Postingan

Devotion 885 : TINGGALKAN PRILAKU KEFASIKAN

Gambar
Devotion 885 - Dr. Heintje Kobstan TINGGALKAN PRILAKU KEFASIKAN Bacaan: Mazmur 52 Ketika Daud melarikan diri dari Saul, maka sampailah ia di tempat imam Ahimelekh bin Ahitub di Nob (1Sam.21). Karena tidak ada perlindungan dan bekal, maka dengan tipu daya ia membuat imam Ahimelekh membekalinya dengan roti kudus dan pedang Goliat. Namun ternyata disitu ada juga pegawai Saul yang dikhususkan untuk melayani TUHAN, yaitu Doeg orang Edom, pengawas  atas gembala-gembala Saul. Melihat kejadian ini, Doeg melaporkan kepada Saul. Karena laporan Doeg maka Ahimelekh berserta keluarganya dan para imam di Nob pun dibunuh oleh Saul melalui tangan Doeg karena pegawai raja tidak mau membunuh para imam (1Sam.22:9-20). Ketika mendengar kabar ini, Daud pun mengecam apa yang telah dilakukan oleh Doeg melalui mazmur ini. Karena hasutan Doeg maka Saul pun bertindak sadis dan Doeg yang menjadi pelaksananya. Daud mengajukan dakwaan berat melawan Doëg di hadapan pengadilan sorga, sama seperti Do...

Devotion 884 : PENGAMPUNAN DOSA

Gambar
Devotion 884 - Dr. Heintje Kobstan PENGAMPUNAN DOSA Bacaan: Mazmur 51 Tidak ada satu manusia di dunia ini yang kebal terhadap godaan dosa. Sifat dan kuasa dosa telah mencengkeram kehidupan manusia. Berbagai keinginannya hanya untuk memuaskan hawa nafsu keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup. Apa yang diinginkan manusia telah membuatnya terseret dan terpikat olehnya, sehingga ketika keinginan itu telah dibuahi (dilakukan) maka akan melahirkan dosa dan apabila dosa itu sudah matang maka ia akan melahirkan maut. Dosa mengakibatkan putusnya hubungan antara manusia dengan Tuhan dan manusia hidup dalam kehinaan karena telah kehilangan kemuliaan Allah. Daud seorang raja yang besar, ternama dan disegani akhirnya terpikat dan terjerat oleh keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup. Ia jatuh dalam perzinahan dengan Batsyeba dan akhirnya ia membunuh Uria, suami Batsyeba. Dosa hanya akan menimbulkan kekacauan bahkan hilangnya damai sejahtera dalam hidup seseorang. Ke...

Devotion 833 : SIKAP HATI YANG BENAR

Gambar
Devotion 883 - Dr. Heintje Kobstan SIKAP HATI YANG BENAR Bacaan: Mazmur 50 Mazmur ini merupakan suatu pernyataan tentang pengadilan Allah yang dengan pedas mengecam ibadah lahiriah belaka, serupa dengan kecaman yang banyak dilontarkan para nabi. Allah menyatakan diriNya sebagai Hakim untuk mengadili umatNya. Mereka adalah orang-orang yang dikasihiNya, yang mengikat perjanjian denganNya berdasarkan korban sembelihan. Ia berurusan dengan orang-orang yang mengaku sebagai anak-anak gereja, untuk menginsafkan mereka akan dosa dan kebodohan mereka dalam memberlakukan agama sebatas upacara-upacara lahiriah, dan mengabaikan hubungan yang benar dengan Tuhan. Umat Allah pada waktu itu hanya menjalankan ibadah secara lahiriah saja. Mereka mengira dengan semua yang mereka korbankan dalam ibadah untuk Tuhan, diperkenan olehNya? Semua persembahan, semua pelayanan, tata cara ibadah, ornamen dan pernak-pernik ibadah, penataan sound system, jenis musik, kostum, lighting, dan lain sebagainya apakah ...

Devotion 882 : MENYUAP MAUT?

Gambar
Devotion 882 - Dr. Heintje Kobstan MENYUAP MAUT? Bacaan: Mazmur 49 Mazmur 49 adalah pelajaran moral yang dipersiapkan untuk semua bangsa. Di seluruh bagian mazmur ini terkandung maksud mendidik, sesuai dengan maksud para penulis Hikmat. Manusia ingin meraih dan menikmati kebahagiaan dalam hidupnya. Mereka berpikir bahwa dengan harta, mereka dapat meraih dan menikmati kebahagiaan itu. Mereka berusaha sekuat tenaga, mengorbankan segalanya termasuk keluarga untuk mendapatkan harta. Betapa sia-sianya mengandalkan kekayaan dan sifat sementara dari segala sesuatu yang bisa ditawarkan dunia ini. Pemazmur menyatakan bahwa orang yang hidupnya terdiri atas harta berlimpah-limpah dan kesenangan dan kemasyhuran duniawi dan bukan mencari Allah dan kerajaanNya, akan musnah. Mereka yang mengandalkan harta kekayaan tidak dapat membeli kehidupan. Mungkin mereka bisa berbahagia karena menikmati semua yang mereka punya. Tetapi ketika mereka diperhadapkan dengan kematian dan penghukuman kekal maka har...

Devotion 881 : ALLAH PELINDUNG UMATNYA

Gambar
Devotion 881 - Dr. Heintje Kobstan ALLAH PELINDUNG UMATNYA Bacaan: Mazmur 48 Mazmur ini menegaskan kembali tentang keberadaan Zion sebagai kota Allah. Gunung Zion, atau juga dieja sebagai bukit Sion (dari Bahasa Ibrani: ציון, Tziyyon, Bahasa Arab: صهيون "Ṣahyūn") adalah bukit di mana kota Yerusalem berdiri. Kota Yerusalem adalah kesukaan semua orang Yahudi sejati sebagai jantung agama sebagai kota suci dan pusat bangsa mereka dan kediaman raja Israel. Yerusalem dengan Bait Allahnya adalah lambang kehadiran Allah sebagai Raja mereka. Selama Yerusalem dan Bait Allahnya ada, maka mereka meyakini bahwa Allah juga hadir menyertai dan memberkati mereka (ayat 2-4). Trilogi yang dimulai dari Mazmur 46 dengan penekanan pada keyakinan kepada Allah, di sini diakhiri dengan nada yakin yang serupa. Konsep tentang Allah sebagai Tempat Perlindungan (Benteng) dalam Mazmur 46 dan sebagai Raja dalam Mazmur 46 dan 47 disatukan dalam mazm...

Devotion 880 - RAJA KEMULIAAN

Gambar
Devotion 880 - Dr. Heintje Kobstan RAJA KEMULIAAN Bacaan: Mazmur 47 Joy to the world! The Lord is come Let earth receive her King Let every heart Prepare Him room..... Penggalan lagu Joy to the world ini menyatakan bahwa Sang Raja kemuliaan, Yesus Kristus Tuhan telah datang ke dalam dunia. Adanya suatu kesukaan bagi seluruh umat Tuhan bahkan bagi seluruh bangsa-bangsa di dunia akan hadirnya seorang Raja yang besar atas seluruh bumi. Mazmur ini membawa umat Tuhan masuk dalam pengertian eskatologis. Pemahaman awal bahwa mazmur ini ditulis pada waktu tabut Allah dibawa naik ke bukit Zion (ay.6). Namun ternyata melebihi pemahaman itu, bahwa Allah telah hadir di dalam dunia menjadi manusia yaitu dalam diri Yesus Kristus. Dia melakukan tugas untuk menyatakan tentang Kerajaan Allah yang telah hadir di muka bumi dan melakukan misi penyelamatan umat manusia. Dia menyelesaikan misiNya dengan mati di kayu salib. Dia ditinggikan sebagai Raja diantara bangsa-bangsa. Pada hari ketiga, Dia ba...

Devotion 879 : PENJAMIN DAN PELINDUNG KEHIDUPAN

Gambar
Devotion 879 - Dr. Heintje Kobstan PENJAMIN DAN PELINDUNG KEHIDUPAN Bacaan: Mazmur 46 Pada zaman dulu untuk menghindari ancaman musuh maka suatu kota perlu dibangun benteng dan menara-menara penjaga. Walau benteng itu sangat kokoh tetapi pada akhirnya bisa juga ditaklukkan. Manusia cenderung untuk mempertahankan diri dari setiap ancaman dan malapetaka. Ada banyak hal yang menakutkan yang bisa menimpa manusia, seperti peperangan, bencana alam, sakit penyakit, kemiskinan, SARA, dan berbagai kejahatan bahkan berbagai persoalan hidup. Manusia sangat rentan terhadap semua ancaman dan malapetaka tersebut diatas. Pada siapa manusia harus berlindung? Kepandaiannya, kekayaannya, kedudukannya, sesamanya, atau persenjataannya? Tidak ada yang dapat meluputkan manusia dari itu semua. Karena itu mazmur ini memberi penyataan bahwa: 1) Hanya pada Tuhan saja ada kuasa dan kekuatan untuk menghadapi ketidakpastian dan kesengsaraan hidup ini. Kepastian hanya ada pada Tuhan saja. Tuhan adalah tempat pe...