Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2019

Devotion 1183 : SEMUA BUKAN SEGALANYA

Devotion 1183 - Dr. Heintje Kobstan SEMUA BUKAN SEGALANYA Bacaan: Yehezkiel 27 Tuhan menyuruh Yehezkiel untuk mengucapkan suatu ratapan atas Tirus. Ratapan adalah tangisan yang disertai ucapan yang menyedihkan. Ratapan ini harus dinyatakan dihadapan orang untuk menggambarkan rasa duka yang sangat. Namun dalam satu sisi, bagaimana mungkin Yehezkiel dapat meratapi Tirus yang telah bersikap angkuh atas kehancuran Yerusalem? Tetapi Yehezkiel harus melakukannya. Jika Ia tidak mempunyai belas kasihan TUHAN maka ia tidak akan mampu melakukannya. Dan seharusnya kata-kata yang diucapkan bagi Tirus adalah kata-kata kutuk tetapi sebaliknya Yehezkiel bisa memendam perasaan pribadi demi kehendak Tuhan. Tirus mempunyai armada kapal dagang yang besar; pasal ini melukiskan Tirus sebagai kapal yang besar dan indah yang membawa barang dagangan dan harta kepada banyak bangsa. Tirus adalah suatu kota pelabuhan perdagangan yang kaya raya, makmur dan dihormati bangsa-bangsa sekitarnya. Sebagai kota

Devotion 1182 : BERAWAL DARI KESOMBONGAN

Devotion 1182 - Dr. Heintje Kobstan BERAWAL DARI KESOMBONGAN Bacaan: Yehezkiel 26 Pasal ini memuat nubuatan atas bangsa Tirus. Tirus mewakili bangsa-bangsa yang tinggal di pesisir. Tirus, Ibu kota Fenisia, terletak 96 kilometer barat laut Nazaret, di pesisir Laut Tengah. Sebagian kota ini adalah sebuah pulau dan daerah pantai di kaki pegunungan Libanon. Sejarah (Heroditus dan surat-surat Amarna) mengungkapkan bahwa bangsa ini desak keluar dari Palestina dan Siria pada abad ke-13 dan ke-14. Kemudian bangsa Fenisia itu mengalihkan kekuatan mereka ke laut dan menjadi marinir dan pedagang terhebat sepanjang waktu, pada waktu itu. Mengapa TUHAN ingin menghukum Tirus? Kesombonganlah yang merupakan alasan TUHAN menghukum Tirus. Tirus bersukacita dalam kesombongannya ketika melihat Yerusalem dihancurkan. Mereka malah sesumbar untuk menjadikan Yerusalem jarahan mereka (ay.2). Mereka menjadi serakah! Justru keserakahan Tirus menjadi bumerang buat mereka (ay.5). Tuhan melakukan pembalasan.

Devotion 1181 : TUHAN PEMBELA UMATNYA

Devotion 1181 - Dr. Heintje Kobstan TUHAN PEMBELA UMATNYA Bacaan: Yehezkiel 25 Dalam pasal ini, Yehezkiel disuruh Tuhan untuk bernubuat melawan bani Amon, Moab, Edom, dan orang Filistin. Bani Amon dan Moab dihukum TUHAN karena merasa senang atas kejatuhan Yerusalem dan kehancuran Bait Suci. Sikap mereka yang meremehkan Yehuda merupakan kesombongan dihadapan TUHAN. Allah menghukum bangsa Edom karena mereka sangat membenci bangsa Israel. Allah menghukum bangsa Filistin karena dendam kesumatnya pada bangsa Israel dan bersukacita atas kecelakaan Israel. Pada kenyataannya memang Allah sedang menghukum Yehuda. Namun hal yang tidak disukai Allah adalah bangsa-bangsa lain ikut bermegah atas hukuman itu. Ibaratnya seperti ungkapan senang jika melihat orang lain susah dan susah jika melihat orang lain senang. Allah tidak menginginkan bangsa-bangsa lain bersukacita diatas penderitaan Yehuda ataupun melecehkannya. Ketika itu terjadi, Allah tidak akan berdiam diri tetapi Ia akan membela

Devotion 1180 : API PEMURNIAN

Devotion 1180 - Dr. Heintje Kobstan API PEMURNIAN Bacaan: Yehezkiel 24 Kejahatan yang dilakukan oleh Yerusalem sudah pada tahap yang tak dapat dipulihkan lagi. Sehingga pada hari di mana raja Babel mulai menyerang Yerusalem, Yehezkiel mendapatkan firman TUHAN tentang perumpamaan tentang kuali yang berisi potongan daging. Yerusalem akan menjadi seperti sebuah kuali dan penduduknya akan seperti potongan daging dan tulang pilihan. setelah isi kuali itu habis, kuali itu akan dimurnikan. Dengan api hukuman hingga tembaganya menjadi merah, kotorannya hancur, dan karatnya hilang (ay. 11). Karena Yerusalem menolak Allah membersihkannya dari segala kecemarannya, maka ia harus berhadapan dengan murka Allah yang hebat. Yehezkiel mendapatkan firman Tuhan tentang perumpamaan kuali yang berkarat yang ditaruh di atas api untuk dibersihkan. Hal ini merupakan penghakiman yang menyucikan akan berlanjut setelah kehancuran kota itu. Dimana TUHAN harus menyucikan kota itu dari segala dosa dan kejahatan

Devotion 1179 : JANGAN TINGGALKAN KEBENARAN

Devotion 1179 - Dr. Heintje Kobstan JANGAN TINGGALKAN KEBENARAN Bacaan: Yehezkiel 23 Jika kebenaran tidak lagi menjadi hal yang  utama dari umat Tuhan maka yang terjadi ditengah umat adalah kejahatan. Kejahatan seperti apa? Dalam pasal ini berisi sebuah gambaran alegoris tentang sejarah Samaria (Israel Utara) dan Yerusalem sebagai dua bersaudara yang tidak setia kepada pasangan ilahi mereka. Samaria dinamakan Ohola dan Yerusalem Oholiba. Kata Ibrani ohola berarti: kemahnya, dan kata oholiba berarti: kemahku di sana. Yehezkiel melukiskan mereka sebagai orang yang tidak setia kepada Allah dan telah berzina secara rohani karena bersundal dengan bangsa-bangsa lain. Kedua bangsa tersebut dituding oleh karena aliansi politik mereka dengan bangsa-bangsa lain. Ilustrasinya adalah Samaria dan Yehuda, sebagai istri-istri sah Tuhan, memilih pasangan-pasangan sundal mereka sebagai tempat mereka menyandarkan diri demi kepuasan seksual mereka. Jadi persundalan di sini menunjuk kepada usaha Sama

Devotion 1178 : JIKA KEBENARAN SIRNA

Devotion 1178 - Dr. Heintje Kobstan JIKA KEBENARAN SIRNA Bacaan: Yehezkiel 21 Apa jadinya ketika umat TUHAN meninggalkan TUHAN dan beribadah kepada Allah yang lain? Maka firman TUHAN yang kita baca dalam pasal ini menyatakan Yerusalem telah menjadi kota penuh kekerasan dan bermacam-macam kefasikan. Tidak ada lagi rasa hormat akan hal-hal yang kudus, keluarga, golongan miskin atau melarat. Kebejatan seksual merajalela, dan penipuan serta penyuapan adalah peristiwa biasa. Semua ini terjadi karena bangsa itu telah meninggalkan Allah dan FirmanNya. Ada empat hal yang dinyatakan yang merupakan perbuatan-perbuatan yang bercela, yaitu: 1. Bangsa ini tidak lagi beriman kepada TUHAN karena mereka telah menyembah berhala. Mereka melupakan TUHAN dan ini merupakan akar dari segala dosa. 2. Kekerasan dan penumpahan darah terjadi di dalam Kota Yerusalem. 3. Kebejatan seksual yang merajalela. Tidak ada lagi rasa hormat akan hal-hal yang kudus dalam keluarga dan pernikahan. 4. Praktek kekejaman di

Devotion 1177 : PELAJARAN SEJARAH

Devotion 1177 - Dr. Heintje Kobstan PELAJARAN SEJARAH Bacaan: Yehezkiel 20 Setiap bangsa mempunyai sejarah dan peran sejarah sangat penting bagi kehidupan berbangsa. Kita bisa belajar tentang apa saja terutama berkehidupan melalui sejarah, karena itu jangan pernah melupakan sejarah. Demikian dalam pasal ini, TUHAN mengingatkan para tua-tua Israel yang datang untuk meminta petunjuk dari TUHAN kepada Yehezkiel. Apa yang mau diingatkan TUHAN dan sekaligus teguran keras bagi mereka yaitu sejarah. Sejarah tentang apa? Sejarah tentang bangsa Israel yang senantiasa berubah setia kepada TUHAN. Bukannya TUHAN memberikan petunjuk kepada para tua-tua Israel malahan Tuhan menyatakan penghakiman-Nya atas mereka. Sejarah Israel menunjukkan Tuhan yang penuh kasih dan setia kepada umat yang terus menerus berontak. Kasih dan kesetiaan TUHAN telah terbukti kepada Israel sekalipun mereka menolakNya. Sejak dari Masa perbudakan di Mesir dan sampai di tanah perjanjian, TUHAN telah menunjukkan sumpahNya

Devotion 1176 : DITENTUKAN OLEH PEMIMPIN

Devotion 1176 - Dr. Heintje Kobstan DITENTUKAN OLEH PEMIMPIN Bacaan: Yehezkiel 19 Israel (kerajaan Yehuda) diumpamakan sebagai seekor singa betina. Dan singa betina ini membesarkan seekor singa muda yang belajar menerkam malah manusia pun diterkamnya. Singa muda ini pelambang dari raja Yoahas. Namun singa muda ini di tawan oleh Firaun Nekho dari Mesir pada tahun 608 SM. Lalu kemudian singa betina ini melihat usahanya gagal, maka ia mengambil seekor anak singa lainnya dan membesarkannya menjadi singa muda. Singa muda berikutnya adalah Yoyakim adik Yoahas. Namun kepemimpinannya tidak dibahas disini karena ia mati sebelum berbuat banyak. Lalu anaknya Yoyakhin menjadi raja namun kemudian ditawan oleh Nebukadnezar raja Babel tahun 597 SM. Yehezkiel kemudian melanjutkan ratapannya dengan menggambarkan pohon anggur. Pada pohon anggur itu tumbuh suatu cabang yang kuat dan menjulang tinggi, namun kemudian tercabut dan dibuang kebumi lalu terbakar. Ini merupakan gambaran raja Zedekia, yang b

Devotion 1175 : YANG BERBUAT YANG BERTANGGUNG JAWAB

Devotion 1175 - Dr. Heintje Kobstan YANG BERBUAT YANG BERTANGGUNG JAWAB Bacaan: Yehezkiel 18 Ada kepercayaan di kalangan orang Yahudi bahwa karena dosa-dosa orang tua mereka maka mereka harus menanggung hukuman. Dalam hal ini mereka mempertanyakan keadilan TUHAN. Mereka mengungkapkan kata sindiran bahwa ayah-ayah makan buah mentah dan gigi anak-anaknya menjadi ngilu. Kata sindiran ini mungkin berdasarkan pada Kel. 20:5 dan Ul. 5:9, yang keduanya mengajarkan bahwa anak-anak terpengaruh oleh dosa-dosa orang-tuanya; akan tetapi, Yehezkiel menjelaskan bahwa nas-nas ini tidak dimaksudkan untuk mengajarkan bahwa anak-anak akan dihukum karena dosa orang-tua. Pasal ini mengajarkan kebenaran dasar bahwa setiap orang bertanggung jawab kepada Allah atas hidupnya sendiri, dan bahwa setiap orang yang terus-menerus berbuat dosa akan mati secara rohani dan menderita hukuman kekal. Sebaliknya orang yang menjaga diri dari perbuatan melanggar hukum Taurat dengan sendirinya tidak akan dihukum melaink

Devotion 1174 : JANGAN MENCOBA MENOLONG TUHAN

Devotion 1174 - Dr. Heintje Kobstan JANGAN MENCOBA MENOLONG TUHAN Bacaan: Yehezkiel 17 TUHAN memberikan perumpamaan kepada Yehezkiel tentang burung rajawali yang sangat besar. Burung rajawali ini datang ke Libanon dan mengambil puncak pohon aras. Ia mengambil sebuah taruk-taruk  lalu ditaruh diladang dekat air yang berkelimpahan dan kemudian bertumbuh menjadi pohon anggur yang rimbun. Burung rajawali disini melambangkan Nebukadnezar dari kerajaan Babelonia yang besar. Libanon adalah gunung di Israel; pohon aras adalah keturunan Daud. Namun datanglah seekor burung rajawali besar lain dan pohon anggur ini ternyata lebih condong kepada burung rajawali yang kedua, atau gambaran dari Firaun. Mengapa TUHAN memakai teka-teki dan perumpamaan ini? Perumpamaan diberikan untuk menjelaskan apa yang secara sejarah akan dialami oleh Yerusalem. Perumpamaan tentang pohon anggur berbicara tentang ketidaksetiaan Zedekia. Zedekia diangkat oleh Babel untuk menggantikan Yoyakin menjadi raja atas Yerusa