Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2019

Devotion 1220 : MENGENAL TUHAN YANG BENAR

Devotion 1220 - Dr. Heintje Kobstan MENGENAL TUHAN YANG BENAR Bacaan: Hosea 4 Tuhan menyatakan kepada Hosea bahwa Ia sedang berpekara dengan bangsa ini. Apakah perkara itu? Mereka tidak hidup dalam kesetiaan dan kasih. Penduduk negeri hanya mengutuk, berbohong, membunuh, mencuri, berzinah, melakukan kekerasan dan penumpahan darah menyusul penumpahan darah. Inilah yang terjadi pada bangsa ini, karena itu bangsa ini akan berkabung dan hidup merana. Dosa mereka makin bertambah dan mereka menukar kemuliaan Tuhan dengan perzinahan yang begitu menguasai bangsa ini. Mengapa bangsa ini menjadi seperti ini? Karena bangsa ini tidak mengenal Tuhan yang benar. Mengapa mereka tidak mengenal Tuhan yang benar? Sebab para imam dan nabi menolak pengenalan akan Tuhan. Inilah akar permasalahan di bangsa ini. Karena para imam dan nabi tidak mengenal Tuhan yang benar maka mereka pun tidak bisa mengajar dan mengarahkan umat di jalan Tuhan. Bahkan imam dan nabi pun melakukan hal yang sama dengan rakyat.

Devotion 1219 : KANDANG BABI

Devotion 1219 - Dr. Heintje Kobstan KANDANG BABI Bacaan: Hosea 3 Apakah yang akan dilakukan jika pasangan kita berselingkuh? Kebanyakan orang mungkin akan meninggalkan atau menceraikan pasangannya itu. Tetapi apa yang dilakukan Hosea malah sebaliknya.  Tuhan menyuruh Hosea untuk kembali menerima Gomer. Gomer telah berselingkuh dan berlaku tidak setia kepada Hosea. Hal ini menggambarkan kasih Tuhan kepada Israel yang telah berselingkuh dengan dewa-dewa bangsa-bangsa. Ada pepatah, seperti anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya (2Pet.2:22). Begitulah keadaan Gomer yang kembali kepada persundalannya. Gomer tidak mengindahkan pengorbanan Hosea yang telah bersedia menikahinya dan memberikan identitas yang baru kepadanya. Seharusnya Gomer bisa berlaku seperti dalam kisah anak bungsu (Luk.15:12-24). Anak bungsu ini tidak mau selamanya berada dalam kandang babi bahkan untuk makan ampas babi pun ia tidak bisa. Gomer tidak mau keluar dari kandang ba

Devotion 1218 : TINGGALKANLAH SELINGKUHANMU

Devotion 1218 - Dr. Heintje Kobstan TINGGALKANLAH SELINGKUHANMU Bacaan: Hosea 2 Kasus perselingkuhan begitu deras melanda pernikahan. Perselingkuhan ini bahkan juga terjadi di kalangan umat Tuhan. Hal ini juga melanda kehidupan pernikahan Hosea. Gomer, istrinya sebelum dinikahi Hosea berprofesi sebagai perempuan sundal. Seharusnya setelah dinikahi oleh Hosea, dia merasa aman dan terlindungi. Gomer tidak bertobat malah setelah menikah ia tetap melakukan persundalan. Gomer tidak merasakan kepuasan dalam pernikahan sehingga ia kembali bersundal. Tuhan menyatakan kepada Hosea bahwa negeri itu telah bersundal hebat dengan membelakangi Tuhan. Hosea dan Gomer melambangkan persundalan yang dilakukan oleh bangsa Israel. Sebagaimana istri Hosea terbukti tidak setia kepadanya, demikian juga Israel tidak setia kepada Tuhan. Israel telah melakukan perzinaan spiritual. Perzinaan spiritual adalah bahasa kiasan yang diambil dari agama pemujaan kesuburan Kanaan, dengan pelacuran dalam ritualnya. Is

Devotion 1217 : JANJI PEMULIHAN

Devotion 1217 - Dr. Heintje Kobstan JANJI PEMULIHAN Bacaan: Hosea 1 Mungkin tidak ada nabi seperti Hosea yang menikahi seorang perempuan  sundal. Pernikahan itu terjadi karena ketaatan Hosea kepada perintah Tuhan. Bagaimana tanggapan orang-orang pada waktu itu terhadap Hosea. Sebab Hosea adalah seorang pria baik-baik, seorang hamba Tuhan menikahi perempuan sundal bahkan perempuan itu bukannya bertobat tetapi malah bertambah jadi kelakuannya. Bahkan dari Gomer, perempuan sundal itu, Hosea mendapatkan 3 orang anak, dan kemungkinan 2 dari anaknya itu bukanlah anaknya. Pastilah ada maksud dan tujuan Tuhan ketika menyuruh Hosea menikahi Gomer. Hosea menjadi personifikasi dari Tuhan dan Gomer mewakili bangsa Israel. Kata ‘sundal’ menggambarkan penyimpangan yang meliputi seluruh aspek kehidupan. Itulah sebabnya Hosea juga mengungkapkan hal itu dengan ungkapan yang lebih signifikan lagi, yaitu bahwa roh perzinahan telah menyesatkan Israel. Tindakan Allah menyuruh Hosea menikahi perempuan s

Devotion 1216 : MASA KESUKARAN BESAR

Devotion 1216 - Dr. Heintje Kobstan MASA KESUKARAN BESAR Bacaan: Daniel 12 Walaupun masa-masa yang sukar menimpa umat Tuhan tetapi penyertaan Tuhan atas umat-Nya tetap nyata. Hal inilah yang dinyatakan oleh teofani Kristus kepada Daniel (ay.1). Bahwa Michael, malaikat Tuhan akan menyertai umat-Nya dan juga mereka yang namanya tertulis dalam kitab kehidupan akan terluput dari kesediaan besar. Pasal ini menuliskan hal-hal rahasia tentang akhir jaman dan Daniel tidak diberikan pengertian untuk mengetahui artinya. Janji firman Tuhan bahwa ada masa depan yang cerah kepada umat-Nya adalah ya dan amin. Tetapi Daniel melihat bahwa masa depan itu penuh kesukaran bagi umat Tuhan. Apakah hal ini kontradiksi? Tidak! Masa depan yang cerah akan diberikan kepada umat Tuhan yang percaya dan menghidupi firman Tuhan. Mereka inilah yang akan tetap kuat menghadapi kesukaran dan berhasil karena penyertaan Tuhan. Sejak jaman Daniel sudah ada kesukaran demi kesukaran yang dihadapi umat Tuhan. Tetapi kesu

Devotion 1215 : MENGENAL TUHAN

Devotion 1215 - Dr. Heintje Kobstan MENGENAL TUHAN Bacaan: Daniel 11 Setelah 24 hari Daniel berdoa dan berpuasa maka ia pun menerima jawaban doa dari Tuhan. Dalam doanya Daniel berketetapan hati untuk memperoleh pengertian dan merendahkan diri dihadapan Allah. Daniel tidak berdoa untuk kebutuhannya namun ia berdoa agar supaya ia mengenal kehendak Allah untuk bangsanya. Dan ketika ia berdoa didasari firman Tuhan dalam kerendahan hati maka Daniel mendapatkan apa yang dimohonkannya (ps.10:12). Pengungkapan yang Daniel terima adalah tentang apa yang akan terjadi di masa depan. Mengenai bangkitnya bangsa melawan bangsa yang kemudian mengancam umat Allah. Dan semua yang dilihat oleh Daniel dalam pasal ini maupun pasal berikutnya telah terjadi dalam sejarah. Sebab Tuhan telah menyatakan hal yang benar atau peristiwa yang benar-benar akan terjadi dan memang sudah terjadi dan akan terjadi kemudian. Bahkan dalam pasal ini Daniel telah melihat tentang bagaimana nasib umat Tuhan. Para penguasa

Devotion 1214 : MENANTI JAWABAN DOA

Devotion 1214 - Dr. Heintje Kobstan MENANTI JAWABAN DOA Bacaan: Daniel 10 Ditahun ketiga pemerintahan Koresh, raja orang  Persia, Tuhan kembali menyatakan firmanNya kepada Daniel. Firman itu tentang kesusahan besar yang akan datang. Menurut para ahli, kesusahan besar itu dalam bahasa Ibrani berarti tugas tentara atau bala tentara. Yang kemudian diterjemahkan lagi menjadi peperangan yang akan mengakibatkan kesukaran besar. Pada saat itu, yaitu pada penanggalan ketiga pemerintahan Koresh terjadi juga peristiwa pemulihan bait Allah yang telah dimulai (Ezra 1:3) tapi kemudian dihentikan (Ezra 4:4-5). Penglihatan itu tidaklah diabaikan oleh Daniel tetapi ia memperhatikan penglihatan tersebut. Dalam perkabungannya selama 3 minggu, ia tidak makan makanan yang sedap dan tidak berurap. Pada hari yang ke-24, ketika Daniel berada di tepi sungai Tigris, ia mendapat suatu penglihatan. Ia melihat seorang pribadi yang penuh dengan kemuliaan dan menyatakan hal-hal yang supranatural yang telah terj