Postingan

Devotion 92 : SANG MEMPELAI

Gambar
Devotion 92 - Dr. Heintje Kobstan SANG MEMPELAI Bacaan : Wahyu 19 Pasal ini merupakan lanjutan dari pasal sebelumnya yaitu kisah penghukuman Babel. Penghukuman ini menimbulkan sukacita besar disorga. Sukacita itu pun beralih menjadi sukacita pesta pernikahan Anak Domba. Berkuasanya Allah sebagai Raja ditandai oleh tibanya hari perkawinan Anak Domba. Semua umat bergembira karena persatuan Kristus dengan umatNya. Jubah putih yang dikenakan menunjukkan mereka adalah umat yang bertahan, setia dan bersaksi seperti nabi yang memberitakan kebenaran Allah. Mereka yang diundang ke perjamuan kawin anak domba menunjuk secara khusus kepada barangsiapa menang yaitu mereka yang sudah percaya Kristus, dan setia sampai akhir. Hal berikutnya adalah Yohanes melihat sorga terbuka. Ada seekor kuda putih, Sang Penunggang bernama Yang Setia dan Benar, Ia menghakimi dengan Adil. Ia memakai jubah yang telah dicelup le darah dan namaNya Firman Allah. Raja segala raja dan Tuan segala tuan. Ia adalah Yesus K...

PELATIH DAN PEMAIN

Gambar
Sebuah Perenungan - Dr. Heintje Kobstan PELATIH DAN PEMAIN Saya suka melihat pertandingan sepak bola piala dunia. Banyak pemain hebat yang dipanggil kembali bermain untuk tim negaranya namun seringkali tim mereka ternyata tidak dapat meraih piala. Pemain hebat dalam satu tim tidak akan selalu membawa tim tersebut menang. Banyak faktor yang mempengaruhi suatu tim, individu, kekompakan tim, strategi, pelatih, manajemen, keuangan, supporter, dll. Namun jika dalam 1 tim, yang memegang peranan adalah pelatih. Sejago apapun para pemain, jika tidak mengikuti strategi pelatih maka yang jadi adalah pertunjukkan skill individu. Seringkali pemain hanya menginginkan suatu posisi namun pelatih yang lebih tahu diposisi mana pemain itu harus bermain. Namun seringkali pemain tidak suka dan protes dengan posisi atau tugas yang diberikan pelatih. Dan jika pemain mengikuti instruksi pelatih maka tidak jarang permainan akan solid dan bisa berujung kemenangan. Dalam hidup ini, seringkali kita hanya mau...

Devotion 91 : ALLAH TETAP PEGANG KENDALI

Gambar
Devotion 91 - Dr. Heintje Kobstan ALLAH TETAP PEGANG KENDALI Bacaan: Wahyu 17-18 Identitas Babel merupakan hal yang agak sukar ditafsirkan dalam ps.17 dan 18. Apakah Babel itu adalah seorang perempuan, kota, kerajaan atau sistem budaya? Babel dalam ps. 17 dan 18 adalah satu, baik dipandang sebagai pelacur atau kota. Salah satu prinsip tafsir yang akurat adalah "tafsirkan dengan arti biasa, arti harafiah, kecuali arti itu tidak masuk akal." Dalam Yes. 47:7-10, Babel sebenarnya digambarkan sebagai wanita yang sombong, maka menggambarkan sebuah kota sebagai seorang wanita tidaklah aneh di dalam Alkitab. Kemungkinan Babel merupakan kota yang memiliki pengaruh dan perdagangan yang luas. Ada juga yang menafsirkan Babel itu adalah sebuah kerajaan yang luas atau suatu sistem perdagangan. Di era globalisasi ini, Babel itu kemungkinan adalah kota-kota atau salah satu kota didunia yang telah mengalami globalisasi, yang semakin mewah dan amoral. Pelacur itu sebenarnya umpan iblis un...

Devotion 90 : SUDAH TERLAKSANA

Gambar
Devotion 90 - Dr. Heintje Kobstan SUDAH TERLAKSANA Bacaan: Wahyu 16 Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru selalu mengutarakan bahwa Allah itu penuh kasih. Walaupun dalam murka, Allah tetap mengasihi umatNya dan tidak akan menghukum mereka yang telah menjadi milikNya dan senantiasa berjaga-jaga. Wahyu Allah kepada Yohanes bukanlah hanya sekedar wacana, tapi Allah sungguh-sungguh mewujudkannya untuk menghukum mereka yang berdosa. Dalam pasal ini, gambaran 7 cawan murka Allah ini ada kemiripan dengan 7 sangkakala (8:2-11:19). Empat cawan pertama berhubungan dengan alam (16:1-19 bnd. 8:6-13). Namun perbedaannya adalah dari dampak murka Allah yang dituangkan dari cawan-cawan tersebut. Murka Allah dalam pasal ini bukan lagi berbicara tentang penghukuman atas sepertiga bumi tapi menyeluruh kepada mereka yang telah berdosa dan sebagai pembalasan atas darah martir yang telah tercurah. Walaupun mereka telah bersembunyi dan menjauhkan diri tapi penghukuman itu tetap menjangkau mereka. Penghuku...

MENGALAH

Gambar
Sebuah Perenungan - Dr. Heintje Kobstan "MENGALAH" Dalam hidup ini seringkali kita diajar untuk selalu memenangkan sebuah kompetisi, jika gagal harus dicoba lagi, diusahakan lagi bahkan sampai berulang-ulang. Dalam berbisnis begitu juga, kita harus memenangkan kompetisi bahkan kalau perlu jangan sisakan buat lawan kita. Semua harus dikuasai, dimiliki tidak peduli dengan sekeliling. Anak-anak pun sifatnya seperti itu, mau memiliki apa yang dimiliki oleh temannya bahkan tidak jarang terjadi perkelahian diantara mereka karena memperebutkan mainan. Anak-anak itu suka berebutan mainan, memperdebatkan hal-hal sepele bahkan yang belum terjadi dan suka menang sendiri. Tidak ada kata mau mengalah dalam kamus mereka. Bahkan jika sang kakak disuruh mengalah terhadap adiknya, maka yang terjadi adalah sang kakak akan protes dan akhirnya ngambek begitu juga sebaliknya. Sikap mau menang sendiri dan tidak mau mengalah ternyata tidak hanya terjadi pada anak-abnak, orang dewasa pun demikian...

Devotion 89 : YANG MENANG YANG BERNYANYI

Gambar
Devotion 89 - Dr. Heintje Kobstan "YANG MENANG YANG BERNYANYI" Bacaan: Wahyu 15 Di pasal ini, Yohanes mendapat penglihatan suatu tanda lain dilangit yang besar dan ajaib: yaitu ke-7 malaikat dengan 7 malapetaka, malapetaka terakhir. Itu merupakan malapetaka terdahsyat dan akhir dari murka Allah. Angka 7 melambangkan kesempurnaan atau kepenuhan. Penglihatan berikutnya adalah mereka yang telah mengalahkan binatang itu, patungnya dan bilangan namanya menyanyikan nyanyian Musa dan nyanyian Anak Domba. Dalam PL tercatat 2 nyanyian Musa yaitu dalam Keluaran 15 dimana Musa merayakan kemenangan atas Firaun dan dalam Ulangan 32 dimana Musa merayakan kemurahan dan hukuman Allah, sebelum Musa meninggal. Nyanyian di dalam Keluaran 15 menjadi dasar dari nyanyian di Kitab Wahyu 15:3-4. Nyanyian Musa ini cocok sekali dengan konteks kitab Wahyu. Dalam pasal 15 ini, kemenangan disini lebih dari apa yang dialami oleh Musa. Musa merupakan tipologi dari Kristus. Dalam Kitab Wahyu kemenangan...

Devotion 87 : IKUT YANG ASLI ATAU PALSU

Gambar
Devotion 87 - Dr. Heintje Kobstan IKUT YANG ASLI ATAU PALSU Bacaan: Wahyu 13 Kitab Wahyu berusaha untuk menelanjangi usaha si Iblis agar manusia terus berontak kepada Tuhan. 1). Melalui binatang buas lambang kekuasaan yang mengendalikan kehidupan puncak (takhta) dan memakai pengaruh-pengaruh religi (hujat dan tidak mati ayat  1-7). 2). Melalui binatang buas yang bertanduk seolah nabi bagi binatang pertama (ay.11-18). Binatang pertama berusaha untuk menjatuhkan iman lewat tekanan yang berbahaya (ay.7). Iblis berhasil menipu banyak manusia untuk mengikuti dia dan menolak menyembah Allah. Jadi dalam hal ini, iblis bekerja dalam wilayah politik dan rohani. Pada waktu itu merujuk kepada kekaisaran Romawi. Iblis berada dibalik itu semua sehingga kekaisaran Romawi berani menentang Allah. Misalnya: Domitianus minta diakui sebagai Tuhan dan disembah sebagai Allah. Bahkan juga dalam dunia rohani, binatang ganjil dengan 2 tanduk seperti anak domba dan berbicara laksana naga. Ia berusaha m...