Duren Sejujurnya saya memang sangat suka duren atau durian...sejak dari kecil saya bisa makan minimal 5 buah, tapi sekarang sudah dibatasi... Duren memang sangat enak dan sangat menggoda begitupun juga dengan produk turunannya seperti dodol, es duren, cendol durian, kue durian dan lain-lain. Jika dilihat sekilas, buahnya yang berduri tajam tidak menarik, baunya yang begitu menyengat dan bagi sebagian orang sangat tidak menyukai duren. Tapi bagi sebagian orang walau rupanya tidak menarik dan baunya menyengat itulah daya tariknya semakin menyengat semakin ranum duren itu dan ketika buahnya dibuka... wow... daging buahnya yang kekuning-kuningan begitu menggoda untuk disantap... Duren bisa dipakai untuk menggambarkan kehidupan... buah duren yang tidak menarik berduri menggambarkan terkadang kita menilai seseorang dari luarnya saja... baik buruknya seseorang dinilai dari luarnya... don't judge other by the cover... padahal ketika buah itu di belah maka isinya kelihatan begitu ba...
Devotion 1073 - Dr. Heintje Kobstan TERLENA Bacaan: Yesaya 39 Alkisah ada seorang nelayan yang sedang menangkap ikan ditengah laut. Kemudian datanglah badai dan gelombang besar, dan sang nelayan berdoa kepada Tuhan. Seandainya dia selamat maka ia akan berikan sapi untuk Tuhan. Lalu badaipun reda dan ia mulai mendayung ke pinggiran. Ketika ia sudah berada di setengah perjalanannya maka datanglah badai dan gelombang besar, lalu ia pun berdoa jika Tuhan meredakan badai maka ia akan memberikan kambing untuk Tuhan. Tetapi sesampainya ia dipantai, ia berkata terima kasih Tuhan tapi janji tadi hanya main-main saja. Tidak berapa lama, temannya datang mengabarinya bahwa rumahnya terbakar. Kemudian ia berkata kepada Tuhan, tadi saya hanya becanda tapi Tuhan sudah anggap serius. Apa hubungan kisah ini dengan kehidupan Hizkia atau dengan hidup kita pribadi dalam pasal ini? Hizkia mendapatkan kesempatan untuk menikmati 15 tahun hidup karena ia berdoa kepada Tuhan. Tetapi dalam hidupnya ia memba...
Devotion 876 - Dr. Heintje Kobstan TUHAN YANG MELUPUTKAN DARI MALAPETAKA Bacaan: Mazmur 43 Dalam mazmur ini, ada beberapa kesamaan dengan mazmur sebelumnya. Ketika Pemazmur menghadapi masalah yang sama maka ia kembali menggunakan metode yang sama, sebagai cara yang “probatum est – sudah terbukti.” Seperti Kristus yang mempunyai roh yang tak terbatas tetapi juga mengucapkan doa yang sama pada satu kesempatan (Mat.26:44). Dalam mazmur ini, Daud berseru kepada Allah, dengan iman dan doa, sebagai Hakimnya, kekuatannya, Penuntunnya, sukacitanya, dan pengharapannya, dengan perasaan-perasaan dan ungkapan-ungkapan yang sesuai. Dalam mazmur ini, Daud mengakui bahwa: Tuhan adalah hakimnya yang akan membela perkaranya dengan adil di hadapan para musuhnya. Daud tahu bahwa penghakiman yang adil itu hanya ada di pengadilan Allah bukan manusia. Barangsiapa yang mempunyai perkara yang jujur boleh berharap bahwa Allah akan memperjuangkan perkaranya. Daud mengakui bahwa Tuhan adalah...
Komentar
Posting Komentar