juga tidak mati. Tapi mengapa Lazarus harus mati? Adakah Yesus tidak mengetahui keadaan Lazarus? Maria dan Marta telah mengirim kabar kepada Yesus tentang Lazarus yang sakit. Namun Yesus tidak segera pergi kesana atau mengucapkan kesembuhan buat Lazarus. Ia hanya berkata: "Pen

Devotion 173 : BERBEDA TAPU SATU

Gambar
Devotion 173 - Dr. Heintje Kobstan BERBEDA TAPI SATU Bacaan: Yohanes 10 Manakah yang lebih baik, baju bisa sama tapi hati berbeda atau baju tidak sama tapi hati menyatu? Yesus adalah orang Yahudi, lahir dari keluarga Yahudi, besar dalam lingkungan Yahudi, mengikuti pendidikan Yahudi, menjalankan agama dan adat istiadat Yahudi. Setelah Ia dibaptis oleh Yohanes, maka Ia menyampaikan kebenaran tentang Allah yang sesungguhnya dengan cara berbeda dari para ahli Taurat dan orang Farisi. Mengapa orang Farisi dan ahli Taurat membenci Yesus? Karena cara dan gaya hidup Yesus berbeda dengan mereka. Mereka tidak senang dengan ajaran Yesus, gaya hidupNya, cara Yesus memandang diriNya sendiri, cara Yesus melihat Allah sebagai Bapa, atau hal lainnya. Padahal Yesus sedang mengerjakan pekerjaan Allah yang luar biasa bagi dunia ini. Yesus bukan hanya memperkenalkan kasih Allah dan keselamatan tapi juga mengajarkan nilai-nilai Kerajaan Allah. Yesus, ahli Taurat dan orang Farisi sama-sama orang Yahu

Devotion 172 : DIBALIK MASALAH ADA KEMULIAAN

Gambar
Devotion 172 - Dr. Heintje Kobstan DIBALIK MASALAH ADA KEMULIAAN Bacaan: Yohanes 9 Masalah bisa terjadi karena kebodohan kita, orang lain, atau karena Tuhan mengijinkan kita dengan tujuan untuk memurnikan hidup kita. Betapa sering dalam masalah kita, kecenderungan menyalahkan Tuhan acapkali kita lakukan. Ketika kita dalam masalah atau orang lain dalam masalah, seringkali orang disekitar kita menghakimi dengan perkataan, "ini karena dosamu, karena kau tidak taat, blablabla..." sama seperti para murid bertanya kepada Yesus tentang orang yang buta, kesalahan siapa sampai ia buta, apakah ia atau orang tuanya yang berbuat dosa? Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia." Tidak selamanya masalah karena kesalahan kita sendiri yang diakibatkan karena kelalaian atau kebodohan kita. Juga tidak selamanya karena kesalahan orang tua atau orang lain yang terkoneksi dengan kita sehingga kita mera

Devotion 171 : JANGAN MENGHAKIMI MENURUT UKURANMU

Gambar
Devotion 171 - Dr. Heintje Kobstan JANGAN MENGHAKIMI MENURUT UKURANMU Bacaan: Yohanes 8 Subjektivisme tetap masih terjadi didalam penegakkan hukum. Penerapan like and dislike tetap diberlakukan sepanjang adanya suatu kepentingan yang dipertahankan. Hal ini yang terjadi di Israel dalam pasal ini. Yesus dipaksa untuk menyatakan dan memutuskan hukuman bagi perempuan yang berbuat zinah. Ahli Taurat dan Orang Farisi membawa seorang wanita yang kedapatan berbuat zinah. Mereka memakai hukum Musa untuk menjerat Yesus. Ketika Yesus berkata jangan dirajam, maka ada alasan bagi mereka menuduh Yesus menolak hukum Musa. Tapi ketika Yesus berkata ya untuk hukuman rajam maka Yesus akan dibawa ke pemerintahan Romawi karena orang Yahudi tidak boleh menghukum mati manusia. Apa yang Yesus lakukan? Yesus hanya berkata, barangsiapa yang tidak berdosa (tidak ada dosa atau tidak melakukan dosa yang sama, dosa seksual) maka ia yang pertama melemparkan batu itu. Lalu Ia menulis ditanah - memberikan kesemp

Devotion 170 - TAK KENAL MAKA TAK SAYANG

Gambar
Devotion 170 - Dr. Heintje Kobstan TAK KENAL MAKA TAK SAYANG Bacaan: Yohanes 7 Hukum tak berpihak menyatakan dengan tegas apa yang salah dan benar. Namun pengguna hukum seringkali bersikap subjektif tergantung motifnya. Objek tetaplah objek sampai subjek memberikan arti terhadap objek. Penilaian terhadap kehidupan sendiri maupun kehidupan orang lain tergantung sudut pandang kita. Seringkali apa yang kita lihat sepintas tanpa pengamatan telah menjadi dasar penilaian kita. Salah? Tidak salah tapi biasanya terjadi kesalahan penilaian. Kecenderungan manusia menghakimi menurut apa yang tampak. Orang Yahudi merasa heran tentang Yesus yang bisa mengajar mereka dengan pengetahuan yang luar biasa. Jika melihat keadaan kehidupan Yesus sebagai anak tukang kayu dan pengetahuannya tentang Taurat yang luar biasa maka tak sebanding. Yesus berkata, "Janganlah menghakimi menurut apa yang nampak, tetapi hakimilah dengan adil." Mereka hanya mengenal Yesus sebatas apa yang kelihatan. Merek

Devotion 169 : ROTI HIDUP

Gambar
Devotion 169 - Dr. Heintje Kobstan ROTI HIDUP Bacaan: Yohanes 6 Pernahkah kita makan sesuatu di sebuah rumah makan dan menikmati menu yang disajikan dan akhirnya kita pun menjadi pelanggan tetap disana? Orang banyak terus mencari Yesus bahkan kemanapun Yesus pergi mereka ada disana. Mengapa? Yesus berkata, bukan karena tanda-tanda heran yang telah Ia perbuat namun karena mereka telah makan roti dan telah menjadi kenyang. Apakah Yesus memberikan roti yang sebenarnya? Roti apakah itu? Dimana Yesus membeli roti yang begitu enak? Ternyata roti itu bukan sembarang roti. Roti itu adalah diriNya sendiri. Itulah roti yang turun dari sorga. Roti yang memberikan kehidupan bagi dunia. Setiap orang yang telah makan roti itu, tidak akan lapar lagi. Firman yang telah diajarkan oleh Yesus adalah roti yang memberikan kekenyangan bagi jiwa mereka yang lapar. Mereka tidak menyadari bahwa yang mereka butuh adalah Firman yang hidup bukan hanya mujizat yang telah mereka lihat dan alami.  Firman yang

Devotion 168 : BERHARAPLAH BUKAN KEPADA SARANA TAPI SUMBERNYA

Gambar
Devotion 168 - Dr. Heintje Kobstan BERHARAPLAH BUKAN KEPADA SARANA TAPI SUMBERNYA Bacaan: Yohanes 5 Setiap alat elektronik mis. HP, pasti punya tempat servicenya sendiri sesuai merk. Setiap perusahaan pasti tahu produknya, yang jadi masalah jika perusahaan tersebut hanya asal produksi tanpa mengenal produknya dengan baik. Adalah sebuah kolam, namanya Betesda. Ketika airnya digoncangkan oleh malaikat, maka orang yang sakit yang pertama masuk ke kolam tersebut akan sembuh. Dan semua menunggu dan bersiap waktu air kolam digoncangkan, kapan waktunya? Tak seorangpun tahu, suka-sukanya malaikat. Hanya mereka yang masih kuat atau ada penolongnya yang bisa bersegera masuk ke kolam itu. Bagaiamana jika tak mampu? Itulah yang dialami oleh seorang yang telah 38 tahun menanti untuk sembuh. Bayangkan 38 tahun menunggu untuk disembuhkan dan tak seorangpun menolong dia. Seandainya kita yang ada diposisi itu masihkah ada pengharapan? 38 tahun ia masih tetap berharap untuk sembuh. Beruntung Yesus

Devotion 167 : PERKATAKAN FIRMAN + PERCAYA = MUJIZAT

Gambar
Devotion 167 - Dr. Heintje Kobstan PERKATAKAN FIRMAN + PERCAYA = MUJIZAT Bacaan: Yohanes 4 Untuk menentukan suatu makanan lezat atau tidak, bukan hanya dinilai dari yang terlihat tapi harus dirasa. Itulah manusia, perlu pembuktian terlebih dahulu. Namun bagaimana jika seorang koki hebat kemudian membuat suatu masakan, apakah kita akan percaya bahwa makanan tersebut enak walau belum dirasa? Seorang pegawai istana datang menghampiri Yesus dan memohon agar Ia menyembuhkan anaknya yang hampir mati. Darimana pegawai ini tahu bahwa Yesus sanggup menyembuhkan orang sakit? Bisa jadi pegawai itu hadir atau mendengar mujizat di pesta kawin di Kana. Karena Yohanes mencatat belum ada mujizat lain yang dibuat Yesus kecuali di Kana. Berita tentang apa yang Yesus kerjakan di pesta kawin itu cepat tersebar di Galilea. Hal inilah yang dipercayai oleh pegawai istana. Ia percaya bahwa Yesus tidak hanya melakukan mujizat air menjadi anggur tetapi juga sanggup menyembuhkan anaknya. Perwira ini mengira

Devotion 166 : TUHANLAH YANG HARUS LEBIH BESAR

Gambar
Devotion 166 - Dr. Heintje Kobstan TUHANLAH YANG HARUS LEBIH BESAR Bacaan: Yohanes 3 Setiap manusia mempunyai masalahnya sendiri. Tidak ada seorangpun yang tidak punya masalah. Cara menghadapi permasalahan tiap orang berbeda-beda. Hasil yang didapatkan akan sesuai dengan cara menghadapi masalah tersebut. Jika kita membesarkan sesuatu yang ada didepan kita, baik melalui pikiran atau mengimajinasikannya maka kita akan berasa kecil didepannya. Jika masalah atau persoalan yang kita hadapi dengan membesarkannya baik melalui pikiran atau imajinasi kita maka diri kita akan berasa kecil didepan masalah tersebut. Jika hal ini terjadi maka kita akan merasa tidak mampu untuk menangani atau menghadapi masalah tersebut. Seolah-olah masalah itu akan menerkam atau menginjak kita. Para murid Yohanes menemukan masalah antara Yohanes dan Yesus, mereka merasa bahwa seharusnya Yohanes lebih besar dibanding Yesus. Karena Yohanes yang membaptis Yesus, tapi kenapa Yesus melakukan pembaptisan juga? Para

Devotion 165 : IJINKAN DIA YANG BERDAULAT ATAS HIDUP KITA

Gambar
Devotion 165 - Dr. Heintje Kobstan IJINKAN DIA YANG BERDAULAT ATAS HIDUP KITA Bacaan: Yohanes 2 Hal yang bisa membuat keluarga malu dalam sebuah pesta pernikahan adalah jika kehabisan makanan. Adalah lebih baik kelebihan daripada kekurangan. Inilah yang sedang terjadi di pesta pernikahan Kana, mereka kekurangan air anggur. Para pelayan kelabakan karena anggur habis, ini bisa jadi malapetaka bagi keluarga dan bahan olok-olokan di masyarakat. Anggur sangat berperan penting demi kelangsungan pesta. Dan kebiasaan yang ada adalah yang lebih dulu disajikan adalah anggur yang baik dulu baru kemudian anggur yang kurang baik. Ibu Yesus mendengar hal ini, maka ia pun menyampaikan berita ini kepada Yesus. Apa hubungan Yesus dengan pesta? Mereka kan hanya undangan, yang punya kepentingan adalah pemimpin pesta dan keluarga termasuk penganten. Kalo habis berarti mereka tidak merencanakan suatu pesta dengan baik. Yesus tidak bertanggung jawab terhadap pesta tersebut. Namun walaupun Yesus hanya

Devotion 164 : BIARKAN TERANGMU BERCAHAYA

Gambar
Devotion 164 - Dr. Heintje Kobstan BIARKAN TERANGMU BERCAHAYA Bacaan: Yohanes 1 Ada beberapa iklan yang mengambil tagline seperti, "bikin hidup lebih hidup" atau "terus terang, terang terus" atau berbagai tagline lainnya yang sejenis. Namun apakah tagline yang dibuat perusahaan-perusahaan tersebut untuk iklan benar-benar efektif seperti yang dikatakannya? Belum tentu benar. Kehidupan yang sebenarnya hanya ada di dalam Yesus, yang adalah terang manusia. Kegelapan tidak dapat menghalau terang kasihNya kepada manusia. Justru oleh terangNya, kegelapan dihalau dari hadapanNya. Perkataan, "Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia," bukanlah hanya sebuah tagline sorga demi kepentingan iklan semata. Namun kenyataan yang sebenarnya bahwa hanya di dalam Allah ada kehidupan. Dialah Sang Kehidupan itu sendiri, yang telah memberikan kehidupan bagi alam semesta termasuk manusia. Kehidupan yang ada di dalamNya bukanlah kehidupan kegelapan namun terang

Devotion 163 : KUASA KEBANGKITAN YESUS MEMBERIKAN PENGHARAPAN

Gambar
Devotion 163 - Dr. Heintje Kobstan KUASA KEBANGKITAN YESUS MEMBERIKAN PENGHARAPAN Bacaan: Lukas 24 Kematian pasti akan menimbulkan kesedihan, terlebih yang mati adalah orang yang kita sayangi, hormati bahkan yang menjadi tempat tumpuan harapan hidup kita. Ketika Yesus mati di salib, para murid begitu sedih dan terpukul. Para murid telah kehilangan pengharapan mereka. Mereka sangat ketakutan karena bahaya yang mengancam hidup mereka sehingga mereka pun bersembunyi. Hari ketiga setelah kematian Yesus, keadaan para murid berubah. Dari kesedihan dan ketiadaan pengharapan akhirnya mereka bangkit dan bersukacita. Yesus mati namun tidak selamanya mati, pada hari ketiga Ia bangkit. Kubur kosong, dusta mahkamah agama, kebohongan para prajurit romawi yang menjaga kubur Yesus, malaikat yang bertemu para wanita semua membuktikan Yesus hidup. Awalnya para murid tidak mempercayai perkataan para wanita, namun karena Yesus sendiri yang mendatangi mereka maka mereka percaya. Manusia ingin pembukt

Devotion 162 : FITNAH AKAN SELALU ADA !

Gambar
Devotion 162 - Dr. Heintje Kobstan FITNAH AKAN SELALU ADA! Bacaan: Lukas 23 Pernahkah kita mengalami fitnahan atas sesuatu yang tidak kita lakukan? Pada umumnya iya pernah dialami. Masalahnya bagaimana kita bisa menghadapinya dengan baik? Yesus menghadapi hal ini, bagaimana para pemuka agama Yahudi memfitnah dan memutarbalikkan fakta tentang diriNya dihadapan Pilatus. Ia dituduh telah menyesatkan bangsa Israel, melarang orang Israel untuk membayar pajak, menyatakan bahwa Ia adalah Kristus atau Raja. Namun Pilatus tidak mendapati satu kesalahan pada diriNya. Tuduhan ini sengaja dibuat untuk menjatuhkan Yesus. Dalam kisah hidup Yesus, justru apa yang dituduhkan kepadaNya tidaklah demikian. Sebagai Guru, Yesus ingin memperbaiki moral bangsa Israel dan mengembalikan pengharapan mereka kepada Tuhan yang benar. Bahkan Ia sedang menanamkan nilai-nilai Kerajaan Allah pada sendi-sendi kehidupan orang Israel. Sehingga dalam pengajaranNya, Ia acapkali menyinggung perbuatan-perbuatan yang tid

Devotion 161 : PERCAYA DULU BARU MELIHAT

Gambar
Devotion 161 - Dr. Heintje Kobstan PERCAYA DULU BARU MELIHAT Bacaan: Lukas 22 Perdebatan bisa saja terjadi jika adanya perbedaan pendapat atau keyakinan. Argumen demi argumen yang disodorkan tidak akan mudah diterima. Namun kesepakatan akan terjadi jika ada yang mengalah. Perdebatan yang tidak akan habis adalah jika berbicara soal keyakinan. Setiap orang atau kelompok memiliki sistem keyakinan sendiri. Sistem keyakinan ini dibangun sedemikian rupa dan begitu terintegrasi sehingga tidak gampang dipatahkan oleh orang lain yang berbeda keyakinan. Bahkan sistem kepercayaan ini akan ditawarkan kepada orang lain agar mereka pun bisa terhisap kedalamnya. Setiap keyakinan diperlukan pembuktian agar keyakinan itu utuh dan tak tergoyahkan. Begitu juga ketika Yesus didepan Mahkamah Agama Yahudi, ketika ia ditangkap dan diadili karena menyebarkan ajaran baru yang bertentangan dengan ajaran Yahudi. Mereka meminta pembuktian bahwa Yesus adalah Mesias. Walaupun mereka telah melihat apa yang Yesu

Devotion 160 : PILIH MANA, KEPUASAN JASMANI ATAU ROHANI?

Gambar
Devotion 160 - Dr. Heintje Kobstan PILIH MANA: KEPUASAN JASMANI ATAU ROHANI? Bacaan: Lukas 21 Hari-hari ini pengejaran hidup manusia adalah untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan jasmani. Bekerja keras, mengorbankan segalanya, rela melakukan apa saja demi memuaskan keinginannya. Inilah ciri manusia modern. Pemuasan kebutuhan jasmani merupakan pemenuhan akan harga diri manusia demi menunjang eksistensi dalam mencari jati dirinya sendiri. Manusia cenderung tampil eksis, mau dikenal dan diketahui semua orang apa yang dilakukannya, hal ini menunjukkan adanya krisis identitas. Hal-hal yang beredar di dunia maya atau media sosial kebanyakan berkaitan soal jasmani. Begitu gencar dunia menawarkan berbagai produknya kepada manusia supaya manusia bisa terpuaskan olehnya. Dunia mengiring kecenderungan hati manusia untuk mengikuti trend yang terus berubah-ubah. Yesus sudah memperingatkan, "Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentinga

Devotion 159 : ALLAHKU HIDUP

Gambar
Devotion 159 - Dr. Heintje Kobstan ALLAHKU HIDUP Bacaan: Lukas 20 Harapan hanyalah harapan tanpa perwujudan jika diletakkan pada kematian. Harapan akan menjadi nyata jika diletakan pada kehidupan. Generasi demi generasi berganti namun Allah tetap sama. Bukan Allah yang hidup hanya pada satu generasi dan mati digenerasi berikutnya. Namun Allah hidup dari generasi kepada generasi. Yesus menyatakan bahwa Dia adalah Allah Abraham, Ishak dan Yakub. Dia bukan hanya Allahnya Abraham, namun Allahnya Ishak, dan juga Allahnya Yakub. Apakah hanya pada tiga generasi ini saja Ia hidup? Tidak! Tiga generasi ini hanya sebagai contoh saja karena mereka adalah para bapa pendiri Israel, bangsa yang dikenan Tuhan. Oleh merekalah, kedaulatan Allah dinyatakan sepenuhnya atas manusia. Melalui Abraham, Ishak dan Yakub rencana penyelamatan umat manusia digenapi di dalam Yesus Kristus. Pengharapan akan kehidupan kekal hanya ada pada Allah yang hidup. Bukan hanya keselamatan dan kehidupan kekal yang Ia ber

Devotion 158 : SETIAP USAHA AKAN MENDATANGKAN HASIL

Gambar
Devotion 158 - Dr. Heintje Kobstan SETIAP USAHA AKAN MENDATANGKAN HASIL Bacaan: Lukas 19 Setiap usaha yang dilakukan pasti ada hasilnya. Berapa besar hasil yang didapatkan tergantung dari seberapa besar usaha yang kita lakukan. Usaha memerlukan pengorbanan, apapun itu bahkan dari rasa malu sekalipun. Zakheus berkeinginan untuk melihat siapakah sebenarnya Yesus itu. Ketika ia mendengar Yesus akan melintasi kotanya, maka ia berusaha untuk melihat Yesus. Namun apa daya, ia selalu terhalang orang lain karena badannya pendek. Tapi karena keinginan yang kuat untuk melihat Yesus, Zakheus berlari mendahului orang lain, kemudian tanpa malu ia memanjat sebuah pohon ara. Kekurangan seharusnya tak menghambat diri kita untuk berusaha dan berkembang bahkan bertemu dengan Yesus. Zakheus dalam kekurangannya menemukan ide untuk manjat pohon. Temukan kreatifitas atau hal-hal yang tak dipikirkan orang lain untuk dapat mengatasi kekurangan kita. Usahanya ternyata membuahkan hasil, Yesus lewat tepat d

Devotion 157: JANGAN MENYOMBONGKAN DIRI DI HADAPAN ALLAH

Gambar
Devotion 157 - Dr. Heintje Kobstan JANGAN MENYOMBONGKAN DIRI DI HADAPAN ALLAH Bacaan: Lukas 18 Manusia suka memamerkan apa yang ia miliki. Bukan hanya dalam bentuk materi bisa juga dalam bentuk sifat. Misalnya, saya suka memberi lho, saya ini penyandang dana gereja, dll. Sifat seperti ini merupakan kesombongan di mata Tuhan. Suka pamer mencerminkan kesombongan diri. Suka pamer merupakan tindakan ingin diakui oleh orang lain. Yesus memberi 2 perumpamaan tentang  orang Farisi dan pemungut cukai. Orang Farisi ini selalu ingin aktifitas keagamaannya diketahui semua orang bahkan ingin diakui oleh Tuhan juga. Kecenderungan hatinya selalu merasa lebih baik dan benar dari orang lain. Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: "Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari

Devotion 156 : JANGAN MENJADI HAKIM ATAS DOAA MASA LALU ORANG LAIN

Gambar
Devotion 156 - Dr. Heintje Kobstan JANGAN MENJADI HAKIM ATAS DOSA MASA LALU ORANG LAIN Bacaan: Lukas 17 Adakah diantara kita yang tidak pernah berbuat kesalahan? Dosa? Tidak ada! Semua manusia telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Sebagai orang percaya kepada Yesus, kita harus menyadari bahwa ketika kita mengaku dosa maka Allah setia dan adil akan mengampuni dosa kita. Darah Yesus sudah menyucikan semua dosa. Hidup kita telah diperbaharui di dalam Kristus. Namun apakah kita tidak dapat jatuh di dalam dosa? Bisa saja jika kita mengikuti keinginan daging. Namun pengampunan Allah tetap tersedia jika kita mengaku dosa. Iblis dengan segala cara berusaha untuk  menjatuhkan orang yang percaya. Siapapun bisa jatuh dalam dosa. Karena itu Yesus berkata, "jagalah dirimu". Perkataan ini mengandung arti: jaga diri agar jangan jatuh dalam dosa namun bisa juga jaga diri agar kita jangan menjadi pemfitnah, penghujat, bahkan pengungkit masa lalu sesama yang pernah jatu

Devotion 155 : JALANILAH DENGAN SETIA SETIAP PROSES KEHIDUPAN

Gambar
Devotion 155 - Dr.Heintje Kobstan JALANILAH DENGAN SETIA SETIAP PROSES KEHIDUPAN Bacaan: Lukas 16 Seringkali seseorang dihargai ketika dia sudah berada dipuncak kesuksesannya. Namun sangat jarang orang menghargai proses yang dia alami untuk bisa sampai pada puncak kesuksesannya. Kesuksesan dimulai tahap demi tahap. Diawali dengan hal-hal yang sederhana namun ketika ditekuni dengan penuh kesetiaan dan tanggung jawab maka hal-hal yang sederhana akan semakin meningkat bahkan menjadi semakin besar. Kebesaran seseorang tidak akan mungkin diraih tanpa proses. Seorang anak bayi tidak akan mungkin menjadi dewasa dalam sekejap mata. Ia harus melewati proses pertumbuhan secara alami. Untuk meraih kesuksesan diperlukan kesetiaan terhadap perkara-perkara kecil. Kesetiaan pada perkara kecil akan membawa kita kepada perkara besar. Perkara-perkara kecil akan melatih kita memperbesar kapasitas untuk mengerjakan perkara-perkara besar. Dalam hal apapun, termasuk keuangan. Setia terhadap mamon yang

Devotion 154 : ENGKAU SANGAT BERHARGA

Gambar
Devotion 154 - Dr. Heintje Kobstan ENGKAU SANGAT BERHARGA Bacaan: Lukas 15 Dalam pasal ini, ada 3 perumpamaan yang sejenis namun menggambarkan sesuatu yang hilang yang dicari dan didapatkan kembali. 2 kisah pertama menceritakan tentang seseorang yang berupaya sedemikian kerasnya untuk mencari 1 yang hilang dari sekian banyak yang ia miliki. Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa semua yang dimilikinya adalah berharga, yang terhilang pun dianggap sama berharganya dari yang tetap tinggal sehingga dianggap layak untuk dicari dan didapatkan. Begitulah Allah, tetap mencari 1 jiwa yang terhilang karena itu berharga bagiNya. Siapapun Anda yang belum percaya kepada Yesus, Anda termasuk dalam kategori yang terhilang yang dicari oleh Allah karena dirimu berharga. Ia rela korbankan diriNya demi mendapatkanmu. Kisah yang terakhir menggambarkan anak yang meninggalkan rumah orang tuanya. Ia pun sadar dan kemudian kembali kepada bapanya dan lihatlah ketika bapanya melihatnya, bapanya berlari mend