Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2017

Devotion 808 : SANG PENJAMIN KEHIDUPAN

Gambar
Devotion 808 - Dr. Heintje Kobstan SANG PENJAMIN KEHIDUPAN Bacaan: Ayub 17 Ayub yang pernah menikmati hidup yang nyaman dan tentram kini hidup dalam keadaan terpuruk. Ia tidak mempunyai apa-apa lagi untuk diandalkan atau dipertontonkan. Yang tersisa hanyalah penderitaan yang telah menjadi bahan olokan atau ejekan masyarakat. Mungkin banyak yang berpendapat yang sama dengan Elifas, Bildad dan Zofar. Bahkan mungkin seluruh dunia menggosipkan Ayub. Penderitaan Ayub telah menjadi viral pada waktu itu. Dalam menghadapi semua itu, Ayub mengeluh bahwa semangatnya patah, umunya telah habis, dan baginya tersedia kuburan. Ayub berada pada titik kritis kehidupan, pengharapannya telah hampir sampai pada dasarnya. Ayub yakin bahwa penderitaannya itu diakibatkan Tuhan menekan dirinya, bukan karena kesalahannya. Sementara para sahabatnya bahkan masyarakat pada umumnya terus menyalahkan dan memojokkan dia. Pada situasi seperti ini, Ayub kemudian berkata, "Biarlah Engkau menjadi jaminanku bagi

Devotion 807 : PENGHIBUR YANG MENGHAKIMI

Gambar
Devotion 807 - Dr. Heintje Kobstan PENGHIBUR YANG MENGHAKIMI Bacaan: Ayub 16 Pernahkah kita mengirimkan ucapan duka cita baik melalui krans bunga, sms atau media online? Apa yang sering kita tuliskan, mungkin pada umumnya adalah turut berduka cita, turut bersimpati dan lain-lain. Seringkali ucapan itu sudah menjadi kebiasaan atau copy paste saja. Pernahkah juga kita pergi ke rumah duka dan bertemu dengan keluarga yang berduka kemudian memberi kata-kata penghiburan? Tetapi itupun menjadi kebiasaan saja. Namun pernahkah kehadiran kita menjadi sukacita bagi keluarga duka karena kita menjadi orang yang hanya mendengar keluh kesah mereka tanpa mengomentari ataupun menghakimi apa yang sedang terjadi? Kehadiran kita sudah merupakan sukacita dan penghiburan buat mereka. Ayub mengatakan kepada Elifas bahwa mereka adalah penghibur sialan atau penghibur yang membuat persoalan. Karena mereka tidak hadir untuk menghibur tetapi menghakimi. Nasihat dari ketiga sahabat bukan hanya tidak relevan, n

Devotion 806 : MASIH ADA ANUGERAH ALLAH

Gambar
Devotion 806 - Dr. Heintje Kobstan MASIH ADA ANUGERAH ALLAH Bacaan: Ayub 15 Elifas kembali memperingatkan Ayub, bahwa Ayub pengetahuan kosong saja. Kata-kata Ayub tentang hikmat malah tidak ada faedahnya. Bagi Elifas, justru kesalahan Ayub terlihat dari perkataannya. Luapan-luapan emosional Ayub yang tidak senonoh itu lebih buruk daripada ungkapan emosional yang tidak terkendali sebab mengurangi nilai takut akan Allah dan karenanya merusak agama. Elifas tetap berkeyakinan bahwa Ayub telah berdosa dan Tuhan sedang menghakiminya. Elifas malah menegur Ayub dengan keras. Sayangnya, teguran yang keras ini tidak mengenai sasaran dan malah makin memperdalam luka pada hati Ayub. Ayub adalah manusia yang tidak sempurna tetapi mendapat pengakuan dari Allah sebagai orang saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Sewaktu ia berseru kepada Tuhan bahwa ia tidak bersalah bukan berarti ia sedang menyatakan bahwa dirinya suci, bersih tanpa dosa. Tetapi Ayub hanya ingin menyatakan bahwa

Devotion 805 : PENGHARAPAN DIBALIK KEMATIAN

Gambar
Devotion 805 - Dr. Heintje Kobstan PENGHARAPAN DIBALIK KEMATIAN Bacaan: Ayub 14 Ketika Ayub mengetengahkan perkaranya dihadapan Tuhan, maka Ayub bersedia menanggung segala resiko. Ia tidak lari bersembunyi seperti yang Adam dan Hawa lakukan, tetapi Ayub berani menghadap Tuhan. Dalam keberaniannya ia berkata manusia yang lahir dari perempuan singkat umurnya dan penuh kegelisahan. Bukan keamanan dan kenyamanan hidup yang ditemukan oleh Ayub tetapi kegelisahan yang disebabkan oleh penderitaan. Ada banyak kegelisahan dalam hidup ini yang diakibatkan penganiayaan, ketidakadilan, kemiskinan, penyakit ataupun perlawanan Iblis terhadap iman mereka. Singkatnya hidup karena masa hidup manusia sudah dibatasi oleh Tuhan. Dalam dunia ini tidak ada yang abadi dan kekal, semuanya ada waktunya. Karena Tuhan yang membatasi hidup manusia, maka Ayub pun menggugatnya. Dalam singkatnya hidup mengapa Tuhan masih ingin berperkara dengannya? Mengapa Tuhan masih menambah kegelisahan dalam hidupnya? Biarkan

Devotio 804 : JANGAN MENCARI JAWABAN DARI TEMPAT LAIN

Gambar
Devotion 804 - Dr. Heintje Kobstan JANGAN MENCARI JAWABAN DARI TEMPAT LAIN Bacaan: Ayub 13 Kejengkelan Ayub semakin menjadi-jadi terhadap para sahabatnya. Sehingga Ayub mau membawa perkaranya dihadapan Tuhan dan melakukan pembelaan. Namun sebelum Ayub membela perkaranya di hadapan Tuhan, ia menyampaikan kekecewaannya pada para sahabatnya dan menegur mereka dengan keras. Ayub menuduh mereka sebagai tabib-tabib palsu yang bukannya memberikan pengobatan tetapi justru memberikan tuduhan palsu yang menyesakkan jiwa. Seolah-olah apa yang mereka lakukan adalah untuk membela Allah dan menyalahkan Ayub. Ayub menyuruh mereka untuk diam dan berdiam diri. Ayub meminta mereka berhenti berbicara atas nama Tuhan agar mereka tidak semakin terjerumus dan mendapatkan hukuman Tuhan. Cara mereka membela Allah justru menghina Allah. Mereka menyamakan cara pemeliharaan Allah tertentu dan itu berlaku untuk semua situasi. Ini merupakan suatu pembatasan atas kuasa dan perbuatan Tuhan yang dahsyat. Mereka m

Devotion 803 : SIKAP AGAMAWI

Gambar
Devotion 803 - Dr. Heintje Kobstan SIKAP AGAMAWI Bacaan: Ayub 12 Para sahabat Ayub berusaha untuk memahami Tuhan lewat hikmat dan pengertian manusia. Sehingga ketika mereka bersoal jawab dengan Ayub, mereka menempatkan diri sebagai pembela Tuhan. Mereka bahkan meyakini bahwa Ayub telah berbuat kesalahan yang besar sehingga Tuhan menghukumnya. Dan ketika Ayub membantah pendapat mereka, Ayub semakin ditekan dan dipaksa untuk bertobat. Para sahabat Ayub merasa mereka lebih tahu kebenaran, lebih rohani dan lebih benar dari Ayub, karena buktinya Ayublah yang mengalami penderitaan bukan mereka. Para sahabat Ayub sedang Allah dalam genggaman mereka. Kenyataan seperti inilah yang sering dan sedang terjadi dalam dunia kekristenan. Beragama memang baik karena mengatur hubungan manusia dengan Tuhan tetapi kecondongannya adalah menjadi agamawi. Sikap agamawi inilah yang dimiliki oleh para sahabat Ayub. Mereka telah menjadi sombong rohani sehingga membutakan mata rohani mereka pada kebenaran ya

Devotion 802 : BEREMPATI DAN BERBELAS KASIHAN

Gambar
Devotion 802 - Dr. Heintje Kobstan BEREMPATI DAN BERBELAS KASIHAN Bacaan: Ayub 11 Setelah Elifas dan Bildad memberikan nasehat kepada Ayub, kini giliran Zofar. Tanpa tendeng aling-aling, Zofar langsung menyerang Ayub dengan mengatakan bahwa Ayub itu banyak bicara, pembual, merasa diri benar dan bodoh. Zofar menyatakan bahwa penderitaan Ayub disebabkan oleh karena kesalahan dan dosanya. Hal ini sama seperti yang dikemukakan oleh Elifas dan Bildad. Suatu tuduhan terburu-buru terhadap penyebab penderitaan Ayub dan ini yang sering dilakukan oleh manusia sampai hari ini. Zofar menyatakan pernyataan teologis bahwa "Dapatkah engkau memahami hakekat Allah, menyelami batas-batas kekuasaan Yang Mahakuasa?" Tentulah hal ini tidak mudah dijawab karena bagaimana mungkin ciptaan dapat memahami Sang Pencipta? Dan jika kemudian kalimat yang sama ditanya balik kepada Zofar, "Dapatkah engkau memahami penderitaan yang dialami Ayub?" Bisa saja Zofar menjawab, Ya, tetapi apakah Zofa

Devotion 801 : UJIAN KESETIAAN

Gambar
Devotion 801 - Dr. Heintje Kobstan UJIAN KESETIAAN Bacaan: Ayub 10 Suatu hubungan akan teruji kesetiaannya lewat masalah dan penderitaan. Begitupun hubungan Ayub dengan Tuhan yang sedang berada dalam ujian. Ayub yang sedang mengalami penderitaan bisa saja menyalahkan Tuhan. Penderitaan itu telah memahitkan jiwa Ayub sehingga ia mempertanyakan penderitaan yang dialaminya kepada Tuhan. Ayub sadar bahwa Tuhan yang berdaulat atas semua itu, tetapi penderitaan yang ia alami begitu berat baginya. Bagaimanapun Ayub mengalami kesusahan untuk memahami beratnya penderitaan yang dialaminya. Ayub tidak ingin memendam penderitaannya karena telah menjadi kepahitan sehingga ia harus mengeluarkannya lewat kata-kata. Dalam kepahitan jiwanya, Ayub mencurahkan keluhan, mencurahkan isi hatinya di hadapan-Nya. Ayub tidak menutupi kesulitan pergumulan imannya di hadapan Allah. Sebaliknya, dia menyatakan isi hatinya apa adanya. Mengapa Tuhan mau berperkara dengannya, bahkan mencari-cari kesalahannya? Buk

Devotion 800 : BERSERAH PADA KEDAULATAN TUHAN

Gambar
Devotion 800 - Dr. Heintje Kobstan BERSERAH PADA KEDAULATAN TUHAN Bacaan: Ayub 9 Dalam menghadapi nasihat-nasihat yang tidak membangun iman, Ayub tidak berdiam diri tetapi mengadakan konfrontasi. Ayub mengemukakan pemahamannya tentang Tuhan. Apa yang dikemukakan baik Elifas maupun Bildad, telah Ayub mengerti dan paham. Ayub mengakui bahwa dirinya adalah manusia yang tidak mungkin benar di hadapan Tuhan. Kebenaran manusia ibaratnya kain kotor dan akan benar sempurna jika Tuhan sendiri yang membenarkan. Dengan demikian Ayub tidak mau berperkara dengan Tuhan, karena ia tahu keberadaan dirinya. Ayub tidak berusaha untuk menggugat perkaranya di hadapan Tuhan karena Ia tahu bahwa Tuhan tahu apa yang dialaminya sehingga hal yang harus ia lakukan adalah hanya memohon belas kasihan Tuhan saja. Di dalam bukunya, The Lion, the Witch, and the Wardrobe, C. S. Lewis menggunakan figur singa sebagai perlambangan Tuhan. Lewis menggambarkan kemahakuasaan Tuhan sebagai sesuatu yang mendebarkan, namun

Devotion 799 : PENDERITAAN DALAM KEHENDAK TUHAN

Gambar
Devotion 799 - Dr. Heintje Kobstan PENDERITAAN DALAM KEHENDAK TUHAN Bacaan: Ayub 8 Amsal 27:5 menyatakan bahwa, lebih baik teguran yang nyata-nyata dari pada kasih yang tersembunyi. Namun apa yang dilakukan Bildad adalah teguran yang menjurus kepada penghakiman. Para sahabat Ayub mempunyai persepsi bahwa penderitaan yang Ayub alami adalah akibat kesalahan Ayub. Seperti Elifas, Bildad juga menunjukan ketidakpekaan mereka atas masalah yang dialami Ayub. Mereka bukannya memberikan penghiburan tetapi juga kecaman sehingga membuat Ayub merasa terpuruk. Charles Haddon Spurgeon, pengkhotbah terkenal, berkata,"Kemurahan Tuhan kerap kali datang ke pintu hati kita mengendarai seekor kuda hitam yang bernama Penderitaan." Bagi Bildad, Tuhan sedang mengganjar Ayub karena dosa-dosanya karena tidak mungkin Tuhan akan menghukum orang yang saleh. Ada segi-segi lain dalam hukum ini yang perlu kita pertimbangkan. Kemakmuran bukan pertanda bahwa Tuhan memberkati kita dan kesusahan bukan pert

Devotion 798 : DALAM KEFANAAN ADA KEAGUNGAN

Gambar
Devotion 798 - Dr. Heintje Kobstan DALAM KEFANAAN ADA KEAGUNGAN Bacaan: Ayub 7 Hidup manusia adalah fana. Fana mempunyai pengertian dapat rusak, hilang lenyap, mati dan tidak kekal. Dalam kehidupan itu sendiri, manusia harus bergumul dan hari-harinya seperti orang upahan. Hidup manusia itu terbelenggu oleh waktu, singkat dan seperti hembusan nafas. Ayub merasakan bahwa kehidupannya yang penuh penderitaan berjalan lambat tidak berbanding lurus dengan berlarinya waktu. Bahkan ia mulai mempertanyakan mengapa Tuhan hanya memandangnya saja, apakah ada dosa yang ia telah lalukan, dan mengapa Tuhan tidak mengulurkan tangan untuk mengampuni dan menghapus kesalahannya? Tuhan sedang memandang Ayub dengan penuh kekaguman. Apa yang dialami Ayub, walaupun ia berkeluh kesah tentang penderitaannya, ia tidak sekalipun menyalahkan Tuhan. Bahkan dalam penderitaannya ia menyatakan bahwa sekalipun hidup manusia itu fana tetapi di hadapan Tuhan itu mulia. Kata Ayub, "Apakah gerangan manusia, sehin

Devotion 797 : JANGAN MENGHAKIMI

Gambar
Devotion 797 - Dr. Heintje Kobstan JANGAN MENGHAKIMI Bacaan: Ayub 6 Kemungkinan besar Elifas menganggap Ayub mengalami penderitaan dikarenakan ia berdosa kepada Tuhan. Nasehat-nasehat yang diberikan Elifas sebagai sahabat bukan membangkitkan semangat tetapi mengandung tuduhan dosa. Seringkali kita sebagai orang Kristen mempunyai kecederungan menghakimi seseorang yang sedang dalam masalah atau penderitaan itu karena dosa. Padahal tidak semua masalah dan penderitaan dikarenakan dosa. Bisa jadi karena kita hidup benar dan mengalami berkat Tuhan maka ada orang yang iri dan ingin menghancurkan hidup kita. Ataupun karena iblis yang ingin menghancurkan hidup kita seperti yang terjadi pada Ayub. Ayub mengakui bahwa ia mengucapkan perkataan yang terburu-buru namun jika dibandingkan dengan penderitaannya, kata-katanya tidak ada artinya. Dalam penderitaannya, Ayub merasa Tuhan bahkan berbalik memusuhinya dengan seolah-olah menembakkan panah dan menebar racun dalam tubuhnya. Ayub merasakan mak

Devotion 796 : SEBUAH PERSAHABATAN

Gambar
Devotion 796 - Dr. Heintje Kobstan SEBUAH PERSAHABATAN Bacaan: Ayub 5 Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran (Ams.17:17). Ketika Ayub dilanda malapetaka yang bertubi-tubi, 3 orang sahabatnya datang menjenguknya. Mereka adalah Elifas orang Teman, Bildad orang Suah dan Zofar orang Naama. Mereka ikut bersedih atas apa yang menimpa kehidupan Ayub. Mulanya perasaan simpati yang mendalam namun karena Ayub mulai berkeluh kesah atas penderitaannya maka simpati itu berubah menjadi nasehat kepada Ayub. Elifas pada awalnya memuji tentang kehidupan Ayub yang menjadi berkat bagi banyak orang tetapi juga mengkritik Ayub, dimana semua perkataan nasehat yang ia berikan untuk menguatkan orang lain sedangkan ia sendiri tidak mengaplikasikan dalam menghadapi penderitaannya? Memang begitu mudah kita bisa menilai dan memberi nasihat kepada mereka yang ditimpa masalah sedangkan untuk melakukannya dalam kehidupan mungkin tidak. Elifas menasehati Ayub agar

Devotion 795 : MANUSIA KUAT YANG TERBATAS

Gambar
Devotion 795 - Dr. Heintje Kobstan MANUSIA KUAT YANG TERBATAS Bacaan: Ayub 4 Keadaan kehidupan bisa berbalik dengan cepatnya. Seseorang yang ada di atas bisa saja turun ke bawah dengan cepat, atau yang di bawah bisa naik dengan cepat ke atas. Apakah kita bisa selamanya menjadi manusia kuat seperti lagunya Tulus? Mungkin tidak karena manusia bukanlah Superman ataupun Gatot Kaca. Manusia dijadikan dari debu tanah tetapi Roh Allah memberikan kehidupan. Roh Allah yang ada dalam diri manusia itulah yang memberikan kekuatan untuk dapat mengatasi masalah kehidupan. Tetapi bagaimana dengan Ayub? Apakah Ayub sebagai manusia yang terbatas masuk dalam kategori manusia kuat? Elifas, salah seorang sahabat Ayub dengan lembut menegur Ayub. Apa yang dikatakan Ayub sebelumnya tentang hari kelahirannya dihadapan teman-temannya mendapatkan respon beragam dari mereka. Elifas menyatakan bagaimana mungkin seorang Ayub yang sudah mengajar, menguatkan tangan yang lemah, menasehati orang yang jatuh, mengok

Devotion 794 : DIMULAI DARI PIKIRAN

Gambar
Devotion 794 - Dr. Heintje Kobstan DIMULAI DARI PIKIRAN Bacaan: Ayub 3 Ketika Ayub dalam malapetaka, ia mendapatkan kunjungan dari 3 sahabatnya. Ketika mereka melihat Ayub dari kejauhan, mereka tidak dapat mengenalinya lagi. Yang mereka lakukan adalah menangis dan ikut berduka bersamanya. Mereka turut merasakan apa yang Ayub rasakan dan berusaha untuk menghiburnya. Walaupun Ayub terlihat kuat dan tabah menghadapi semua malapetaka ini dan tidak berbuat dosa, tetapi Ayub bukanlah manusia super, ia hanyalah seorang manusia biasa yang tidak sempurna. Pada satu titik, ia mengeluarkan pernyataan mengutuk hari kelahirannya, tetapi ia tidak pernah mengutuk Tuhan. Elisabeth Kubler Ross, yang terkenal dengan bukunya, Death and Dying, menulis bahwa dalam menghadapi kematian, manusia melewati beberapa tahapan reaksi, dan salah satunya ialah keputusasaan. Tampaknya kondisi seperti itulah yang sedang dialami oleh Ayub. Ia tidak hanya telah kehilangan orang-orang yang dikasihinya, harta bendanya,

Devotion 793 : KUALITAS IMAN DIBUKTIKAN UCAPAN BIBIR

Gambar
Devotion 793 - Dr. Heintje Kobstan KUALITAS IMAN DIBUKTIKAN UCAPAN BIBIR Bacaan: Ayub 2 Harta yang telah dikumpulkan selama bertahun-tahun hilang lenyap dalam 1 hari. 7 anak laki-laki dan 3 anak perempuannya meninggal dalam 1 malam. Itulah yang dialami Ayub orang Us, orang yang saleh, jujur, takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan. Suatu hal yang ironi bahwa orang seperti Ayub mengalami hal yang sungguh menyesakkan seperti itu. Namun ternyata dibalik masalahnya, ada kuasa jahat yaitu si iblis yang menyebabkan hal itu. Apakah Tuhan tidak membela Ayub? Tuhan tahu kualitas iman Ayub sehingga Ia mengijinkan iblis membuktikannya sendiri. Ujian pertama, Ayub berhasil melaluinya dan iblis pun tidak puas dengan itu. Ketika pada suatu hari anak-anak Tuhan datang menghadapNya, ikut juga iblis. Pada pertemuan kali ini, Tuhan mungkin mengejek iblis, sang provokator bahwa ujian iman pada Ayub gagal total. Tetapi dasar iblis, memang sifatnya adalah mencuri, membunuh dan membinasakan tetap tidak

Devotion 792 : KUALITAS IMAN

Gambar
Devotion 792 - Dr. Heintje Kobstan KUALITAS IMAN Bacaan: Ayub 1 Ada seorang yang bernama Ayub, pengusaha dari tanah Us yang dikaruniai Tuhan 7 anak laki-laki dan 3 anak perempuan. Ayub terkenal sebagai orang yang saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ayub dalam hidupnya selalu berusaha untuk hidup berkenan kepada Tuhan. Sehingga setiap kali anak-anaknya selesai mengadakan pesta, maka Ayub akan memanggil mereka dan menguduskan mereka. Ia juga mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah anak-anaknya karena pikirnya mungkin mereka telah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah dalam hati. Ayub sangat mementingkan untuk menjaga hubungan baiknya dan keluarganya dengan Tuhan. Ayub dengan setia melakukan tugas sebagai imam dalam keluarga. Ketika ia mempersembahkan korban bakaran itu, ia sadar bahwa akar dosa ada di dalam hati manusia dan dapat diampuni dan dikuduskan lewat korban bakaran. Korban bakaran ini melambangkan apa yang akan dikerjakan Kristus bagi dosa manusia.

Devotion 791 : ADA KASIH DALAM HUKUMAN

Gambar
Devotion 791 - Dr. Heintje Kobstan ADA KASIH DALAM HUKUMAN Bacaan: Ester 10 Orang Yahudi yang ada di kerajaan Ahasyweros akhirnya dapat hidup dengan tenang. Mereka terpelihara dengan baik oleh para pejabat dan penguasa kota-kota karena mereka merasa takut kepada Mordekhai. Mordekhai dan Ester mengeluarkan surat ketetapan untuk semua orang Yahudi agar setiap tanggal 13 dan 14 bulan Adar, mereka harus merayakan hari raya Purim. Hari raya ini untuk mengenang kembali tentang rencana pemusnahan orang Yahudi oleh Haman dengan membuang pur (undian). Hari raya ini telah menjadi hari raya yang dilakukan dari generasi ke generasi orang Israel. Walaupun dalam kitab Ester ini tidak menyebutkan tentang Tuhan tetapi kita bisa melihat penyertaan Tuhan yang luar biasa bagi umatNya. Orang Yahudi mendapatkan hukuman dari Tuhan dengan menjadi tawanan yang terbuang dari tanah milik mereka tapi Tuhan tetap mempedulikan mereka. Dibalik hukuman itu tersedia kasih Tuhan yang besar atas mereka. Mordekhai d

Devotion 790 : KEMENANGAN KARENA PEMBELAAN TUHAN

Gambar
Devotion 790 - Dr. Heintje Kobstan KEMENANGAN KARENA PEMBELAAN TUHAN Bacaan: Ester 9 Hari pembinasaan bagi orang Yahudi yang dirancangkan oleh Haman telah tiba. Tepatnya tanggal 13 bulan Adar (bulan 12) atau tanggal 7 Maret 473 SM, seluruh orang Yahudi berkumpul bersatu di kota-kota dalam pemerintahan Ahasyweros untuk menunggu penyerangan dari para pembenci orang Yahudi. Hal ini sesuai dengan surat yang dikirimkan Mordekhai agar orang Yahudi berkumpul dan bersatu untuk melawan kembali mereka yang ingin membinasakan mereka. Dalam pasal ini kita melihat bahwa setiap rancangan buruk ataupun jahat bagi umat Tuhan tidak akan pernah berhasil. Tuhan pasti akan melakukan pembelaan bagi umatNya. Ia sanggup mengubah rancangan buruk menjadi kebaikan bahkan sanggup mengubah hati raja kafir sekalipun untuk berbalik menolong umatNya. Orang Yahudi bersatu dan melakukan perlawanan kepada mereka yang membenci dan ingin membunuh mereka. Orang Yahudi hanya membunuh mereka yang membenci mereka bahkan

Devotion 789 : RATAPAN MENJADI SUKACITA

Gambar
Devotion 789 - Dr. Heintje Kobstan RATAPAN MENJADI SUKACITA Bacaan: Ester 8 Pada akhirnya orang yang berbuat jahat mendapatkan upahnya. Haman yang membuat tiang setinggi 50 hasta untuk menyulakan Mordekhai tetapi ternyata tiang itu dipakai untuk menyulakan dirinya. Titah raja berikutnya adalah bahwa semua harta kekayaan Haman diberikan kepada Ester. Ketika raja mengetahui hubungan Mordekhai dan Ester maka cincin meterai yang diambil daripada Haman dan diberikan kepada Mordekhai. Dan Mordekhai diangkat oleh Ester menjadi kuasa atas harta Haman. Tetapi persoalan yang utama masih belum terselesaikan yaitu undang-undang tentang pemusnahan massal orang Yahudi tidak dapat dibatalkan. Ester bersujud di hadapan raja untuk memohon belas kasihan raja atas bangsanya. Maka jawab raja Ahasyweros kepada Ester, sang ratu, serta kepada Mordekhai, orang Yahudi itu: "Harta milik Haman telah kukaruniakan kepada Ester, dan Haman sendiri telah disulakan pada tiang karena ia sudah mengacungkan tang

Devotion 788 : HANYA DALAM SEMALAM

Gambar
Devotion 788 - Dr. Heintje Kobstan HANYA DALAM SEMALAM Bacaan: Ester 7 Mordekhai mendapat penghormatan yaang luar biasa dari raja Ahasyweros. Namun bagi Mordekhai itu bukanlah suatu penghiburan baginya karena didepan mata ia melihat kemusnahan orang Yahudi. Namun menghadapi hal itu, Ester tetap menjalankan strategi untuk mengambil hati raja lewat perjamuan yang diadakannya. Haman yang diundang dalam perjamuan itu merasa bangga dan tidak mengetahui rencana Ester. Ketika raja menanyakan apa yang diinginkan oleh Ester, maka inilah kesempatan baginya untuk mengutarakan maksud hatinya kepada raja. Ester tidak tergesa-gesa untuk menyampaikan maksud hatinya kepada raja. Ia menunggu waktu Tuhan karena orang Yahudi telah berpuasa baginya. Kesempatan yang ia tunggu-tunggu akhirnya datang juga dan sambil memohon belas kasihan raja, ia mengutarakan isi hatinya. Ia menyampaikan keadaan dirinya dan apa yang sedang dihadapi oleh bangsanya dengan penuh kerendahan hati. Maka bertanyalah raja Ahasyw

Devotioj 787 : KEJUTAN DITENGAH ANCAMAN

Gambar
Devotion 787 - Dr. Heintje Kobstan KEJUTAN DITENGAH ANCAMAN Bacaan: Ester 6 Setelah Ester mendapatkan perkenanan raja dan berdiri dihadapannya maka raja menanyakan apa yang Ester inginkan. Ester tidak langsung meminta tetapi ia mengundang raja beserta Haman untuk hadir dalam perjamuan yang akan diadakannya. Raja dan Haman pun datang ke perjamuan ratu Ester. Tetapi Ester belum menyatakan isi hatinya kepada raja tetapi hanya mengundang raja dan Haman untuk kembali hadir besok dalam perjamuan yang akan diadakannya. Haman merasa bangga ketika mendapatkan undangan dari ratu Ester. Haman tidak senang dengan Mordekhai, tetapi setelah mendapatkan nasihat dari istri dan kawan-kawannya maka ia mendirikan tiang sulah setinggi 50 meter. Tiang itu akan diperasembahkan kepada raja untuk menyulah Mordekhai. Tetapi apa yang terjadi pada raja? Raja menjadi gelisah hatinya dan ia menyuruh untuk dibacakan catatan sejarah maka didapatkannya catatan tentang Mordekhai. Mordekhai pernah menolong raja tet

Devotion 786 : MENEMBUS KEMUSTAHIILAN

Gambar
Devotion 786 - Dr. Heintje Kobstan MENEMBUS KEMUSTAHILAN Bacaan: Ester 5 Ketika Ester mendengar berita itu dan memahami maksud dan rencana Tuhan baginya maka ia menyuruh seluruh orang Yahudi berpuasa 3 hari. Pada hari yang ketiga maka berdandanlah Ester dan mengenakan pakaian ratu. Dengan segala resiko yang mungkin akan terjadi, Ester pergi menghadap raja. Ketika raja melihat Ester, sang ratu berdiri dipelataran maka berkenanlah raja serta mengulurkan tongkat emas pada Ester. Lalu mendekatlah Ester dan menyentuh ujung tongkat itu. Apakah karena kecantikan ratu Ester sehingga membuat raja berkenan menemuinya bahkan berjanji jika Ester meminta setengah kerajaan pun akan diberikannya. Bisa jadi demikian, Ester memang sangat cantik dan orang yang melihatnya pasti jatuh hati. Tetapi lebih dari itu semua, ada kuasa Tuhan yang tak terlihat tetapi mampu membuat hati raja Ahasyweros berkenan kepada Ester. Doa dan puasa menggerakan kuasa Tuhan bekerja menguasai raja. Ini sebuah bukti yang me

Devotion 785 : MAKSUD DAN TUJUAN TUHAN

Gambar
Devotion 785 - Dr. Heintje Kobstan MAKSUD DAN TUJUAN TUHAN Bacaan: Ester 4 Terjadilah perkabungan yang sangat besar di antara orang Yahudi ditiap-tiap daerah akibat pengumuman genosida yang dirancang oleh Haman. Mordekhai pun memakai kain kabung dan menangisi akan hal itu sampai di pintu gerbang istana. Ketika Ester mendengar hal itu maka diutusnya orang untuk bertanya kepada Mordekhai. Mordekhai bukan hanya mengetahui rancangan jahat Haman, ia juga memiliki salinan keputusan itu dan juga ia tahu berapa jumlah uang yang dijanjikan kepada tiap-tiap daerah yang melakukan genosida ini. Lalu kemudian disampaikanlah kepada Ester tentang keputusan itu. Ada satu penghalang bagi Ester untuk bertemu raja walau ia adalah permaisuri. Sejak dahulu, para raja Media menolak untuk bertemu tamu yang tak diundang. Setiap orang yang mau bertemu raja harus membuat janji. Dan jika raja berkenan maka ia akan menemuinya yang ditandai dengan uluran tongkat dari raja kepada orang itu. Ester tidak dapat be

Devotion 784 : DITANGAN TUHAN RANCANGAN BURUK BERUBAH MENJADI KEBAIKAN

Gambar
Devotion 784 - Dr. Heintje Kobstan DITANGAN TUHAN RANCANGAN BURUK BERUBAH MENJADI KEBAIKAN Bacaan: Ester 3 Ketika ratu Wasti dipecat sebagai permaisuri maka terpilihlah Ester menjadi ratu. Dari anak yatim piatu yang hanya diasuh oleh Mordekhai, pamannya dan mereka merupakan orang yang ditawan dan dibuang ke Babel, tetapi Tuhan sanggup mengangkat Ester menjadi ratu. Mordekhai pun ditolong Tuhan untuk mengungkapkan persepakatan Bigtan dan Teresh, para sida-sida yang ingin membunuh raja. Mordekhai tidak memperoleh penghargaan dan dia tidak menuntut tetapi jasanya dicatat dalam kitab sejarah dihadapan raja. Setelah peristiwa itu, ternyata yang mendapat penghargaan dari raja adalah Haman orang Agag. Ia mendapatkan kebesaran dari raja, semua pegawai istana yang berada di pintu gerbang harus berlutut dan sujud kepada Haman karena titah raja tetapi Mordekhai tidak. Ketika dilaporkan hal itu kepada Haman maka panaslah hati Haman sehingga ia mencari cara bukan saja untuk memusnahkan Mordekha

Devotion 783 : MENJADI BINTANG

Gambar
Devotion 783 - Dr. Heintje Kobstan MENJADI BINTANG Bacaan: Ester 2 Raja Ahasyweros menyesali keputusannya yang telah memecat ratu Wasti sebagai ratu. Setelah murkanya surut maka ia terkenang kepada Wasti dan yang dilakukannya, dan kepada apa yang diputuskan atasnya. Karena hal ini maka diusulkan kepada raja agar mencari gadis-gadis cantik pengganti ratu Wasti dan raja menyetujui usulan itu. Maka diadakanlah kontes ratu kecantikan dan diseleksilah dari seluruh daerah anak dara yang lolos seleksi dikumpulkan dan diberi perawatan kecantikan. Inilah permulaan kisah perjuangan seorang Hadasa (hadhas yang artinya sejenis bunga, dalam bahasa ibrani berarti pohon murad), yang biasa juga dikenal dengan nama Ester (berhubungan dengan kata Persia = stareh artinya: bintang; Sansekerta: sta'na; Akadia: istar). Kebiasaan orang Yahudi memberikan dua nama kepada anaknya pada waktu itu. Mordekhai, paman Ester yang mengasuhnya (karena Ester adalah anak yatim piatu) mendaftarkannya untuk ikut kom

Devotion 782 : JALANILAH PROSES KEHIDUPAN DENGAN SABAR

Gambar
Devotion 782 - Dr. Heintje Kobstan JALANILAH PROSES KEHIDUPAN DENGAN SABAR Bacaan: Ester 1 Kisah Ester (485 - 465 SM) dimulai pada jaman Ahasyweros, penguasa dari India - ke Etiopia. Pada tahun ke-3 pemerintahannya, raja Ahasyweros mengadakan perjamuan bagi semua pembesar dan pegawainya, tentara Media dan Persia, kaum bangsawan dan pembesar daerah hadir di hadapan raja. Pada saat itulah Ahasyweros dengan pongahnya memperlihatkan semua kebesaran dan kekayaan yang ia miliki. Pesta itu diadakan selama 180 hari dan kemudian ditambah 7 hari lagi bagi seluruh rakyat yang berada di dalam benteng Susan. Nebukadnesar membawa orang Yahudi ke pembuangan pada tahun 586 SM. Mungkin ada banyak yang mulai mempertanyakan pengharapan mereka akan kelepasan yang dijanjikan Tuhan. Dalam pembuangan, orang Yahudi harus hidup dibawah hukum dan kekuasaan Media-Persia. Bukan hukum Taurat tetapi hukum yang dibuat dengan sekehendak hati raja, bersifat mutlak. Jika melihat kenyataan seperti ini, akankah ada k

Devotion 781 : MEMPERTAHANKAN PERJANJIAN

Gambar
Devotion 781 - Dr. Heintje Kobstan MEMPERTAHANKAN PERJANJIAN Bacaan: Nehemia 13 Ketika Ezra membacakan dan menjelaskan kitab Taurat TUHAN maka para pemimpin dan umat Tuhan mengadakan ikatan perjanjian dengan Tuhan. Mereka melakukan pertobatan dan hidup tidak mencemarkan diri menurut kebiasaan bangsa lain bahkan menjadikan mereka istri atau menikahkan anak mereka dengan orang di luar Israel. Mereka juga berjanji untuk setia memberikan persembahan perpuluhan dan persembahan khusus lainnya. Namun ketika Nehemia kembali dari Babilonia untuk menghadap raja Arthasasta maka didapati bahwa bilik besar di bait Allah telah diberikan kepada Tobia oleh Elyasib. Padahal bilik itu untuk menyimpan korban sajian, kemenyan, perkakas-perkakas bait Allah, dan persembahan perpuluhan dari tepung, minyak dan anggur yang merupakan hak orang Lewi. Tetapi ketika Tobia menempati bilik itu maka rakyat berhenti membawa persembahan yang berakibat orang Lewi meninggalkan pelayanan dan kembali keladang-ladangnya

Devotion 780 : TUHAN YANG MELINDUNGI UMATNYA

Gambar
Devotion 780 - Dr. Heintje Kobstan TUHAN YANG MELINDUNGI UMATNYA Bacaan: Nehemia 12 Ketika sebuah keluarga memasuki rumah baru maka pada umumnya diadakan perayaan seperti syukuran memasuki rumah baru. Mereka bersukacita dan mengundang kerabat untuk berdoa dan bersyukur kepada Tuhan atas berkat pertolonganNya sehingga mereka bisa memasuki rumah yang baru. Ternyata menurut penafsiran setelah tembok kota Yerusalem selesai diperbaiki oleh Nehemia tidak langsung dirayakan. Sekitar 17 tahun kemudian barulah diadakan perayaan pentahbisan tembok Yerusalem. Jadi diundanglah seluruh rakyat termasuk didalamnya orang Lewi dari segala tempat. Menurut Neh. 11:18, hanya ada dua ratus delapan puluh empat orang Lewi yang tinggal di Yerusalem pada saat itu. Pentahbisan tembok Yerusalem diadakan dengan sangat meriah dengan melibatkan 2 kelompok paduan suara. Kedua kelompok paduan suara ini keluar dari tempat yang berbeda lalu kemudian bertemu di depan Bait Suci. Seluruh rakyat sangat bersukacita kare