Postingan

Devotion 910 : MENGATASI KRISIS IMAN

Gambar
Devotion 910 - Dr. Heintje Kobstan MENGATASI KRISIS IMAN Bacaan: Mazmur 77 Mazmur ini diciptakan waktu keadaan umat Israel susah sekali, yaitu di masa yang menyusul kembalinya umat dari pembuangan. Salah seorang rabi Yahudi pernah berkata bahwa mazmur ini ditulis dalam dialek orang-orang tawanan, dan oleh sebab itu menurut sebagian orang mazmur ini ditulis semasa pembuangan di Babel. Hati Pemazmur sangat tertekan dan ia hampir hilang kepercayaannya kepada Tuhan sebagai pelindung dan penolong umatNya. Krisis seperti inilah yang dialami Pemazmur. Ia mengalami krisis kepercayaan terhadap kasih setia Tuhan. Seluruh imannya sedang dipertanyakan sampai ke akarnya. Mengapa Pemazmur bisa mengalami krisis iman? Pemazmur merasa Tuhan telah meninggalkannya disaat ia merasa tertekan padahal ia telah berseru-seru pada Tuhan. Bagaimana Pemazmur dapat mengatasi krisis iman yang melanda dirinya? Memang dalam pergumulan itu sesaat sepertinya Pemazmur merasa Tuhan tidak lagi mengasihinya. Ia merasa ...

Devotion 909 : PENEBUS DAN PEMBEBAS UMATNYA

Gambar
Devotion 909 - Dr. Heintje Kobstan PENEBUS DAN PEMBEBAS UMATNYA Bacaan: Mazmur 76 Mazmur ini memuliakan Tuhan yang telah menghakimi musuh umatNya, yaitu dengan mengalahkan mereka dalam perang. banyak para penafsir handal menyimpulkan bahwa mazmur ini dituliskan ketika pasukan Sanherib, yang saat itu sedang mengepung Yerusalem, disapu habis oleh malaikat pembinasa pada zaman Hizkia. Dengan penghakiman ini Allah menyelamatkan umatNya dan memaksakan semua bangsa bersujud di hadapan Allah Israel. Memiliki Allah yang luar biasa dan terkenal di antara bangsa-bangsa merupakan kehormatan dan hak istimewa yang dimiliki oleh Yehuda dan Israel. Di mana pun Ia dikenal, nama-Nya akan menjadi masyhur. Sehingga dapat dikatakan berbahagialah umat yang memiliki negeri yang penuh dengan pengenalan akan Allah, dan berbahagialah orang-orang yang hatinya dipenuhi dengan pengenalan itu. Mazmur ini melukiskan pengalaman umat Allah. Penyelamatan bukan lagi janji melainkan fakta. Fakta itu sudah menjadi pe...

Devotion 908 : TUHAN YANG MENINGGIKAN

Gambar
Devotion 908 - Dr. Heintje Kobstan TUHAN YANG MENINGGIKAN Bacaan: Mazmur 75 Menurut beberapa penafsir, mazmur ini dituliskan setelah Daud menjadi raja. Tidak diketahui dengan pasti apakah Asaf mengubah mazmur ini berdasarkan pidato Daud saat ia naik takhta atau Daud yang menulis mazmur ini dan kemudian memberikan kepada Asaf untuk dinyanyikan. Namun mazmur ini diawali dengan perasaan ucapan syukur kepada Tuhan, karena perbuatan tangan Tuhanlah sehingga Daud menjadi raja. Bukan hanya Daud yang mengucap syukur, tetapi semua teman-temannya juga. Mereka ini adalah yang telah bersama-sama Daud menghadapi masa-masa sukar dan akhirnya bersama-sama pula dapat bersukacita. Namun mazmur ini lebih daripada hanya mengucap syukur tetapi juga berupa firman Allah menggambarkan penghakiman ilahi atas orang fasik. Tidak ada seorangpun yang terluput dari padanya dan tidak ada sesuatunya yang dapat menghalangi penghakiman itu. Pemazmur mengajak kita untuk menyadari peran Tuhan sebagai Hakim atas alam...

Devotion 907 : BERIMAN PADA TUHAN

Gambar
Devotion 907 - Dr. Heintje Kobstan BERIMAN PADA TUHAN Bacaan: Mazmur 74 Setelah bait Allah musnah dan dicemarkan musuh, maka umat Allah membawakan ratapan ini. Dilukiskan bagaimana musuh membakar dan merusak Bait Suci serta tempat-tempat ibadat lain di seluruh negeri. Kehancuran kota dan Bait Suci karena diinvasi oleh bangsa Babel pada tahun 587 SM mengindikasikan bahwa Tuhan telah meninggalkan bangsa ini. Mazmur ini merupakan ekspresi ratapan bangsa Israel waktu menghadapi malapetaka hebat dan seakan Tuhan meninggalkan mereka. Tetapi apakah Tuhan meninggalkan umatNya? Mazmur ini merupakan mazmur pengajaran sebab mazmur ini ditulis pada masa kesesakan dan dimaksudkan untuk memberi pengajaran. Tuhan tidak pernah meninggalkan umatNya tetapi yang sering terjadi adalah umatNya yang meninggalkanNya. Jadi ketika menghadapi kesesakan, Pemazmur mengingat kembali akan perbuatan Tuhan yang besar dan ajaib dan perjanjianNya atas mereka. Mengingat kembali berarti terjadi pembelajaran melalui p...

Devotion 906 : IMAN DAN KENYATAAN HIDUP

Gambar
Devotion 906 -  Dr. Heintje Kobstan IMAN DAN KENYATAAN HIDUP Bacaan: Mazmur 73 Bagi Pemazmur, Allah itu baik bagi mereka yang tulus dan bersih hatinya.  Tetapi kebingungan sedang dialami oleh Pemazmur, ia melihat kehidupan orang fasik berbeda dengan kehidupan orang benar dari segi kemakmuran. Orang fasik tidak hidup dalam penghukuman tetapi justru dalam kemakmuran dan semakin makmur, sedangkan ia sendiri hidup dalam penderitaan. Hal ini membuat pemazmur bertanya-tanya bahkan merasakan kecemburuan melihat hidup mereka. Iman orang benar dapat terhempas ketika ia melihat kenyataan hidup disaat membandingkannya dengan orang fasik. Pemazmur hampir tergelincir imannya karena ia mengamati bahwa orang fasik yang bebal mendapatkan kemakmuran lahiriah yang besar. Dengan sedihnya, dia melihat kemujuran orang-orang fasik tersebut lebih baik dari dirinya sendiri. Bahkan tanpa rasa takut, orang fasik menghujat Tuhan dan mereka semakin sejahtera. Dengan rasa marah, Pemazmur melihat hal i...

Devotion 905 : DOA BAGI GENERASI

Gambar
Devotion 905 - Dr. Heintje Kobstan DOA BAGI GENERASI Bacaan: Mazmur 72 Mazmur sebelumnya ditulis Daud diusianya yang sudah tua. Sepertinya mazmur ini juga dituliskannya pada usia tua juga. Mazmur ini ditulis dalam rangka persiapan Salomo, anaknya menjadi raja menggantikannya. Mazmur sebelumnya merupakan doa bagi dirinya sendiri, sedangkan yang ini bagi putranya dan penerusnya. Mazmur ini diberi judul “Mazmur dari Salomo:” mungkin karena Daud menuliskannya, atau lebih tepatnya, Roh Kudus yang menyatakan kepadanya, sesaat sebelum dia meninggal. Oleh arahan hikmat ilahi tersebut, Daud menetapkan penerusnya, dan memerintahkan untuk mengumandangkan Salomo sebagai raja (1 Raj. 1:30, dst.). Mazmur ini merupakan mazmur doa dari Daud yang menyangkut tiga hal, yaitu: Pertama, doa dari seorang ayah bagi anaknya, berkat sebelum ia meninggal, sebagaimana yang selalu diucapkan bapa-bapa leluhur dahulu kepada anak-anak mereka. Hal terbaik yang dapat kita minta dari Allah bagi anak-anak kita adala...

Devotion 904 : SAMPAI PADA MASA TUA

Gambar
Devotion 904 - Dr. Heintje Kobstan SAMPAI PADA MASA TUA Bacaan: Mazmur 71 Daud menuliskan mazmur ini di masa tuanya yang merupakan rintihannya karena mengalami berbagai perasaan negatif. Suasana hati dipengaruhi emosi yang turun naik karena berbagai kemerosotan fungsi tubuh. Pemazmur yang berada dalam usia lanjut dan telah kehilangan kekuatan fisiknya. Daya ingat dan konsentrasi juga mengalami penurunan. Belum lagi para musuh, baik dari dalam yaitu Absalom anaknya sendiri ataupun dari luar, Syeba yang mengadakan perlawanan melawannya. Sebab telah dinubuatkan bahwa pedang tidak akan jauh-jauh dari keluarganya. Akan tetapi, Daud tidak terlalu memperinci perkaranya sendiri dalam mazmur ini. Ada dua hal umum yang diungkapkan Daud dalam mazmur ini, yaitu supaya dia tidak mendapat malu, dan supaya lawan-lawan serta para penganiayanyalah yang mendapat malu. Masa tua memang telah menggerogoti fisik Daud namun bagaimanakah dengan kehidupan imannya pada Tuhan? Walaupun Daud mengalami masa t...