Postingan

Devotion 1159 : TUGAS KITA SEMUA

Devotion 1159 - Dr. Heintje Kobstan TUGAS KITA SEMUA Bacaan: Yehezkiel 2 Yehezkiel mendapat tugas dari TUHAN untuk memberitakan pesan yang keras kepada bangsa Yehuda. Bangsa ini disebut sebagai bangsa pemberontak atau Gôyîm dalam Teks Masoret hampir selalu berarti "bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah." (Kata ini muncul di dalam bentuk tunggal gôy, "bangsa," dalam bahasa Siria). Tugas Yehezkiel berat sekali karena ia harus memberitakan firman penghukuman pada bangsanya sendiri. Mirip dengan tugas yang Yeremia terima. Sikap yang dituntut dari Yehezkiel adalah siap dan sigap (ay.1), yang menandakan ketaatan yang tidak hanya emosional namun ketaatan yang cerdas. Sebab hal ini sangat diperlukan untuk menghadapi bangsa yang tegar tengkuk ini. TUHAN pun tahu keadaan bangsa ini, (ay.3-8), namun pesan TUHAN adalah jangan takut kepada bangsa ini. Tetap sampaikanlah firman TUHAN mereka, apakah mereka mau mendengar atau tidak, tidak usah dihiraukan karena mereka bangsa ...

Devotion 1158 : BERDIAM DI TENGAH UMATNYA

Devotion 1158 - Dr. Heintje Kobstan BERDIAM DI TENGAH UMATNYA Bacaan: Yehezkiel 1 Yehezkiel hidup ditengah orang Yehuda dalam pembuangan di Babel, setelah dibawa ke sana pada tahun 597 SM, sembilan tahun setelah Daniel tiba dan sebelas tahun sebelum Yerusalem dibinasakan. Yehezkiel dipanggil untuk menjadi nabi dipembuangan, ia memberitahukan amanat Allah kepada para buangan pada saat yang sama dengan pemberitaan Yeremia di Yerusalem. Yehezkiel melayani sekurangnya dua puluh tujuh tahun; Yehuda tertawan di Babel kurang lebih 70 tahun (dari 605-538 SM). Apa yang dialami oleh Yehezkiel di awal pembuangan adalah berupa penglihatan ilahi tentang 4 makhluk. Bagi Yehezkiel, penglihatan ini penting sekali karena penglihatan ini merupakan bagian dari inaugurasinya sebagai nabi bagi umat buangan. W. F. Albright, arkeolog terkenal berkebangsaan Amerika, menulis, ”Data arkeologis telah . . . memperlihatkan bahwa Buku Yeremia dan Yehezkiel, Ezra dan Nehemia benar-benar asli, sehingga tidak...

Devotion 1157 : JANGAN MELANGGAR PERJANJIAN TUHAN

Devotion 1157 - Dr. Heintje Kobstan JANGAN MELANGGAR PERJANJIAN TUHAN Bacaan: Ratapan 5 Orang Yehuda mengalami penderitaan yang bertubi-tubi. Mereka kehilangan tanah pusaka dan kehilangan orang-orang yang dicintai sewaktu menjadi tawanan di Babel. Ketika berada dalam pembuangan, mereka harus membeli air dan kayu bakar dari pasar gelap. Mereka sangat menderita, bekerja keras tanpa istirahat. Mereka harus menanggung kesalahan dari orang tua bahkan nenek moyang mereka di masa lampau. Yeremia melukiskan keadaan para buangan yang secara jasmaniah dan emosional sudah putus harapan. Penganiayaan dan ketakutan menjadi pengalaman biasa di kalangan mereka. Bangsa ini sangatlah menderita dan patah semangat karena keadaan mereka. Mereka berkata, "lenyaplah kegirangan hati kami... berubah menjadi perkabungan" (ay.15). Keriangan berubah menjadi kesedihan. Satu-satunya mahkota adalah kemalangan karena telah berbuat dosa. Di pasal ini, Yeremia menyatakan penyesalan dan pengakuan dosa sel...

Devotion 1156 : DARI ATAS TURUN KEBAWAH

Devotion 1156 - Dr. Heintje Kobstan DARI ATAS TURUN KEBAWAH Bacaan: Ratapan 4 Yeremia menggambarkan keadaan Yerusalem di pasal ini dalam keadaan yang mengerikan. Bahkan Calvin mengatakan bahwa ayat 1 merujuk pada bait Allah yang emasnya habis dijarah, bersamaan dengan kejatuhan Yerusalem. Ayat 5-8 menggambarkan bagaimana orang-orang yang paling kaya dan terawat sekalipun telah menjadi pemulung dan pengemis. Namun ternyata keadaan Yerusalem lebih buruk daripada itu. Ibu-ibu tidak dapat menyusui anak mereka, walaupun menyusui anak adalah hal yang begitu mendasar. Parahnya lagi karena kelaparan merajalela sehingga wanita, yang lemah lembut tega memasak anak-anak mereka untuk dimakan. Kengerian yang begitu dahsyat telah melahap habis kemasyhuran masa lalu umat pilihan Allah ini. Hukuman yang begitu dahsyat ini ternyata bermula dari kedurjanaan para imam dan dosa para nabi (ay.13). Mereka menumpahkan darah orang benar dan orang tidak bersalah. Akibatnya mereka pun tercemar dan menjadi n...

Devotion 1155 : KETIKA HIDUPMU PAHIT DAN GETIR

Devotion 1155 - Dr. Heintje Kobstan KETIKA HIDUPMU PAHIT DAN GETIR Bacaan: Ratapan 3 Di pasal ini Yeremia mengungkapkan semua isi hatinya. Selain Yeremia tidak ada satu nabi pun yang dengan penuh semangat meminta bangsanya untuk melakukan pertobatan nasional. Dan tidak ada satu pun nabi yang diperlakukan lebih hina di hadapan seluruh bangsa selain dia. Semua itu dia tanggung demi pertobatan suatu bangsa. Yeremia mengalami pergumulan yang bertubi-tubi yang semakin lama semakin memilukan. Bagi orang biasa mungkin sudah mengangkat tangan menyerah jika melihat pergumulan Yeremia. Tetapi karena beban dan komitmen yang telah ia ambil dan adanya suatu pengharapan akan pemulihan Yehuda maka ia berhasil menjalani setiap kesengsaraan yang harus dipikulnya. Di ayat 10-12 sepertinya TUHAN begitu buas dan ganas menjadikan Yeremia sebagai mangsanya. Ayat 13-15 TUHAN membawa Yeremia dari keadaan yang terpuruk dan mengerikan dalam kesendirian menjadi tontonan dan ejekan umum. Demi bangsanya ia men...

Devotion 1154 : KETIKA TUHAN BERBALIK MELAWAN UMATNYA

Devotion 1154 - Dr. Heintje Kobstan KETIKA TUHAN BERBALIK MELAWAN UMATNYA Bacaan: Ratapan 2 Pada pasal ini membuktikan bahwa ketika TUHAN menjadi tempat perlindungan Yehuda maka tidak akan ada bangsa-bangsa lain yang sanggup menghancurkannya. Namun apa yang terjadi ketika TUHAN menarik perlindungan atas umatNya? Kengerian dan kehancuran melanda Yehuda dan Yerusalem. Bahkan TUHAN bukan hanya melepaskan perlindungan tetapi malah berbalik melawan umatNya. TUHAN memakai Babel sebagai alatNya untuk menghukum Yehuda. Babel mungkin tidak menyadari bahwa mereka adalah alat TUHAN. Mereka berpikir karena kekuatan dan kehebatan mesin perang mereka maka dengan mudahnya menaklukkan Yehuda dan bangsa-bangsa lain. Ketika TUHAN berbalik melawan umatNya karena kejahatan yang telah mereka perbuat maka tercenganglah Yehuda dan penduduknya. Selama ini Tuhan hanya mengutus para nabi untuk memperingatkan umatNya dan mereka tidak berbalik dari jalan-jalan yang jahat. Mungkin ketika itu umatNya merasa bah...

Devotion 1153 : ADA ALASANNYA

Devotion 1153 - Dr. Heintje Kobstan ADA ALASANNYA Bacaan: Ratapan 1 Secara tradisi, Yeremia diyakini sebagai penulis kitab Ratapan. Kitab ini diperkirakan dituliskan dalam kurun waktu antara tahun 586- 575 SM, tidak lama setelah jatuhnya Yerusalem. Yeremia dikenal sebagai nabi cengeng atau nabi peratap. Biasanya kita meratap karena kehilangan orang yang dicintai. Tetapi hal ini sangat berbeda dengan Yeremia, ia meratap bukan karena kehilangan seseorang tetapi karena suatu bangsa yang sangat dikasihinya. Sebagai akibat dari berlanjutnya penyembahan berhala Yudea, Allah mengijinkan Babel untuk menaklukkan, menjarah, membakar, dan menghancurkan Yerusalem. Bait Salomo, yang telah berdiri selama 400 tahun, habis terbakar. Nabi Yeremia, saksi mata akan peristiwa ini, menulis Kitab Ratapan sebagai bentuk keluh kesahnya atas hukuman yang jatuh kepada Yudea dan Yerusalem. Dalam ratapan pertama ini, sang nabi berkata tentang keadaan malang dan menyedihkan yang telah menimpa kota Yerusalem. S...